Read More
Telapak Kaki Panas Saat Malam? Ini Penyebab yang Perlu Diwaspadai
Kesehatan

Telapak Kaki Panas Saat Malam? Ini Penyebab yang Perlu Diwaspadai

Telapak kaki terasa panas bisa karena kelelahan, jamur, neuropati, diabetes, atau kekurangan vitamin. Kenali penyebab, tanda bahaya, dan cara mengatasinya.

TF
Tania Fitrawan
26 Des 2025 Diperbarui 26 Jun 2026 5 menit
Jadikan readmore.id sebagai preferensi terpercayamu di Google
Telapak Kaki Panas Saat Malam? Ini Penyebab yang Perlu Diwaspadai

Isi artikel

Iklan

Telapak kaki terasa panas biasanya terjadi karena iritasi kulit, kelelahan, infeksi jamur, atau gangguan saraf tepi. Jika sensasinya seperti terbakar, muncul terutama malam hari, disertai kesemutan atau mati rasa, salah satu penyebab yang perlu dicurigai adalah neuropati perifer, termasuk neuropati akibat diabetes.

Keluhan ini tidak selalu berbahaya, tetapi jangan diabaikan jika terjadi berulang, makin berat, atau disertai luka kaki yang sulit sembuh.

Telapak Kaki Terasa Panas Gejala Apa?

Telapak kaki panas bisa terasa seperti terbakar, perih, kesemutan, ditusuk-tusuk, atau nyeri. Pada sebagian orang, keluhan muncul setelah berdiri lama atau memakai sepatu sempit. Pada orang lain, rasa panas justru lebih terasa saat menjelang tidur.

Secara medis, sensasi kaki panas yang menetap sering dikaitkan dengan gangguan saraf. Mayo Clinic dan Cleveland Clinic menyebut burning feet paling sering berhubungan dengan kerusakan saraf perifer, meski penyebabnya bisa bermacam-macam.

Penyebab Telapak Kaki Terasa Panas

1. Neuropati Perifer

Neuropati perifer adalah kerusakan saraf di luar otak dan sumsum tulang belakang. Keluhan yang muncul bisa berupa rasa panas, nyeri, kebas, kesemutan, atau seperti tertusuk jarum.

Jika ingin memahami dasar sistem saraf, baca juga penjelasan tentang apa itu saraf dan gejala penyakit saraf.

2. Diabetes atau Gula Darah Tinggi

Diabetes adalah salah satu penyebab umum neuropati perifer. Gula darah tinggi yang berlangsung lama dapat merusak saraf, terutama di kaki dan tungkai.

Gejalanya bisa berupa telapak kaki panas, kesemutan, mati rasa, nyeri menusuk, atau luka kaki yang lambat sembuh. Jika kamu memiliki riwayat diabetes, keluhan kaki panas sebaiknya diperiksa, bukan hanya diatasi dengan rendaman atau obat luar.

Untuk topik terkait, baca juga pembahasan tentang gula darah dan diabetes.

3. Kekurangan Vitamin B

Vitamin B, terutama B12, B1, dan B6, berperan penting untuk fungsi saraf. Kekurangan vitamin tertentu dapat memicu keluhan seperti kesemutan, kebas, lemah, atau sensasi panas pada kaki.

Kondisi ini lebih berisiko pada orang dengan pola makan sangat terbatas, gangguan penyerapan nutrisi, konsumsi alkohol berlebihan, atau kondisi medis tertentu. Pemeriksaan dokter diperlukan untuk memastikan apakah benar ada defisiensi vitamin.

4. Infeksi Jamur atau Kutu Air

Infeksi jamur di kaki dapat menimbulkan rasa panas, gatal, kulit mengelupas, pecah-pecah, atau perih di sela-sela jari. Keluhan biasanya memburuk jika kaki sering lembap, memakai sepatu tertutup terlalu lama, atau kaus kaki jarang diganti.

5. Sepatu Terlalu Sempit atau Kaki Tertekan

Sepatu sempit, sol keras, atau berdiri terlalu lama dapat memberi tekanan pada saraf dan jaringan kaki. Akibatnya, telapak kaki terasa panas, pegal, atau nyeri setelah aktivitas.

6. Tarsal Tunnel Syndrome

Tarsal tunnel syndrome terjadi ketika saraf di area pergelangan kaki tertekan. Gejalanya bisa berupa rasa panas, nyeri tajam, kesemutan, atau sensasi menjalar dari pergelangan ke telapak kaki.

7. Penyakit Ginjal atau Kondisi Medis Lain

Pada beberapa kondisi, gangguan ginjal, efek obat tertentu, infeksi, gangguan tiroid, atau paparan zat toksik juga dapat berkaitan dengan keluhan saraf dan sensasi panas pada kaki. Jika keluhan sering muncul tanpa sebab jelas, pemeriksaan medis lebih aman dilakukan.

