Bising adalah suara yang terasa mengganggu, tidak diinginkan, atau terlalu kuat dalam suatu keadaan. Misalnya suara mesin, lalu lintas, musik keras, atau pekerjaan konstruksi. Sementara itu, kebisingan lebih sering digunakan sebagai istilah teknis ketika suara tersebut dibahas, diukur, atau dikelola dalam lingkungan kerja dan lingkungan hidup.
Suara tidak selalu menjadi masalah hanya karena keras. Waktu paparan, jarak dari sumber, jenis suara, kondisi ruangan, dan kebutuhan orang di sekitarnya juga berpengaruh. Suara yang mengganggu tidur, komunikasi, belajar, atau keselamatan perlu ditangani dengan serius.
Perbedaan Bising dan Kebisingan
| Istilah | Makna sederhana | Contoh penggunaan |
|---|---|---|
| Bising | Kata umum untuk keadaan atau suara yang ramai dan mengganggu | “Suara dari jalan itu bising.” |
| Kebisingan | Istilah untuk kondisi paparan suara yang tidak diinginkan; lazim dalam pembahasan teknis | “Area kerja perlu dinilai tingkat kebisingannya.” |
Dalam percakapan sehari-hari, keduanya sering dipakai bergantian. Saat membahas pengukuran, pengendalian, atau keselamatan kerja, istilah kebisingan biasanya lebih tepat karena berkaitan dengan tingkat suara dan durasi paparan.
Contoh Sumber Bising di Sekitar Kita
- Lalu lintas, klakson, kereta, dan pesawat.
- Proyek bangunan, mesin, generator, atau peralatan bengkel.
- Musik, televisi, pengeras suara, dan gim dengan volume tinggi.
- Peralatan rumah tangga atau lingkungan yang rapat dan bergema.
- Tempat kerja dengan mesin atau alat berdaya tinggi.
Untuk contoh dan pengelompokan yang lebih rinci, baca juga sumber kebisingan di rumah, lalu lintas, tempat kerja, dan ruang publik.
Dampak Kebisingan bagi Kesehatan dan Aktivitas
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan bahwa paparan suara lingkungan berlebihan dapat mengganggu tidur dan konsentrasi. Bukti ilmiah juga mengaitkan paparan kebisingan dengan gangguan pendengaran, tinnitus, serta peningkatan risiko masalah kesehatan tertentu. Risiko pada tiap orang tidak sama dan dipengaruhi kuat-lemahnya suara serta lamanya paparan.
1. Mengganggu pendengaran
Paparan suara sangat keras atau berulang dapat meningkatkan risiko gangguan pendengaran dan tinnitus, yaitu sensasi denging atau bunyi lain di telinga. Risiko lebih perlu diperhatikan bila telinga sering terpapar suara keras dari mesin, konser, atau headset pada volume tinggi.
2. Mengganggu tidur dan pemulihan tubuh
Suara yang masuk pada waktu istirahat dapat membuat sulit tidur, mudah terbangun, atau merasa tidak segar setelah bangun. Gangguan tidur berulang dapat memengaruhi suasana hati, fokus, dan aktivitas pada siang hari.
3. Menurunkan konsentrasi dan komunikasi
Di sekolah, rumah, atau tempat kerja, suara latar yang kuat dapat membuat orang sulit menangkap percakapan, belajar, atau menyelesaikan tugas yang membutuhkan perhatian. Dalam situasi kerja tertentu, kebisingan juga dapat meningkatkan risiko salah dengar instruksi.
4. Menambah rasa tidak nyaman dan stres
Suara yang terus-menerus dan tidak bisa dikendalikan dapat menimbulkan rasa jengkel, tegang, atau lelah. Bila keluhan berlangsung lama dan mengganggu kegiatan harian, cari cara mengurangi sumber atau paparannya.
Cara Mengurangi Paparan Bising
- Kurangi sumbernya bila memungkinkan. Kecilkan volume, matikan alat yang tidak dipakai, atau pilih waktu kerja yang tidak mengganggu orang lain.
- Tambah jarak. Menjauh dari sumber suara biasanya lebih efektif daripada sekadar menahan rasa tidak nyaman.
- Atur durasi paparan. Beri jeda untuk telinga setelah berada di tempat ramai atau memakai audio pribadi.
- Gunakan pelindung pendengaran yang sesuai. Pada area kerja atau kegiatan dengan suara kuat, gunakan pelindung yang tepat dan ikuti prosedur keselamatan di lokasi.
- Perbaiki kondisi ruangan. Tutup celah, atur posisi alat, gunakan bahan penyerap suara bila sesuai, dan pisahkan area tenang dari sumber bising.
Bising di Tempat Kerja
Pengendalian di tempat kerja sebaiknya tidak berhenti pada earplug atau earmuff. Urutan yang lebih baik adalah menilai sumber suara, melakukan perawatan mesin, membatasi paparan, mengatur area kerja, lalu melengkapi dengan pelindung pendengaran yang sesuai. Pekerja perlu mengikuti prosedur keselamatan dan melaporkan bila alat pelindung tidak memadai atau gejala pada telinga muncul.
Bila kamu sedang mempelajari pola paparan, lihat juga jenis-jenis kebisingan dan contohnya.
Kapan Perlu Memeriksakan Telinga?
Periksa ke tenaga kesehatan bila telinga berdenging terus-menerus, pendengaran terasa menurun, telinga nyeri atau penuh, pusing, atau keluhan muncul setelah paparan suara sangat keras. Cari pertolongan segera bila penurunan pendengaran terjadi mendadak.
Untuk informasi dasar mengenai keluhan denging, kamu dapat membaca panduan tentang tinnitus atau telinga berdenging.
FAQ
Apakah bising dan kebisingan sama?
Maknanya sangat dekat. Bising lazim dipakai dalam bahasa sehari-hari, sedangkan kebisingan lebih sering dipakai saat membahas paparan suara secara teknis atau formal.
Apakah semua suara keras berbahaya?
Tidak selalu. Risiko dipengaruhi oleh seberapa keras suara, berapa lama terpapar, seberapa dekat sumbernya, dan seberapa sering paparan terjadi.
Bagaimana cara tahu suara terlalu keras untuk telinga?
Jika kamu perlu meninggikan suara untuk berbicara dengan orang di dekatmu, telinga terasa tidak nyaman, atau ada denging setelahnya, kurangi volume atau jauhi sumber suara. Pengukuran profesional diperlukan untuk penilaian lingkungan kerja.
Apakah earphone bisa menyebabkan gangguan pendengaran?
Earphone tidak otomatis berbahaya, tetapi volume terlalu tinggi dan durasi panjang dapat meningkatkan risiko. Gunakan volume yang nyaman dan beri waktu istirahat untuk telinga.
Kesimpulan
Bising adalah suara yang mengganggu, sedangkan kebisingan adalah istilah yang lebih teknis untuk paparan suara tidak diinginkan. Kurangi sumber, tambah jarak, batasi durasi, dan gunakan pelindung yang sesuai bila perlu. Jangan abaikan tinnitus atau perubahan pendengaran, terutama setelah paparan suara keras.