Read More
Poliomielitis Adalah: Definisi, Kumpulan Gejala, dan Cara Pencegahannya (Kemenkes)
Kesehatan Bayi

Poliomielitis Adalah: Definisi, Kumpulan Gejala, dan Cara Pencegahannya (Kemenkes)

Penasaran poliomielitis adalah apa? Penyakit Polio merupakan infeksi virus menular penyebab kelumpuhan mendadak. Cek gejala dan pencegahannya!

TF
Tania Fitrawan
2 Mar 2026 3 menit
Poliomielitis Adalah: Definisi, Kumpulan Gejala, dan Cara Pencegahannya (Kemenkes)

Isi artikel

Apakah Anda baru saja mendengar imbauan dari Puskesmas atau dokter anak tentang pentingnya memberikan tetesan vaksin manis kepada bayi Anda? Hal ini bermula karena status bebas Polio yang disandang Indonesia sejak tahun 2014 sempat terusik oleh kemunculan kembali kasus infeksi ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) di beberapa wilayah. Tapi sebenarnya, apa itu Poliomielitis?

Banyak orang tua sering kali merasa awam, "Poliomielitis adalah penyakit apa? Apakah seberbahaya itu sehingga Pemerintah menggalakkan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) secara massal?"

Mari kita ulas secara tuntas mengenai penyakit ini, penyebab utama, gejala awal yang sering menipu (terlihat seperti flu biasa), hingga pentingnya perlindungan melalui imunisasi demi masa depan anak-anak kita.

Poliomielitis Adalah ... (Pengertian Medis)

Mengutip literatur resmi dari Kementerian Kesehatan RI dan RS Premier Jatinegara, Poliomielitis (sering disingkat Polio) adalah penyakit infeksi akut amat menular yang menyerang sistem saraf pusat, berpotensi sangat tinggi menyebabkan kelemahan otot secara mendadak hingga kelumpuhan permanen.

Penyakit ini disebabkan oleh Poliovirus. Penularannya terjadi utamanya melalui rute fecal-oral. Artinya, virus ini berpindah dari feses (tinja) anak yang terinfeksi menuju mulut anak lain; sering kali terjadi akibat sanitasi lingkungan yang buruk atau air yang terkontaminasi.

Setelah masuk melalui saluran pernapasan atau mulut, virus akan berkembang biak di dalam usus, kemudian menyebar ke pembuluh darah dan menyerang sel-sel saraf motorik di sumsum tulang belakang. Sayangnya, virus ini paling banyak menjadikan balita dan anak-anak usia di bawah 5 tahun sebagai sasaran utamanya karena sistem kekebalan mereka belum terbentuk sempurna.

Dua tetes vaksin polio oral untuk mencegah kelumpuhan pada balita

Gejala Infeksi Polio: Dari Flu Ringan hingga Lumpuh Layu

Tahukah Anda mengapa Polio sangat berbahaya? Karena lebih dari 90% orang yang terinfeksi nyatanya tidak menunjukkan gejala sama sekali, namun diam-diam menyebarkan virus ke balita lain di sekitarnya. Sementara itu, untuk kasus yang bergejala, perjalanannya bisa dibagi menjadi dua bentuk:

1. Gejala Non-Paralitik (Mirip Flu Biasa)

Pada awalnya, gejala yang muncul rentang 7 hingga 21 hari setelah infeksi ini sama dengan penyakit pernapasan biasa, yakni:

  • Demam ringan hingga sedang.
  • Mual, muntah, dan sakit kepala.
  • Rasa lelah (fatigue).
  • Kekakuan di area leher dan punggung.

2. Gejala Paralitik (Kelumpuhan)

Ini adalah level paling mengerikan. Dalam kurun waktu beberapa hari, penderita akan mengalami nyeri otot yang luar biasa (muscle twitching). Tak lama berselang, anak akan mendadak kehilangan fungsi refleks otot, diikuti dengan kelumpuhan ekstremitas (paling sering pada kedua kaki) yang dikenal medis sebagai Acute Flaccid Paralysis.

Jika infeksi telah menyerang saraf otot pernapasan (otot diafragma), kondisi ini bisa berujung fatal dan memicu kematian.

Pencegahan Utama: Tidak Ada Obat Selain Vaksin!

Satu fakta medis yang wajib orang tua catat tebal-tebal: Hingga tahun 2026 ini, tidak ada satu pun obat spesifik yang bisa menyembuhkan atau mematikan virus polio apabila telanjur masuk ke sistem saraf pusat. Satu-satunya senjata untuk melawan poliomielitis adalah memutus rantai penularannya agar tubuh kebal.

Oleh karena itu, jangan pernah sekalipun melewatkan pemberian imunisasi. Vaksin Polio biasanya masuk dalam paket wajib bareng imunisasi krusial lainnya di mana ibu-ibu juga sering bingung tentang jadwal vaksin Rotavirus usia berapa, atau khawatir melihat anak demam setelah diimunisasi.

  • Oral Polio Vaccine (OPV/BOPV): Diberikan melalui tetesan manis. Mudah aplikasinya dan sangat ampuh melindungi lingkungan usus dari ancaman transmisi.
  • Inactivated Polio Vaccine (IPV): Berupa suntikan virus tidak aktif ke otot untuk membentuk imunitas anti-paralisis yang kuat.

Kesimpulan

Poliomielitis adalah ancaman kelumpuhan masa depan yang dibawa oleh virus tangguh. Sanitasi yang buruk dan menolak partisipasi Posyandu menjadi biang kerok pelompatan virus. Ingat, lumpuh akibat Polio sifatnya irreversible (tidak bisa dipulihkan kembali). Yuk, bawa Si Kecil melengkapi jadwal dasar kesehatannya. Dua tetes manis bisa mengubah nasib anak Anda seumur hidup!

TF

Tania Fitrawan

kontributor

Profil

Komentar

Nama
Email
Komentar

Komentar sebagai tamu akan ditinjau sebelum dipublikasikan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!