Indonesia telah mencapai pencapaian besar dalam dunia kesehatan dengan berhasil mengeliminasi Tetanus Maternal dan Neonatal (TMN). Tetanus maternal adalah infeksi yang menyerang ibu hamil atau dalam masa nifas, sedangkan tetanus neonatal menyerang bayi baru lahir. Eliminasi ini berarti terdapat kurang dari satu kasus tetanus neonatal per 1.000 kelahiran hidup di setiap kabupaten/kota di Indonesia. Prestasi ini divalidasi oleh badan internasional seperti WHO, UNICEF, dan UNFPA, menunjukkan keberhasilan Indonesia dalam memperluas cakupan imunisasi dan meningkatkan kebersihan persalinan, bahkan di wilayah dengan tantangan geografis yang sulit seperti Papua dan Maluku.
Salah Satu Target Eliminasi Tetanus Maternal dan Neonatal
Eliminasi TMN merupakan salah satu target penting dalam upaya kesehatan masyarakat global karena penyakit ini dikenal sebagai silent killer. Penyakit ini sering kali menyebabkan kematian bayi baru lahir secara cepat akibat infeksi yang menyebar dari luka tali pusar yang tidak steril. Ibu hamil juga berisiko terkena tetanus jika proses persalinan dilakukan dalam kondisi tidak higienis. Oleh karena itu, salah satu target utama dari eliminasi TMN adalah memastikan bahwa semua wanita usia subur (WUS) mendapatkan imunisasi tetanus toxoid (TT) lengkap sebelum hamil.
Langkah-Langkah Menuju Eliminasi
Untuk mencapai eliminasi TMN, Indonesia telah melakukan berbagai langkah strategis sejak tahun 1990. Beberapa langkah utama meliputi:
- Imunisasi Rutin: Program imunisasi TT diberikan kepada bayi, anak usia sekolah, ibu hamil, calon pengantin, dan wanita usia subur di daerah berisiko tinggi.
- Kampanye Imunisasi Tambahan: Di daerah dengan cakupan imunisasi rendah, kampanye imunisasi tambahan dilakukan untuk meningkatkan perlindungan terhadap tetanus.
- Persalinan Higienis: Pelatihan kepada bidan dan tenaga kesehatan untuk memastikan praktik persalinan dilakukan secara bersih dan aman.
- Peningkatan Akses Layanan Kesehatan: Penyediaan fasilitas kesehatan yang memadai di daerah terpencil untuk mendukung program imunisasi dan persalinan higienis.
Hasil Eliminasi di Indonesia
Pada tahun 2016, seluruh wilayah Indonesia dinyatakan bebas TMN setelah validasi dilakukan oleh WHO dan mitra internasional lainnya. Wilayah terakhir yang mencapai status eliminasi adalah Papua, Papua Barat, Maluku, dan Maluku Utara. Dengan keberhasilan ini, Indonesia menjadi negara terakhir di Asia Tenggara yang mencapai eliminasi TMN, menjadikan kawasan ini sebagai regional kedua di dunia setelah Eropa yang bebas TMN.
Keberhasilan ini tidak hanya menurunkan angka kematian ibu dan bayi baru lahir tetapi juga menunjukkan bahwa program kesehatan dapat berhasil meskipun menghadapi tantangan geografis. WHO menyebutkan bahwa eliminasi TMN adalah bukti kemampuan Indonesia dalam menyediakan akses imunisasi yang lebih baik kepada populasinya.
Tantangan dalam Mempertahankan Status Eliminasi
Meskipun eliminasi telah tercapai, mempertahankan status ini tetap menjadi tantangan besar. Beberapa langkah penting untuk menjaga keberhasilan ini meliputi:
- Memastikan cakupan imunisasi TT tetap tinggi (≥80%) melalui program imunisasi rutin.
- Menyediakan fasilitas penyimpanan vaksin yang memadai di semua puskesmas.
- Melakukan surveilans kasus tetanus neonatal secara berkala untuk mendeteksi risiko dini.
- Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya imunisasi TT dan persalinan higienis.
Keberhasilan Indonesia dalam mengeliminasi Tetanus Maternal dan Neonatal adalah bukti nyata bahwa kerja keras bersama dapat membawa perubahan besar dalam kesehatan masyarakat. Namun, usaha ini tidak boleh berhenti di sini. Kita semua memiliki peran untuk memastikan bahwa setiap ibu hamil dan bayi baru lahir mendapatkan perlindungan terbaik dari penyakit berbahaya seperti tetanus. Terima kasih telah membaca artikel ini. Jangan lupa kunjungi kembali untuk informasi menarik lainnya hanya di readmore.id!