Read More
Kredit Aksep adalah: Definisi dan Contoh
Keuangan

Kredit Aksep adalah: Definisi dan Contoh

Kredit aksep adalah fasilitas pembiayaan perdagangan melalui wesel yang diaksep oleh bank. Pahami definisi, cara kerja, dan contoh transaksinya.

SN
Silvi Nandia
24 Sep 2025 Diperbarui 16 Des 2025 3 menit
Kredit Aksep adalah: Definisi dan Contoh

Isi artikel

Dalam dunia perdagangan, terutama yang melibatkan transaksi internasional atau pembayaran berjangka, ada berbagai instrumen pembiayaan yang dapat digunakan untuk memastikan kelancaran transaksi. Salah satu instrumen tersebut adalah kredit aksep.

Meskipun istilah ini mungkin terdengar teknis, konsep dasarnya cukup sederhana. Kredit aksep adalah salah satu bentuk kredit aktif yang diberikan bank untuk memfasilitasi pembayaran berjangka antara penjual dan pembeli.

Definisi Kredit Aksep

Kredit aksep adalah fasilitas pembiayaan di mana bank setuju untuk "mengaksep" atau menerima sebuah wesel berjangka (surat perintah membayar) yang ditarik oleh nasabahnya. Dengan memberikan akseptasi, bank pada dasarnya menjamin pembayaran wesel tersebut pada saat jatuh tempo.

Ketika sebuah wesel telah diaksep oleh bank (menjadi banker's acceptance), surat berharga tersebut menjadi lebih tepercaya dan lebih mudah untuk diperjualbelikan atau didiskontokan di pasar uang.

Bagi nasabah (pembeli), ini adalah cara untuk mendapatkan barang terlebih dahulu dan menunda pembayaran. Bagi penjual, ini adalah jaminan bahwa mereka akan menerima pembayaran pada tanggal yang telah ditentukan.

Bagaimana Cara Kerja Kredit Aksep?

Alur proses kredit aksep dapat diuraikan dalam beberapa langkah berikut:

  1. Kesepakatan Pembayaran: Pembeli dan penjual sepakat untuk menggunakan metode pembayaran berjangka dengan wesel.
  2. Penerbitan Wesel: Pembeli (nasabah bank) menerbitkan wesel berjangka yang ditujukan kepada banknya.
  3. Akseptasi oleh Bank: Bank memeriksa kelayakan nasabahnya. Jika disetujui, bank akan memberikan stempel "Accepted" (diaksep) pada wesel tersebut. Dengan ini, bank secara hukum berjanji akan membayar nilai wesel pada saat jatuh tempo.
  4. Pencairan Dana oleh Penjual: Penjual yang menerima wesel yang telah diaksep bank memiliki dua pilihan:
    • Menunggu hingga tanggal jatuh tempo untuk mencairkannya.
    • Menjual (mendiskontokan) wesel tersebut ke bank atau lembaga keuangan lain untuk mendapatkan dana lebih cepat, meskipun nilainya akan sedikit berkurang.
  5. Pelunasan oleh Nasabah: Pada tanggal jatuh tempo wesel, bank akan membayar penuh kepada pemegang wesel. Setelah itu, bank akan menagih pembayaran tersebut kepada nasabahnya (si pembeli) ditambah dengan biaya atau komisi akseptasi yang telah disepakati.
Workday

Contoh Transaksi Nyata

Bayangkan sebuah perusahaan garmen di Indonesia (Importir) membeli kapas senilai $100,000 dari pemasok di Amerika Serikat (Eksportir). Mereka sepakat pembayaran dilakukan dalam 90 hari.

  1. Importir meminta banknya di Indonesia untuk menyediakan fasilitas kredit aksep.
  2. Bank setuju dan mengaksep wesel berjangka 90 hari senilai $100,000 yang diterbitkan oleh Importir.
  3. Wesel yang telah diaksep ini dikirimkan kepada Eksportir di AS.
  4. Eksportir, yang membutuhkan dana segera, menjual wesel tersebut ke banknya di AS dengan harga diskon (misalnya $99,000). Eksportir langsung menerima dananya.
  5. Setelah 90 hari, bank di AS akan menagih pembayaran penuh $100,000 kepada bank di Indonesia.
  6. Bank di Indonesia membayar tagihan tersebut, kemudian mendebet rekening Importir sebesar $100,000 ditambah biaya akseptasi.

Melalui mekanisme ini, Eksportir mendapatkan pembayaran dengan cepat, sementara Importir mendapatkan penundaan pembayaran selama 90 hari untuk mengolah kapas menjadi produk jadi. Kredit aksep adalah jembatan yang membuat transaksi ini mungkin terjadi dengan aman bagi kedua belah pihak.

SN

Silvi Nandia

kontributor

Profil

Komentar

Nama
Email
Komentar

Komentar sebagai tamu akan ditinjau sebelum dipublikasikan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!