Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

Menerapkan Theory of Planned Behavior dalam Memilih Universitas untuk Studi Lanjut

×

Menerapkan Theory of Planned Behavior dalam Memilih Universitas untuk Studi Lanjut

Sebarkan artikel ini
Theory of Planned Behavior dalam Memilih Universitas

Pada saat melangkah ke dunia perkuliahan, banyak calon mahasiswa dihadapkan pada keputusan penting, yaitu memilih universitas yang tepat untuk studi lanjut. Keputusan ini tidak hanya berdampak pada perjalanan akademis mereka, tetapi juga pada aspek-aspek lain dalam kehidupan, seperti karier dan perkembangan pribadi. Salah satu teori yang dapat membantu kita memahami mengapa seseorang memilih universitas tertentu adalah Theory of Planned Behavior (TPB) yang dikemukakan oleh Ajzen pada tahun 1991.

Apa Itu Theory of Planned Behavior?

Theory of Planned Behavior

Sebelum kita membahas penerapan TPB dalam konteks memilih universitas, mari kita pahami terlebih dahulu apa itu Theory of Planned Behavior. TPB adalah sebuah teori psikologis yang menghubungkan keyakinan dengan perilaku. Teori ini mengasumsikan bahwa individu bertindak secara rasional, dan perilaku mereka dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku yang dirasakan.

Komponen TPB

  1. Sikap: Sikap individu terhadap universitas yang dipilih akan mempengaruhi niat untuk mendaftar di universitas tersebut. Sikap ini dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti reputasi universitas, program studi yang ditawarkan, dan lokasi universitas. Seorang calon mahasiswa yang memiliki pandangan positif terhadap universitas tertentu cenderung memiliki niat yang kuat untuk mendaftar di sana.
  2. Norma Subjektif: Norma subjektif mencakup pengaruh dari orang-orang terdekat pada individu, seperti keluarga, teman, atau guru. Jika individu merasa bahwa orang-orang terdekatnya mengharapkan dia untuk mendaftar di universitas tertentu, maka hal itu dapat mempengaruhi niatnya. Misalnya, jika orang tua berharap anak mereka untuk masuk ke universitas tertentu, anak tersebut mungkin lebih cenderung untuk mengikuti harapan tersebut.
  3. Kontrol Perilaku yang Dirasakan: Kontrol perilaku yang dirasakan mencakup persepsi individu tentang kemudahan atau kesulitan dalam mendaftar di universitas tertentu. Faktor-faktor seperti biaya kuliah, persyaratan masuk, dan jarak dari tempat tinggal dapat mempengaruhi persepsi ini. Seorang calon mahasiswa yang merasa bahwa mendaftar di universitas tertentu cukup mudah dan terjangkau secara finansial mungkin lebih cenderung untuk melakukannya.
Baca Juga!  5 Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar: Fondasi Kepribadian Unggul

Dengan memahami komponen-komponen ini, kita dapat melihat bagaimana TPB dapat diterapkan dalam konteks memilih universitas untuk studi lanjut.

Penerapan TPB dalam Memilih Universitas

Penerapan TPB dalam Memilih Universitas

Sikap

Sikap adalah faktor pertama dalam TPB yang mempengaruhi niat memilih universitas. Bagaimana seseorang melihat universitas tertentu akan sangat memengaruhi apakah mereka memiliki niat untuk mendaftar di sana. Beberapa aspek yang dapat memengaruhi sikap individu terhadap universitas mencakup:

  • Reputasi Universitas: Universitas dengan reputasi yang baik dalam hal pendidikan dan prestasi akademis cenderung menarik calon mahasiswa. Reputasi ini menciptakan sikap positif terhadap universitas tersebut.
  • Program Studi yang Ditawarkan: Ketika seorang calon mahasiswa menemukan program studi yang sesuai dengan minat dan tujuannya, sikap positif terhadap universitas tersebut dapat tumbuh. Program studi yang kuat dan beragam dapat memikat para pelajar.
  • Lokasi Universitas: Faktor lokasi juga dapat memengaruhi sikap. Beberapa mahasiswa mungkin lebih suka universitas yang berada di kota besar, sementara yang lain mungkin lebih nyaman dengan universitas yang terletak di kota kecil atau pedesaan.

Penting untuk diingat bahwa sikap seseorang terhadap universitas tidak hanya dipengaruhi oleh satu faktor. Biasanya, sikap merupakan hasil dari kombinasi faktor-faktor ini.

Norma Subjektif

Norma subjektif adalah faktor kedua dalam TPB yang dapat memengaruhi niat memilih universitas. Norma subjektif mencakup pengaruh dari orang-orang terdekat pada individu. Ini bisa termasuk keluarga, teman-teman, guru, dan bahkan lingkungan sosial secara umum. Bagaimana pengaruh ini dapat memengaruhi niat seseorang dalam memilih universitas?