Kenapa Telapak Kaki Terasa Panas Saat Menjelang Tidur?

Rasa panas bisa lebih terasa saat malam karena tubuh sedang diam, perhatian tidak teralihkan, dan sinyal nyeri dari saraf terasa lebih jelas. Pada neuropati, keluhan seperti panas, kesemutan, atau nyeri menusuk memang sering mengganggu tidur.

Namun, penyebab sederhana juga mungkin terjadi, misalnya kaki terlalu lelah, kamar panas, selimut terlalu tebal, sepatu seharian terlalu sempit, atau kulit kaki iritasi.

Cara Mengatasi Telapak Kaki Terasa Panas di Rumah

Jika keluhannya ringan dan tidak disertai tanda bahaya, beberapa langkah berikut bisa membantu meredakan:

  • Istirahatkan kaki. Kurangi berdiri terlalu lama dan angkat kaki sebentar saat beristirahat.
  • Gunakan kompres sejuk. Pakai air sejuk, bukan es langsung, terutama jika ada mati rasa.
  • Pilih sepatu yang nyaman. Gunakan alas kaki yang tidak sempit dan punya ventilasi baik.
  • Jaga kaki tetap kering. Ganti kaus kaki jika lembap untuk mencegah jamur.
  • Hindari menggaruk kulit. Jika ada gatal atau mengelupas, gunakan obat sesuai penyebabnya.
  • Perhatikan pola makan. Penuhi kebutuhan nutrisi, termasuk sumber vitamin B, sesuai kondisi tubuh.

Jangan merendam kaki dengan air sangat panas atau menempelkan es batu langsung. Jika saraf sedang bermasalah, kulit bisa terluka tanpa terasa.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksa ke dokter jika telapak kaki terasa panas disertai:

  • mati rasa atau kebas yang makin berat;
  • luka di kaki yang tidak kunjung sembuh;
  • kulit kaki berubah warna, bengkak, atau terasa sangat nyeri;
  • rasa panas muncul setelah cedera;
  • keluhan menyebar ke tungkai;
  • riwayat diabetes, penyakit ginjal, atau gangguan saraf;
  • demam, kelemahan, atau penurunan berat badan tanpa sebab jelas.

Jika keluhan mengarah ke gangguan saraf, dokter dapat menyarankan pemeriksaan gula darah, fungsi ginjal, kadar vitamin, pemeriksaan saraf, atau evaluasi kaki sesuai gejala.

Obat Telapak Kaki Panas Apakah Ada?

Obat telapak kaki panas tergantung penyebabnya. Jika karena jamur, obat antijamur bisa diperlukan. Jika karena neuropati diabetes, pengendalian gula darah dan obat nyeri saraf mungkin dibutuhkan. Jika karena kekurangan vitamin, dokter dapat menyarankan suplemen sesuai hasil pemeriksaan.

Hindari membeli obat saraf atau antibiotik sembarangan. Keluhan yang sama bisa berasal dari penyebab berbeda, sehingga pengobatannya juga berbeda.

Pertanyaan Umum tentang Telapak Kaki Panas

Apakah telapak kaki panas pasti diabetes?

Tidak selalu. Diabetes memang salah satu penyebab penting, tetapi kaki panas juga bisa terjadi karena infeksi jamur, sepatu sempit, kelelahan, kekurangan vitamin, atau gangguan saraf lain.

Kenapa kaki terasa panas saat malam?

Keluhan bisa lebih terasa saat malam karena tubuh sedang istirahat dan sinyal nyeri lebih mudah disadari. Pada neuropati, rasa panas dan kesemutan sering memburuk saat tidur.

Apakah telapak kaki panas boleh direndam air dingin?

Boleh menggunakan air sejuk untuk meredakan rasa tidak nyaman. Hindari es batu langsung, terutama jika kaki juga mati rasa atau ada riwayat diabetes.

Kapan telapak kaki panas berbahaya?

Berbahaya jika disertai luka sulit sembuh, mati rasa, perubahan warna kulit, nyeri berat, bengkak, demam, atau riwayat diabetes dan penyakit ginjal.

Kesimpulan

Telapak kaki terasa panas bisa disebabkan hal ringan seperti sepatu sempit atau infeksi jamur, tetapi juga bisa menjadi tanda gangguan saraf, diabetes, kekurangan vitamin, atau kondisi medis lain.

Jika keluhan ringan, istirahat, kompres sejuk, menjaga kaki tetap kering, dan memakai sepatu nyaman dapat membantu. Namun, jika keluhan berulang, makin berat, muncul saat malam, atau disertai mati rasa dan luka sulit sembuh, segera periksa ke dokter.

Iklan
TF

Tania Fitrawan

kontributor

Profil

Komentar

Nama
Email
Komentar

Komentar sebagai tamu akan ditinjau sebelum dipublikasikan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!