Read More
7 Mitos dan Fakta Seputar Demam pada Anak yang Wajib Orang Tua Tahu
Kesehatan

7 Mitos dan Fakta Seputar Demam pada Anak yang Wajib Orang Tua Tahu

Benarkah demam tinggi merusak otak atau harus segera diobati? Luruskan 7 mitos paling umum seputar demam pada anak dengan fakta medis yang sebenarnya.

TF
Tania Fitrawan
22 Agu 2025 Diperbarui 16 Des 2025 3 menit
Jadikan readmore.id sebagai preferensi terpercayamu di Google
7 Mitos dan Fakta Seputar Demam pada Anak yang Wajib Orang Tua Tahu

Isi artikel

Demam adalah salah satu keluhan kesehatan anak yang paling sering terjadi, dan seiring dengan itu, beredar pula banyak mitos yang diwariskan turun-temurun. Sayangnya, beberapa mitos ini tidak hanya keliru, tetapi juga bisa mengarah pada penanganan yang salah. Sudah saatnya kita memisahkan mana mitos dan mana fakta berdasarkan bukti medis.

Berikut adalah 7 mitos paling umum seputar demam pada anak yang perlu diluruskan.

Mitos #1: Semua Demam Harus Segera Diobati

Fakta: Demam ringan hingga sedang (37.8°C - 40°C) sebenarnya adalah respons imun yang bermanfaat. Suhu tubuh yang lebih tinggi membantu tubuh melawan infeksi dengan memperlambat perkembangbiakan virus dan bakteri. Memberikan obat terlalu cepat justru bisa mengganggu proses alami ini. Fokus utama seharusnya adalah kenyamanan anak, bukan angka di termometer.

Mitos #2: Demam Tinggi Pasti Menyebabkan Kerusakan Otak

Fakta: Ini mungkin mitos yang paling menakutkan, dan ini TIDAK BENAR. Demam yang disebabkan oleh infeksi biasa sangat jarang melebihi 41°C. Kerusakan otak baru berisiko terjadi pada suhu ekstrem di atas 42°C, yang biasanya disebabkan oleh faktor eksternal seperti heat stroke (sengatan panas), bukan karena infeksi.

Mitos #3: Kejang Demam (Step) Menyebabkan Kerusakan Otak

Fakta: Meskipun terlihat mengerikan, kejang demam pada umumnya tidak menyebabkan kerusakan otak, epilepsi, atau menurunkan kecerdasan anak. Ini adalah respons sistem saraf anak yang belum matang terhadap lonjakan suhu yang cepat.

Mitos #4: Tumbuh Gigi Menyebabkan Demam Tinggi

Fakta: Seperti yang sudah dibahas, tumbuh gigi hanya menyebabkan kenaikan suhu ringan (di bawah 38°C) akibat peradangan gusi. Jika anak Anda demam tinggi, pasti ada penyebab lain seperti infeksi yang perlu dicari tahu.

Mitos #5: Kompres Air Dingin Lebih Cepat Menurunkan Panas

Fakta: Justru sebaliknya. Kompres air dingin membuat tubuh menggigil untuk menghasilkan panas lebih banyak dan memerangkap panas di dalam. Kompres air hangat adalah metode yang benar karena membantu melebarkan pembuluh darah dan melepaskan panas melalui penguapan.

Mitos #6: Jika Demam Tidak Turun Setelah Minum Obat, Berarti Obatnya Tidak Manjur

Fakta: Obat penurun panas biasanya akan menurunkan suhu sekitar 1 hingga 1.5°C, bukan menormalkannya seketika. Jika suhu anak turun dari 39.5°C menjadi 38.5°C setelah minum obat, itu artinya obat tersebut bekerja. Tujuan obat adalah membuat anak lebih nyaman, bukan menghilangkan demam sepenuhnya.

Mitos #7: Angka Suhu Menunjukkan Tingkat Keparahan Penyakit

Fakta: Demam tinggi tidak selalu berarti penyakitnya parah, dan demam ringan tidak selalu berarti penyakitnya enteng. Kondisi dan perilaku anak adalah indikator yang jauh lebih penting. Anak dengan demam 39.5°C yang masih mau bermain mungkin lebih baik kondisinya daripada anak dengan demam 38.5°C yang tampak sangat lemas dan tidak responsif.

Memahami fakta-fakta ini adalah langkah penting untuk menjadi orang tua yang lebih tenang dan bijaksana dalam merawat si kecil. Untuk panduan yang lebih utuh, selalu rujuk pada panduan lengkap mengatasi demam anak.

Iklan
TF

Tania Fitrawan

kontributor

Profil

Komentar

Nama
Email
Komentar

Komentar sebagai tamu akan ditinjau sebelum dipublikasikan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!