Read More
Tourniquet Medis untuk Pengambilan Darah: SOP Aman & Efektif
Kesehatan

Tourniquet Medis untuk Pengambilan Darah: SOP Aman & Efektif

Pahami standar operasional prosedur (SOP) penggunaan tourniquet medis untuk pengambilan darah (flebotomi) yang aman untuk mencegah risiko dan hasil lab akurat.

TF
Tania Fitrawan
9 Okt 2025 Diperbarui 16 Des 2025 4 menit
Tourniquet Medis untuk Pengambilan Darah: SOP Aman & Efektif

Isi artikel

Bagi kebanyakan orang, apa itu tourniquet medis adalah benda yang paling sering dijumpai saat proses pengambilan sampel darah (flebotomi). Pita elastis yang melingkari lengan atas ini tampak sederhana, namun penggunaannya mengikuti standar operasional prosedur (SOP) yang ketat untuk memastikan keamanan pasien dan akurasi hasil laboratorium.

Penggunaan tourniquet medis yang tidak tepat, baik dari segi lokasi, kekencangan, maupun durasi, dapat menyebabkan komplikasi seperti memar, hasil tes yang bias, hingga kerusakan sampel darah. Oleh karena itu, setiap tenaga kesehatan dilatih untuk mengikuti panduan yang telah ditetapkan oleh lembaga kesehatan dunia seperti WHO dan CLSI (Clinical and Laboratory Standards Institute).

Artikel ini akan menguraikan SOP penggunaan tourniquet medis untuk pengambilan darah secara aman dan efektif, mulai dari tujuan hingga langkah-langkah krusial yang wajib diikuti.

Disclaimer Medis: Informasi ini ditujukan sebagai edukasi mengenai prosedur medis standar. Proses pengambilan darah harus selalu dilakukan oleh tenaga kesehatan yang terlatih.

Tujuan Penggunaan Tourniquet dalam Pengambilan Darah

Tujuan utama pemasangan tourniquet medis sebelum pengambilan darah adalah untuk meningkatkan tekanan di dalam pembuluh darah vena (tekanan intravaskular).

Ketika aliran darah vena dari lengan dihambat sementara, vena akan mengembang dan menjadi lebih terisi darah. Hal ini membuatnya:

  • Lebih mudah terlihat (visible): Vena akan tampak lebih menonjol di bawah permukaan kulit.
  • Lebih mudah teraba (palpable): Petugas kesehatan dapat merasakan lokasi vena dengan lebih pasti.

Dengan vena yang lebih mudah diakses, proses penusukan jarum menjadi lebih cepat, lebih akurat, dan lebih nyaman bagi pasien, sehingga meningkatkan tingkat keberhasilan venipungsi pada percobaan pertama.

SOP Penggunaan Tourniquet Medis yang Aman

Berikut adalah langkah-langkah standar penggunaan tourniquet dalam prosedur flebotomi yang direkomendasikan oleh berbagai lembaga kesehatan global.

1. Lokasi Pemasangan yang Tepat

Tourniquet harus dipasang di lengan atas, sekitar 7,5 hingga 10 cm (atau 3-4 jari orang dewasa) di atas lokasi penusukan jarum yang direncanakan. Lokasi yang paling umum untuk pengambilan darah adalah di area lipatan siku (fossa antecubital). Jarak ini cukup untuk membuat vena target mengembang tanpa mengganggu area yang akan dibersihkan dengan antiseptik.

2. Tingkat Kekencangan yang Sesuai

Kekencangan tourniquet adalah kunci. Alat ini harus dipasang cukup kencang untuk menghambat aliran darah vena, tetapi tidak sampai menghentikan aliran darah arteri. Tanda-tanda pemasangan yang benar adalah:

  • Vena target tampak menonjol.
  • Denyut nadi di pergelangan tangan masih teraba.
  • Pasien tidak merasakan nyeri hebat atau kesemutan yang ekstrem.

Pasien biasanya dianjurkan untuk mengepalkan tangan (tanpa "memompa" atau membuka-tutup kepalan) untuk membantu vena lebih terisi.

3. Durasi Pemasangan Maksimal: Aturan 1 Menit

Ini adalah aturan paling kritis. Menurut CLSI dan WHO, tourniquet tidak boleh terpasang lebih dari 1 (satu) menit.

Mengapa durasi ini sangat penting? Pemasangan yang terlalu lama dapat menyebabkan kondisi yang disebut hemokonsentrasi, di mana cairan plasma merembes keluar dari pembuluh darah ke jaringan sekitarnya. Akibatnya, komponen darah seperti sel darah, protein, dan zat lainnya menjadi lebih pekat. Hal ini dapat secara keliru meningkatkan hasil tes seperti kadar protein, hematokrit, kalsium, dan kalium, sehingga hasil lab menjadi tidak akurat.

Bagaimana jika persiapan butuh waktu lebih dari 1 menit?
Jika petugas kesehatan memerlukan waktu lebih lama untuk menemukan vena atau mempersiapkan alat, tourniquet harus dilepaskan. Beri jeda waktu sekitar 2 menit agar sirkulasi darah kembali normal, baru kemudian tourniquet dapat dipasang kembali sesaat sebelum penusukan.

Durasi Pemasangan Tourniquet

4. Urutan Pelepasan yang Benar

Tourniquet harus dilepaskan segera setelah aliran darah mulai stabil masuk ke dalam tabung sampel pertama. Pelepasan ini wajib dilakukan sebelum jarum dicabut dari vena.

Tujuannya adalah untuk:

  • Mengembalikan sirkulasi normal secepat mungkin.
  • Mencegah terbentuknya memar (hematoma) akibat darah yang merembes ke jaringan sekitar di bawah tekanan saat jarum ditarik.

Mekanisme quick-release pada tourniquet modern sangat membantu petugas untuk melepaskannya dengan cepat menggunakan satu tangan.

Risiko Akibat Penggunaan Tourniquet yang Tidak Tepat

Selain hasil lab yang tidak akurat akibat hemokonsentrasi, beberapa risiko lain yang dapat terjadi adalah:

  • Hemolisis: Kerusakan sel darah merah akibat tekanan atau trauma mekanis, yang dapat mengganggu hasil berbagai tes kimia.
  • Pseudohiperkalemia: Peningkatan palsu kadar kalium dalam darah akibat pelepasan kalium dari sel selama stasis.
  • Hematoma (Memar): Terjadi jika tourniquet tidak dilepaskan sebelum jarum dicabut.
  • Nyeri dan Ketidaknyamanan: Pemasangan yang terlalu kencang dapat sangat menyakitkan.
  • Kontaminasi Silang: Jika menggunakan tourniquet reusable (dapat dipakai ulang) yang tidak didesinfeksi dengan benar. Perbandingan antara torniket karet vs Velcro sering kali menyoroti isu higienitas ini.
Risiko Tourniquet Medis

Kesimpulan

Penggunaan tourniquet medis dalam pengambilan darah adalah prosedur standar yang memiliki tujuan jelas: mempermudah akses vena. Namun, di balik kesederhanaannya, terdapat SOP ketat yang harus dipatuhi—terutama aturan durasi tidak lebih dari 1 menit. Dengan mengikuti langkah-langkah aman memakai tourniquet, tenaga kesehatan dapat memastikan proses pengambilan darah berjalan aman bagi pasien, nyaman, dan menghasilkan sampel berkualitas tinggi untuk diagnosis yang akurat.

TF

Tania Fitrawan

kontributor

Profil

Komentar

Nama
Email
Komentar

Komentar sebagai tamu akan ditinjau sebelum dipublikasikan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!