Read More
5 Ciri-Ciri Gejala Virus Nipah dan Cara Penularannya (Waspada!) [Update 2026]
Kesehatan

5 Ciri-Ciri Gejala Virus Nipah dan Cara Penularannya (Waspada!) [Update 2026]

Waspada wabah baru! Kenali ciri-ciri gejala Virus Nipah, mulai dari demam hingga radang otak. Simak cara penularan dan pencegahannya di sini.

TF
Tania Fitrawan
31 Jan 2026 3 menit
Jadikan readmore.id sebagai preferensi terpercayamu di Google
5 Ciri-Ciri Gejala Virus Nipah dan Cara Penularannya (Waspada!) [Update 2026]

Isi artikel

Belakangan ini, dunia kesehatan kembali digegerkan dengan ancaman Virus Nipah (NiV). Mendengar namanya saja mungkin sudah membuat kita was-was, apalagi mengingat tingkat kematiannya (case fatality rate) yang diperkirakan berkisar antara 40% hingga 75%. Pertanyaannya, apakah Anda sudah tahu bagaimana mengenali gejala awalnya sebelum terlambat?

Jangan panik dulu, tapi tetaplah waspada. Mengenali tanda-tanda infeksi sejak dini adalah kunci utama keselamatan. Artikel ini akan mengupas tuntas ciri-ciri gejala virus Nipah, cara penularannya, dan langkah pencegahan yang wajib Anda lakukan untuk melindungi keluarga tercinta.

Apa Itu Virus Nipah?

Virus Nipah adalah virus zoonosis, artinya virus ini ditularkan dari hewan ke manusia. Inang alami virus ini adalah kelelawar buah (genus Pteropus), atau yang sering kita sebut kalong. Meskipun inang utamanya kelelawar, virus ini juga bisa menginfeksi babi dan hewan ternak lainnya, serta menular antar manusia.

Penting untuk dicatat bahwa infeksi virus Nipah bisa menyebabkan penyakit ringan hingga berat, termasuk pembengkakan otak (ensefalitis) yang berpotensi fatal.

5 Ciri-Ciri Gejala Virus Nipah yang Perlu Diwaspadai

Gejala infeksi virus Nipah biasanya muncul dalam waktu 4 hingga 14 hari setelah terpapar virus. Namun, masa inkubasi ini bisa berlangsung hingga 45 hari. Berikut adalah tahapan gejalanya:

1. Demam dan Sakit Kepala Hebat

Gejala awal yang paling umum mirip dengan flu biasa. Penderita akan mengalami demam tinggi mendadak yang disertai dengan sakit kepala yang intens. Rasa tidak enak badan dan nyeri otot (mialgia) juga sering menyertainya.

2. Masalah Pernapasan

Banyak pasien juga melaporkan gangguan pada saluran pernapasan. Ini bisa berupa batuk, sakit tenggorokan, hingga sesak napas yang menyerupai gejala pneumonia atipikal.

Ilustrasi penyebaran virus nipah melalui kelelawar buah di senja hari

3. Muntah dan Nyeri Perut

Beberapa kasus melaporkan adanya gangguan pencernaan seperti mual dan muntah di fase awal infeksi.

4. Gejala Neurologis (Tanda Bahaya!)

Ini adalah fase yang paling mengkhawatirkan. Jika infeksi berlanjut ke radang otak (ensefalitis), penderita mungkin mengalami:

  • Rasa kantuk yang luar biasa atau mengantuk terus-menerus.
  • Pusing dan disorientasi (linglung).
  • Penurunan kesadaran mental.

5. Kejang dan Koma

Dalam kasus yang parah, perkembangan gejala bisa sangat cepat. Dari fase mengantuk, pasien bisa mengalami kejang-kejang dan jatuh koma dalam waktu 24 hingga 48 jam. Ini adalah kondisi gawat darurat yang membutuhkan penanganan medis segera.

Bagaimana Cara Penularan Virus Nipah?

Memahami cara penularan adalah langkah pertama pencegahan. Virus ini bisa menyebar melalui:

  • Kontak Langsung dengan Hewan: Bersentuhan dengan cairan tubuh (urine, air liur, darah) hewan yang terinfeksi, seperti kelelawar atau babi.
  • Makanan Terkontaminasi: Mengonsumsi buah-buahan yang telah digigit kelelawar atau minum air nira mentah (legen) yang terkontaminasi urine/liur kelelawar.
  • Penularan Antar Manusia: Kontak erat dengan cairan tubuh orang yang terinfeksi, biasanya terjadi pada keluarga atau tenaga medis yang merawat pasien tanpa APD yang memadai.

Baca Juga: 7 Manfaat Daun Kumis Kucing untuk Kesehatan: Rahasia Herbal Alami

Langkah Pencegahan Efektif

Belum ada vaksin khusus untuk virus Nipah, jadi pencegahan adalah senjata terbaik kita:

  1. Cuci Tangan Rutin: Selalu cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, terutama setelah kontak dengan hewan atau orang sakit.
  2. Hindari Kontak dengan Kelelawar & Babi: Jauhi area yang banyak kelelawar dan hindari kontak dengan babi yang tampak sakit.
  3. Jaga Kebersihan Makanan: Cuci bersih dan kupas buah sebelum dimakan. Hindari memakan buah yang jatuh di tanah atau memiliki bekas gigitan hewan. Hindari minum air nira mentah.
  4. Gunakan Masker: Jika Anda harus merawat orang yang sakit atau berada di area berisiko.

Virus Nipah memang berbahaya, tapi dengan pengetahuan yang tepat, kita bisa meminimalkan risikonya. Jika Anda atau kerabat mengalami gejala di atas, terutama setelah bepergian ke daerah wabah, segera cari pertolongan medis.

TF

Tania Fitrawan

kontributor

Profil

Komentar

Nama
Email
Komentar

Komentar sebagai tamu akan ditinjau sebelum dipublikasikan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!