Read More
[Fakta Medis] Habis Sahur Apakah Boleh Tidur? Awas, Ini 5 Bahayanya!
Kesehatan

[Fakta Medis] Habis Sahur Apakah Boleh Tidur? Awas, Ini 5 Bahayanya!

Habis sahur apakah boleh tidur? Simak fakta medis dan 5 bahaya mengintai jika langsung tidur setelah makan sahur di bulan Ramadan.

TF
Tania Fitrawan
25 Feb 2026 4 menit
Jadikan readmore.id sebagai preferensi terpercayamu di Google
[Fakta Medis] Habis Sahur Apakah Boleh Tidur? Awas, Ini 5 Bahayanya!

Isi artikel

Iklan

Habis sahur apakah boleh tidur? Ini adalah pertanyaan yang paling sering muncul setiap kali bulan Ramadan tiba di Indonesia. Siapa yang tidak pernah merasa ngantuk luar biasa setelah menyantap hidangan sahur di sepertiga malam? Perjuangan bangun dini hari, ditambah perut kenyang, membuat kasur terasa begitu menggoda.

Secara medis, jawabannya adalah tidak disarankan. Langsung tidur setelah makan sahur dapat mengganggu proses pencernaan karena tubuh dalam posisi berbaring saat lambung sedang bekerja keras mencerna makanan. Hal ini dapat memicu berbagai masalah kesehatan, mulai dari asam lambung naik hingga gangguan penyerapan nutrisi yang justru membuat tubuh lebih lemas saat menjalani puasa seharian.

Berdasarkan pengalaman medis dan berbagai penelitian, tubuh manusia membutuhkan waktu idealnya 2 hingga 3 jam untuk mengosongkan lambung setelah makan. Lalu, apa bahaya yang mengintai jika kita tetap nekat tidur? Dilansir dari jurnal medis terpercaya, berikut adalah penjelasannya.

Ilustrasi bahaya tidur setelah makan sahur

5 Bahaya Kesehatan Jika Langsung Tidur Setelah Sahur

1. Terkena GERD atau Asam Lambung Naik

Bahaya paling umum yang sering terjadi di masyarakat Indonesia adalah naiknya asam lambung atau GERD (Gastroesophageal Reflux Disease). Ahli Kesehatan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) menjelaskan bahwa langsung tidur setelah sahur menyebabkan cairan asam lambung berbalik arah kembali ke kerongkongan. Gejalanya meliputi rasa panas di dada (heartburn), dada terasa perih, hingga mual saat bangun tidur. Hal ini tentu akan merusak kualitas puasa Anda.

Baca Juga: Bolehkah Donor Darah Saat Puasa Ramadhan? Ini Hukum MUI & Fakta Medisnya

2. Gangguan Pencernaan dan Sembelit

Selain lambung, usus juga butuh waktu untuk mencerna makanan. Saat kita tidur, sistem pencernaan melambat. Pakar Kesehatan dari UM Surabaya menyatakan bahwa tidur langsung setelah sahur membuat makanan tidak bisa dicerna secara optimal. Akibatnya, usus menyerap sisa makanan telat, cairan berkurang, dan risiko mengalami sembelit atau susah buang air besar saat puasa semakin tinggi.

3. Memicu Penyakit Kardiovaskular (Stroke dan Penyakit Jantung)

Tidur telentang langsung dengan perut penuh bisa memberikan tekanan pada area diafragma dan jantung. Meski risikonya tidak terjadi dalam semalam, kebiasaan rutin di setiap momen Ramadan ini dapat meningkatkan ketegangan pada sistem kardiovaskular. Kerja tubuh yang berat mencerna karbohidrat tinggi—seperti nasi khas Indonesia—diikuti tekanan tidur mendadak, dalam jangka panjang dapat memicu risiko stroke ringan.

4. Risiko Kenaikan Berat Badan

Menurut Alodokter, posisi tidur otomatis menghentikan proses pembakaran kalori tubuh menjadi energi. Karena tidak ada aktivitas fisik setelah sahur, makanan karbohidrat dan lemak akhirnya lebih banyak ditimbun menjadi lemak tubuh. Tak heran jika ada sebagian orang yang malah bertambah berat badannya meski sedang berpuasa satu bulan penuh.

Baca Juga: 7 Tips Busui Puasa Ramadhan Tetap Lancar dan Bayi Sehat

5. Badan Lemas Saat Bangun

Bukannya memanen energi dari makanan sahur, tidur usai sahur justru kerap membuat kepala terasa pusing, dada terasa berat, dan badan terasa lemas luar biasa di pagi hari. Hal ini disebabkan kerja pencernaan dipaksa tetap berat saat fase istirahat (tidur), sehingga kualitas tidur menjadi sangat buruk (micro-awakening berulang).

Lalu, Kapan Boleh Tidur Lagi?

  • Beri Jeda Waktu: Tunggulah minimal 2 jam setelah selesai sahur sebelum kembali merebahkan badan di kasur.
  • Lakukan Aktivitas Ringan: Manfaatkan waktu jeda ini untuk melakukan salat Subuh berjemaah di masjid, membaca Al-Quran, jalan-jalan ringan di sekitar rumah, atau menyiapkan baju dan alat kerja (mencicil pekerjaan rumah).
  • Gunakan Bantal Tinggi: Jika terpaksa harus berbaring karena lemas atau alasan kesehatan spesifik, posisikan kepala dan dada bagian atas lebih tinggi (disangga bantal tidur). Posisi ini mengurangi dorongan cairan lambung naik secara bebas.

Bagaimana? Ternyata rasa kantuk sejenak tidak sebanding dengan rentetan masalah kesehatan yang ditimbulkan. Kini, Anda sudah paham mengenai dilema habis sahur apakah boleh tidur. Mari biasakan ubah pola harian kita selama Ramadan dengan mengisi jeda waktu bersama aktivitas yang lebih bermanfaat dan memetik keberkahan puasa dengan tubuh yang lebih bugar!

Iklan
TF

Tania Fitrawan

kontributor

Profil

Komentar

Nama
Email
Komentar

Komentar sebagai tamu akan ditinjau sebelum dipublikasikan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!