Read More
ORI030 Sedang Ditawarkan: Kupon, Tenor, Risiko, dan Cara Belinya
Keuangan

ORI030 Sedang Ditawarkan: Kupon, Tenor, Risiko, dan Cara Belinya

ORI030 ditawarkan hingga 30 Juli 2026 dengan kupon tetap 6,90%–7,00%. Kenali tenor, jadwal resmi, simulasi kupon, risiko pasar sekunder, dan cara membelinya.

SN
Silvi Nandia
13 Jul 2026 3 menit
Jadikan readmore.id sebagai preferensi terpercayamu di Google
ORI030 Sedang Ditawarkan: Kupon, Tenor, Risiko, dan Cara Belinya

Isi artikel

ORI030 adalah Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ke-30 yang diterbitkan Pemerintah Republik Indonesia untuk investor individu Warga Negara Indonesia. Masa penawaran berlangsung pada 6–30 Juli 2026 pukul 10.00 WIB.

ORI030 tersedia dalam dua pilihan tenor dengan kupon tetap yang dibayarkan setiap bulan. Instrumen ini dapat menjadi pilihan bagi investor yang ingin menerima arus kas bulanan, tetapi keputusan pembelian tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan dana dan jangka waktu investasi.

Pilihan ORI030T3 dan ORI030T6

AspekORI030T3ORI030T6
Kupon tetap6,90% per tahun7,00% per tahun
Tenor3 tahun6 tahun
Minimum pemesananRp1 jutaRp1 juta
Maksimum pemesananRp5 miliarRp10 miliar
Pajak kupon10%10%
Jatuh tempo15 Juli 202915 Juli 2032

Pokok dan kupon ORI dijamin oleh undang-undang. Namun, nilai jualnya di pasar sekunder dapat berubah sebelum jatuh tempo. Ketentuan dan daftar mitra distribusi dapat dicek di halaman resmi Obligasi Negara Ritel DJPPR.

Simulasi Kupon Bersih per Bulan

Berikut ilustrasi kupon bulanan setelah PPh final 10%. Perhitungan ini hanya menggambarkan kupon; belum memasukkan perubahan harga apabila ORI dijual sebelum jatuh tempo.

Nilai investasiORI030T3ORI030T6
Rp10 jutaRp51.750Rp52.500
Rp50 jutaRp258.750Rp262.500
Rp100 jutaRp517.500Rp525.000
Rp1 miliarRp5.175.000Rp5.250.000

Risiko yang Perlu Dipahami

  • Risiko harga pasar. ORI dapat diperjualbelikan setelah masa kepemilikan minimum. Harga di pasar sekunder bisa naik atau turun, sehingga penjualan sebelum jatuh tempo dapat menghasilkan keuntungan maupun kerugian modal.
  • Risiko kebutuhan dana. ORI bukan tabungan yang dapat dicairkan langsung kapan saja. Karena itu, sebaiknya gunakan dana yang tidak diperlukan untuk kebutuhan mendesak.
  • Risiko memilih tenor yang terlalu panjang. Kupon T6 memang lebih tinggi, tetapi dana akan terikat lebih lama dibandingkan T3 jika Anda berniat menahannya sampai jatuh tempo.

Jika ingin membandingkan karakter ORI dengan instrumen SBN syariah, baca juga jadwal Sukuk Ritel 2026 serta cara membelinya.

Cara Membeli ORI030

  1. Registrasi pada sistem elektronik mitra distribusi resmi.
  2. Siapkan data diri, SID, Rekening Dana, dan Rekening Surat Berharga. Jika belum memiliki data tersebut, mitra distribusi akan memandu proses pembuatannya.
  3. Pilih ORI030T3 atau ORI030T6 dan baca memorandum informasi sebelum memesan.
  4. Lakukan pemesanan selama masa penawaran.
  5. Setelah pesanan terverifikasi, lakukan pembayaran menggunakan kode pembayaran yang diterima.
  6. Sesudah pembayaran berhasil, tunggu konfirmasi dan alokasi pada tanggal penerbitan.

Jadwal Penting ORI030

  • Masa penawaran: 6–30 Juli 2026, pukul 10.00 WIB
  • Penetapan hasil penjualan: 3 Agustus 2026
  • Setelmen/penerbitan: 5 Agustus 2026
  • Kupon pertama: 15 September 2026
  • Dapat dipindahbukukan: mulai 16 September 2026

Kesimpulan

ORI030 menawarkan kupon tetap 6,90% untuk tenor tiga tahun dan 7,00% untuk tenor enam tahun. Sebelum memilihnya, pertimbangkan kapan dana akan dipakai, kemampuan menahan investasi hingga jatuh tempo, serta kemungkinan perubahan harga bila menjual di pasar sekunder.

FAQ

Apa beda ORI030T3 dan ORI030T6?

ORI030T3 bertenor tiga tahun dengan kupon 6,90% per tahun, sedangkan ORI030T6 bertenor enam tahun dengan kupon 7,00% per tahun. Batas pemesanan maksimalnya juga berbeda.

Apakah ORI030 bisa dijual sebelum jatuh tempo?

Bisa, setelah masa kepemilikan minimum satu kali pembayaran kupon. Harga jual dapat berubah mengikuti kondisi pasar.

Apakah kupon ORI030 kena pajak?

Ya. Kupon ORI030 dikenakan PPh final 10%.

SN

Silvi Nandia

kontributor

Profil

Komentar

Nama
Email
Komentar

Komentar sebagai tamu akan ditinjau sebelum dipublikasikan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!