  • Harapan Keluarga: Jika seorang mahasiswa merasa bahwa orang tua atau keluarga mereka mengharapkan mereka untuk mendaftar di universitas tertentu, hal ini bisa menjadi faktor penting dalam pembuatan keputusan. Beban harapan keluarga dapat membuat seseorang cenderung mematuhi harapan tersebut.
  • Rekomendasi Guru atau Konselor: Pendapat dari guru atau konselor sekolah juga dapat memengaruhi norma subjektif. Jika seorang guru merekomendasikan sebuah universitas karena cocok dengan minat dan kemampuan siswa, siswa tersebut mungkin lebih cenderung untuk mengikuti saran tersebut.
  • Pengaruh Teman dan Teman Sebaya: Teman-teman sebaya dan lingkungan sosial juga dapat memberikan pengaruh kuat. Jika sebagian besar teman sebaya berencana mendaftar di universitas tertentu, hal ini dapat mempengaruhi keputusan seseorang.
Baca Juga!  Teori Belajar Kognitif: Memahami Proses Berpikir dalam Belajar

Kontrol Perilaku yang Dirasakan

Kontrol perilaku yang dirasakan adalah faktor ketiga dalam TPB yang berperan dalam keputusan memilih universitas. Kontrol perilaku yang dirasakan mencakup persepsi individu tentang kemudahan atau kesulitan dalam mendaftar di universitas tertentu. Beberapa faktor yang dapat memengaruhi persepsi ini meliputi:

  • Biaya Kuliah: Biaya kuliah adalah faktor kunci dalam pemilihan universitas. Mahasiswa mungkin merasa bahwa mendaftar di universitas tertentu sangat sulit jika biaya kuliahnya sangat tinggi. Sebaliknya, universitas dengan biaya kuliah yang lebih terjangkau dapat dianggap lebih mudah diakses.
  • **Persyaratan Masuk

**: Persyaratan masuk yang ketat dapat membuat seseorang merasa bahwa mendaftar di universitas tersebut adalah tugas yang sulit. Sebaliknya, universitas dengan persyaratan masuk yang lebih rendah mungkin dianggap lebih mudah dijangkau.

  • Jarak dari Tempat Tinggal: Jarak antara rumah dan universitas juga dapat mempengaruhi persepsi kontrol perilaku. Jika universitas terlalu jauh dari tempat tinggal, seseorang mungkin merasa bahwa itu sulit diakses.

Dalam menerapkan TPB, penting untuk memahami bahwa persepsi individu tentang kontrol perilaku dapat bervariasi. Apa yang dianggap sulit oleh satu individu mungkin dianggap mudah oleh individu lainnya, tergantung pada pengalaman dan situasi mereka.

Hasil Penelitian dan Relevansi TPB dalam Memilih Universitas

Dalam penelitian yang dilakukan oleh Hagger et al. (2011), TPB telah terbukti berguna dalam memprediksi niat dan perilaku terkait kesehatan, seperti merokok dan minum alkohol. Namun, TPB juga memiliki relevansi yang kuat dalam konteks pemilihan universitas. Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor seperti sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku yang dirasakan dapat memprediksi niat seseorang untuk mendaftar di universitas tertentu.

Dengan memahami faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan memilih universitas, lembaga pendidikan dapat lebih efektif dalam menyusun strategi pemasaran dan informasi untuk calon mahasiswa. Mereka dapat fokus pada membangun reputasi positif, menjalin hubungan dengan keluarga dan guru, serta memberikan informasi yang jelas tentang biaya dan persyaratan masuk.

Baca Juga!  Mengungkap Kampus Merdeka: Revolusi Pendidikan di Indonesia

Dalam era digital, universitas juga dapat memanfaatkan media sosial dan situs web mereka untuk menyebarkan informasi yang relevan kepada calon mahasiswa. Mereka dapat menciptakan kampanye yang memengaruhi sikap positif terhadap universitas mereka dan memastikan bahwa kontrol perilaku yang dirasakan adalah sesuatu yang dapat diatasi.

Kesimpulan

Theory of Planned Behavior (TPB) adalah alat yang berguna untuk memahami perilaku memilih universitas untuk studi lanjut. Melalui pemahaman sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku yang dirasakan, lembaga pendidikan dapat meningkatkan daya tarik mereka bagi calon mahasiswa. Dalam dunia pendidikan yang kompetitif, memahami faktor-faktor psikologis di balik keputusan memilih universitas adalah langkah penting untuk mencapai pertumbuhan dan keberhasilan jangka panjang. Sumber-sumber referensi yang kami sebutkan di atas dapat menjadi pedoman yang berguna bagi mereka yang ingin mendalami lebih lanjut tentang TPB dalam konteks ini.

Sebagai calon mahasiswa atau pembaca yang tertarik, penting untuk menyadari bahwa keputusan memilih universitas adalah langkah yang penting dalam perjalanan akademis dan karier Anda. Memahami apa yang memengaruhi keputusan ini dan bagaimana Anda meresponnya adalah langkah pertama dalam perjalanan pendidikan Anda. Semoga artikel ini dapat memberikan wawasan yang berguna dalam memahami proses ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *