Read More
6 Cara Mengatasi Leher Sakit Saat Menoleh (Tengeng) yang Ampuh dan Aman
Kesehatan

6 Cara Mengatasi Leher Sakit Saat Menoleh (Tengeng) yang Ampuh dan Aman

Bangun tidur leher kaku dan sakit buat noleh? Jangan dipaksa! Simak pertolongan pertama mengatasi leher tengeng (tortikolis) secara medis yang aman dan ampuh.

TF
Tania Fitrawan
22 Des 2025 3 menit
6 Cara Mengatasi Leher Sakit Saat Menoleh (Tengeng) yang Ampuh dan Aman

Isi artikel

Pernahkah Anda bangun tidur di pagi hari dengan perasaan segar, namun saat hendak menoleh ke samping, tiba-tiba leher terasa terkunci dan nyeri luar biasa? Kondisi ini sering kita sebut sebagai "salah bantal" atau dalam istilah Jawa dikenal sebagai tengeng. Secara medis, kekakuan otot leher mendadak ini disebut tortikolis akut.

Rasa sakitnya bisa sangat mengganggu aktivitas, membuat Anda bergerak kaku seperti robot seharian. Jangan khawatir, kondisi ini umumnya tidak berbahaya dan bisa ditangani sendiri di rumah. Berikut adalah panduan medis cara mengatasi leher sakit saat menoleh yang efektif.

1. Kenapa Leher Bisa Sakit Tiba-Tiba?

Sebelum mengobati, pahami dulu penyebabnya. Leher kaku biasanya terjadi karena otot leher (seperti sternocleidomastoid) mengalami kontraksi atau kejang akibat posisi yang tidak natural dalam waktu lama. Pemicu utamanya seringkali adalah posisi tidur yang salah (tengkurap), bantal yang terlalu tinggi, atau postur buruk saat menatap layar ponsel (text neck).

2. Kompres Dingin (Untuk 24-48 Jam Pertama)

Jika sakitnya baru saja terjadi dan terasa nyut-nyutan panas, itu tandanya ada peradangan akut. Pertolongan pertamanya adalah kompres dingin.

  • Bungkus es batu dengan handuk tipis.
  • Tempelkan pada area leher yang sakit selama 15-20 menit.
  • Ulangi setiap 2-3 jam sekali.

Suhu dingin membantu mematikan rasa nyeri sementara dan mengurangi peradangan pada otot.

3. Kompres Hangat (Setelah Fase Akut)

Setelah 2-3 hari, jika nyeri tajam sudah berkurang tapi leher masih kaku, ganti dengan kompres hangat. Panas akan melancarkan aliran darah dan membuat otot yang tegang menjadi lebih rileks/lentur. Mandi air hangat juga sangat membantu.

4. Peregangan (Stretching) Ringan

Jangan diamkan leher kaku total, tapi jangan juga dipaksa bergerak cepat. Lakukan peregangan statis perlahan:

  • Tunduk & Tengadah: Gerakkan dagu ke arah dada perlahan, tahan 5 detik. Lalu angkat wajah ke atas perlahan.
  • Miringkan Kepala: Dekatkan telinga kanan ke bahu kanan (jangan angkat bahunya). Lakukan sisi sebaliknya.
  • Toleh Pelan: Coba menoleh ke sisi yang sakit pelan-pelan sebatas kemampuan Anda, jangan dipaksa sampai sakit.

5. Obat Pereda Nyeri

Jika sakitnya tak tertahankan, Anda bisa mengonsumsi obat bebas (OTC) seperti Paracetamol atau Ibuprofen. Obat-obatan ini juga umum digunakan untuk meredakan berbagai jenis nyeri otot dan sendi, seperti pada kasus sakit nyeri lutut. Gunakan sesuai dosis yang tertera pada kemasan.

6. Perbaiki Kualitas Tidur

Pencegahan terbaik adalah tidur yang benar. Gunakan bantal yang menjaga leher tetap lurus sejajar dengan tulang belakang. Selain itu, pastikan Anda tidur nyenyak agar otot benar-benar istirahat. Mengonsumsi minuman relaksasi seperti teh chamomile sebelum tidur bisa membantu otot lebih rileks dan mencegah ketegangan saat tidur.

Kapan Harus ke Dokter?

Waspada jika sakit leher disertai gejala bahaya (red flags) seperti demam tinggi, muntah, atau kesemutan yang menjalar hingga ke lengan dan jari. Ini bisa jadi tanda saraf kejepit atau infeksi yang lebih serius, mirip seperti kewaspadaan pada nyeri dada sebelah kiri yang tidak boleh diabaikan. Segera periksakan diri ke dokter jika gejala tidak membaik dalam seminggu.

TF

Tania Fitrawan

kontributor

Profil

Komentar

Nama
Email
Komentar

Komentar sebagai tamu akan ditinjau sebelum dipublikasikan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!