Read More
Sudah Diet Tapi Belum Langsing? Kenali 5 Kesalahan Intermittent Fasting yang Sering Dilakukan Pemula [Wajib Hindari]
Kesehatan

Sudah Diet Tapi Belum Langsing? Kenali 5 Kesalahan Intermittent Fasting yang Sering Dilakukan Pemula [Wajib Hindari]

Sudah rajin diet tapi berat badan stuck? Kenali 5 kesalahan Intermittent Fasting yang sering dilakukan pemula, mulai dari balas dendam saat makan hingga dehidrasi.

TF
Tania Fitrawan
24 Des 2025 3 menit
Jadikan readmore.id sebagai preferensi terpercayamu di Google
Sudah Diet Tapi Belum Langsing? Kenali 5 Kesalahan Intermittent Fasting yang Sering Dilakukan Pemula [Wajib Hindari]

Isi artikel

Pernahkah Anda merasa sudah mati-matian menahan lapar belasan jam dengan metode Intermittent Fasting (IF), tapi saat menimbang badan, angkanya justru tidak bergeser? Atau bahkan, pipi malah terasa makin tembam?

Tenang, Anda tidak sendirian. Banyak pemula yang terjebak dalam "lubang" yang sama. Intermittent Fasting memang salah satu metode diet paling efektif di dunia saat ini, namun jika dilakukan dengan cara yang salah, metabolisme Anda justru bisa kacau.

Bukannya lemak yang terbakar, tubuh Anda malah menyimpan cadangan energi darurat karena merasa terancam. Mari kita bedah 5 kesalahan fatal saat menjalankan diet IF yang sering bikin gagal total.

1. Pola Makan "Balas Dendam" di Jendela Makan

Ini adalah kesalahan nomor satu. Banyak orang mengira karena sudah berpuasa selama 16 jam, mereka bebas makan apa saja dalam jumlah berapa pun saat jendela makan dibuka.

Faktanya: Penurunan berat badan tetap membutuhkan defisit kalori. Jika Anda makan berlebihan (binge eating) sebagai bentuk "balas dendam" atas rasa lapar, kalori yang masuk akan melebihi yang terbakar. Hasilnya? Berat badan akan tetap stabil atau justru naik.

2. Memilih Makanan dengan Kualitas Buruk

Hanya karena jam makan terbatas, bukan berarti Anda boleh mengisi perut dengan gorengan, mie instan, atau minuman manis tinggi gula. Makanan dengan indeks glikemik tinggi akan memicu lonjakan insulin yang drastis.

Insulin adalah hormon penyimpan lemak. Jika insulin terus tinggi, tubuh tidak akan sempat masuk ke mode pembakaran lemak (ketosis). Prioritaskan protein berkualitas dan serat sayuran agar rasa kenyang bertahan lebih lama.

3. Dehidrasi: Mengira Tidak Boleh Minum

Berbeda dengan puasa keagamaan, Intermittent Fasting tetap mewajibkan Anda untuk menghidrasi tubuh. Banyak pemula lupa minum air putih selama jam puasa karena takut "batal".

Padahal, kurang minum akan memperlambat metabolisme dan memicu sinyal lapar palsu. Sering kali rasa lapar yang Anda rasakan di tengah puasa sebenarnya adalah tanda tubuh kehausan. Minumlah air putih, teh tawar, atau kopi hitam tanpa gula agar metabolisme tetap lancar.

4. Terlalu Ambisius dengan Durasi Ekstrem

Baru hari pertama, langsung coba metode OMAD (One Meal A Day) atau puasa 20 jam. Ini adalah resep menuju kegagalan karena tubuh akan mengalami stres metabolik hebat.

Mulailah secara bertahap. Gunakan metode 12:12 terlebih dahulu, lalu tingkatkan ke 14:10, hingga akhirnya mencapai standar emas 16:8. Memberi waktu bagi tubuh untuk beradaptasi akan membuat diet ini berkelanjutan dalam jangka panjang.

5. Kurang Tidur dan Stres Tinggi

Tahukah Anda bahwa kurang tidur dapat meningkatkan hormon ghrelin (pemicu lapar) dan menurunkan leptin (pemicu kenyang)? Selain itu, stres kronis memicu hormon kortisol.

Kortisol yang tinggi akan memberi perintah pada tubuh untuk menyimpan lemak di area perut sebagai cadangan energi darurat. Jadi, meski Anda sudah puasa ketat, perut buncit akan sulit hilang jika Anda kurang tidur atau terlalu stres.

Tanda Tubuh Menolak Diet IF

Anda harus peka. Jika mengalami pusing hebat yang tidak hilang setelah minum air, maag/asam lambung yang menyiksa, atau siklus haid yang berantakan (bagi wanita), itu tandanya tubuh Anda sedang "protes". Jangan paksakan diri dan segera konsultasikan dengan ahli gizi.

Menjalankan diet bukan tentang menyiksa diri, tapi tentang memberi nutrisi yang tepat di waktu yang tepat. Semangat mencoba kembali dengan cara yang benar!

Iklan
TF

Tania Fitrawan

kontributor

Profil

Komentar

Nama
Email
Komentar

Komentar sebagai tamu akan ditinjau sebelum dipublikasikan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!