Read More
Emosi Lagi Tinggi? Kenali Self-Soothing agar Bisa Menenangkan Diri dengan Aman
Kesehatan Mental

Emosi Lagi Tinggi? Kenali Self-Soothing agar Bisa Menenangkan Diri dengan Aman

Self-soothing adalah cara menenangkan diri saat emosi terasa tinggi. Kenali contoh latihan berbasis indra, kotak self-soothing, batasan, dan kapan perlu bantuan.

TF
Tania Fitrawan
19 Jul 2026 4 menit
Jadikan readmore.id sebagai preferensi terpercayamu di Google
Emosi Lagi Tinggi? Kenali Self-Soothing agar Bisa Menenangkan Diri dengan Aman

Isi artikel

Self-soothing adalah cara menenangkan diri ketika emosi terasa tinggi, misalnya saat cemas, kesal, sedih, atau kewalahan. Tujuannya bukan menghapus emosi dengan paksa, melainkan memberi tubuh dan pikiran jeda agar kita dapat memilih respons yang lebih aman.

Setiap orang bisa memiliki cara yang berbeda. Ada yang terbantu dengan napas perlahan, minum air, mendengar suara yang menenangkan, memegang benda bertekstur, atau berbicara kepada diri sendiri dengan lebih lembut.

Self-Soothing Artinya Apa?

Self-soothing secara sederhana berarti menenangkan diri sendiri. Ini adalah keterampilan yang dapat dipelajari untuk menghadapi tekanan sesaat. Latihan tersebut dapat memakai indra, kebiasaan tubuh yang aman, atau kalimat yang membantu kita berhenti sejenak sebelum bereaksi.

Self-soothing bukan berarti harus menghadapi semua masalah sendirian. Saat emosi berat atau masalah terus berulang, meminta dukungan tetap penting.

Bedanya Self-Soothing, Menghindar, dan Menekan Emosi

Self-soothingMenghindar/menekan emosi
Membantu mengambil jeda agar respons lebih terarah.Berusaha tidak merasakan apa pun atau lari dari masalah tanpa batas.
Dilakukan dengan cara yang aman dan sadar.Dapat berubah menjadi kebiasaan yang merugikan, misalnya penggunaan zat atau tindakan impulsif.
Setelah lebih tenang, masalah dapat dipikirkan atau dibicarakan kembali.Masalah sering tertunda dan dapat kembali terasa lebih berat.

Contoh Self-Soothing dengan Lima Indra

1. Penglihatan

  • lihat foto, warna, atau pemandangan yang terasa menenangkan
  • perhatikan cahaya matahari dari jendela atau tanaman di sekitar
  • amati satu benda dan sebutkan detailnya

2. Pendengaran

  • dengarkan musik pelan, suara hujan, atau rekaman suara yang membuat aman
  • perhatikan suara di sekitar tanpa harus menilainya

3. Penciuman

  • cium aroma sabun, teh, kopi, atau minyak aromaterapi bila nyaman
  • ingat bahwa aroma yang disukai satu orang belum tentu cocok untuk orang lain

4. Peraba

  • pegangan pada benda bertekstur, selimut, bantal, atau pakaian yang nyaman
  • cuci tangan dengan air hangat/dingin sesuai kenyamanan dan keamanan

5. Pengecap

  • minum air perlahan atau menikmati minuman hangat
  • sadari rasa makanan ringan tanpa menjadikannya satu-satunya cara menghadapi emosi

Latihan Cepat Saat Emosi Meningkat

  1. Berhenti sejenak jika situasinya aman. Beri jarak dari percakapan atau pemicu bila memungkinkan.
  2. Tarik napas nyaman. Tidak perlu memaksa hitungan tertentu; hembuskan napas perlahan dan hentikan bila terasa pusing.
  3. Pilih satu indra. Pegang benda yang nyaman, minum air, atau perhatikan suara di sekitar.
  4. Gunakan kalimat yang faktual dan lembut. Misalnya, “Aku sedang kesal, tetapi aku bisa mengambil jeda sebelum menjawab.”
  5. Tentukan langkah berikutnya. Setelah sedikit tenang, putuskan apakah perlu istirahat, menulis, berbicara, atau mencari bantuan.

Membuat Kotak Self-Soothing

Kotak self-soothing adalah kumpulan benda kecil yang mengingatkan Anda untuk mengambil jeda. Isinya tidak perlu mahal. Pilih benda aman dan sesuai kebutuhan, misalnya:

  • catatan berisi kontak orang tepercaya atau kalimat pengingat
  • permen atau teh yang disukai
  • aroma yang nyaman dan tidak memicu alergi
  • benda bertekstur lembut
  • foto, kartu, atau daftar kegiatan singkat yang membantu Anda merasa terhubung

Letakkan di tempat yang mudah dijangkau, tetapi jauhkan benda yang dapat membahayakan diri saat emosi sedang memuncak.

Kapan Self-Soothing Bisa Dicoba?

Latihan ini dapat dipakai saat Anda mulai sadar napas menjadi cepat, tubuh tegang, ingin membalas pesan dengan marah, atau pikiran terasa penuh. Lebih mudah jika dilatih ketika kondisi sedang cukup tenang, bukan hanya ketika sudah kewalahan.

Jika Anda ingin latihan yang lebih terstruktur untuk kembali fokus pada lingkungan, pelajari teknik grounding 5-4-3-2-1.

Hal yang Perlu Diwaspadai

Self-soothing seharusnya tidak melibatkan hal yang memperbesar risiko, seperti menyakiti diri, penggunaan alkohol/zat untuk menutup emosi, belanja impulsif yang mengganggu keuangan, atau mengisolasi diri terlalu lama. Jika cara yang biasa dilakukan justru membuat keadaan lebih buruk, cobalah mencari bantuan dari orang tepercaya atau profesional.

Kapan Perlu Mencari Bantuan?

Pertimbangkan menghubungi psikolog, psikiater, dokter, atau tenaga kesehatan bila emosi sering terasa tidak terkendali, mengganggu tidur, sekolah, pekerjaan, atau hubungan. Cari bantuan segera bila ada dorongan menyakiti diri sendiri/orang lain atau Anda merasa tidak aman.

Dalam keadaan darurat, hubungi layanan darurat setempat, pergi ke fasilitas kesehatan terdekat, atau minta orang tepercaya menemani. Self-soothing adalah dukungan sesaat, bukan pengganti pertolongan darurat.

FAQ

Self-soothing adalah apa?

Self-soothing adalah cara menenangkan diri dengan aman saat emosi terasa tinggi, misalnya memakai napas, indra, atau kalimat yang lembut kepada diri sendiri.

Apakah self-soothing sama dengan self-care?

Self-soothing lebih fokus pada menenangkan emosi dalam waktu dekat. Self-care lebih luas, mencakup kebiasaan yang menjaga kesehatan dan kesejahteraan dalam jangka panjang.

Apakah self-soothing dapat menggantikan terapi?

Tidak. Self-soothing dapat menjadi keterampilan pendukung, tetapi bukan pengganti penilaian atau perawatan profesional bila masalah berat atau berulang.

Bagaimana jika self-soothing tidak membantu?

Berhenti memaksa latihan, pilih cara yang lebih aman, dan hubungi orang tepercaya. Bila kesulitan terus terjadi, cari dukungan tenaga profesional.

Penutup

Self-soothing membantu kita memberi jeda ketika emosi sedang tinggi. Mulailah dari cara kecil yang aman: napas perlahan, air minum, benda bertekstur, atau kalimat yang lebih ramah kepada diri sendiri. Setelah ada ruang untuk tenang, masalah dapat dihadapi dengan bantuan yang tepat.

TF

Tania Fitrawan

kontributor

Profil

Komentar

Nama
Email
Komentar

Komentar sebagai tamu akan ditinjau sebelum dipublikasikan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!