Read More
Efek Imunisasi Rotavirus: yang Umum, Tanda Bahaya, dan Kapan Perlu Kontrol
Kesehatan Bayi

Efek Imunisasi Rotavirus: yang Umum, Tanda Bahaya, dan Kapan Perlu Kontrol

Apa saja efek imunisasi rotavirus pada bayi? Kenali efek samping yang umum seperti demam dan rewel, serta waspadai tanda bahaya intususepsi yang jarang.

TF
Tania Fitrawan
6 Okt 2025 Diperbarui 1 Jun 2026 3 menit
Efek Imunisasi Rotavirus: yang Umum, Tanda Bahaya, dan Kapan Perlu Kontrol

Isi artikel

Setelah bayi menerima imunisasi rotavirus, adalah hal yang wajar bagi orang tua untuk merasa sedikit cemas mengenai kemungkinan efek sampingnya. Mengetahui apa yang dianggap normal dan apa yang memerlukan perhatian medis adalah kunci untuk melewati masa pasca-vaksinasi dengan tenang.

Secara umum, efek imunisasi rotavirus bersifat ringan dan akan hilang dengan sendirinya. Namun, seperti semua vaksin, ada risiko efek samping serius yang sangat jarang terjadi dan penting untuk diwaspadai.

Artikel ini akan menguraikan efek samping yang umum terjadi, menjelaskan tanda bahaya yang perlu diwaspadai, dan kapan Anda perlu membawa si kecil kembali ke dokter.

Efek Samping Imunisasi Rotavirus yang Umum (KIPI Ringan)

Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) dari vaksin rotavirus biasanya bersifat ringan, sementara, dan tidak berbahaya. Gejala-gejala ini menunjukkan bahwa sistem kekebalan tubuh bayi sedang belajar untuk merespons virus yang telah dilemahkan.

Efek yang paling sering dilaporkan dalam 1-8 hari setelah vaksinasi meliputi:

  • Rewel atau Iritabilitas: Ini adalah efek samping yang paling umum. Bayi mungkin menjadi lebih rewel dari biasanya.
  • Demam Ringan: Kenaikan suhu tubuh ringan hingga sedang bisa terjadi.
  • Penurunan Nafsu Makan: Bayi mungkin tidak mau menyusu sebanyak biasanya untuk sementara waktu.
  • Diare Ringan: Beberapa bayi mengalami buang air besar yang lebih cair dari biasanya.
  • Muntah: Kejadian muntah juga bisa terjadi pada sebagian kecil bayi.
Bayi Setelah Imunisasi

Data uji klinis menunjukkan persentase kejadian yang bervariasi. Misalnya, pada vaksin Rotarix, iritabilitas bisa terjadi pada lebih dari 50% bayi, sementara demam, diare, dan muntah terjadi pada persentase yang lebih kecil.

Penanganan: KIPI ringan ini umumnya tidak memerlukan penanganan medis khusus selain perawatan suportif seperti memastikan bayi tetap terhidrasi, memberikan kenyamanan, dan memantau suhunya. Gejala biasanya akan membaik dalam beberapa hari.

Tanda Bahaya yang Perlu Diwaspadai: Intususepsi

Meskipun sangat jarang, ada satu efek samping serius yang terkait dengan vaksin rotavirus, yaitu intususepsi.

Intususepsi adalah kondisi medis darurat di mana sebagian usus terlipat dan masuk ke bagian usus di sebelahnya. Kondisi ini menyebabkan sumbatan usus yang menyakitkan dan berbahaya.

Risiko tambahan terjadinya intususepsi setelah vaksinasi rotavirus diperkirakan sekitar 1 hingga 6 kasus per 100.000 bayi yang divaksinasi. Risiko ini paling tinggi terjadi dalam 7 hari pertama setelah dosis pertama, dan lebih rendah setelah dosis berikutnya.

Orang tua harus segera mencari pertolongan medis jika bayi menunjukkan gejala-gejala intususepsi berikut:

  • Nyeri perut hebat yang datang tiba-tiba: Bayi akan menangis melengking dan terlihat sangat kesakitan.
  • Menarik lutut ke arah dada: Ini adalah posisi khas bayi saat mengalami nyeri perut yang parah.
  • Muntah (bisa berwarna hijau karena empedu).
  • Tinja bercampur darah dan lendir: Sering dideskripsikan terlihat seperti "jeli kismis merah" (red currant jelly stool).
  • Kelemahan atau lesu.

Meskipun menakutkan, penting untuk diingat bahwa manfaat vaksin rotavirus dalam mencegah ribuan kasus diare berat, dehidrasi, dan rawat inap jauh lebih besar daripada risiko intususepsi yang sangat kecil ini.

Kontrol Dokter Setelah Imunisasi

Kapan Perlu Kontrol ke Dokter?

Anda harus segera menghubungi dokter atau pergi ke unit gawat darurat jika:

  • Bayi menunjukkan salah satu gejala intususepsi yang disebutkan di atas.
  • Bayi mengalami reaksi alergi berat (anafilaksis), seperti kesulitan bernapas, bengkak pada wajah atau tenggorokan, dan kemerahan di seluruh tubuh (sangat jarang terjadi).
  • Demam tinggi yang tidak kunjung turun.
  • Bayi terlihat sangat lemas, lesu, dan tidak responsif.

Untuk efek samping ringan seperti rewel atau demam ringan, Anda umumnya tidak perlu langsung ke dokter kecuali jika gejalanya tidak membaik setelah beberapa hari atau Anda merasa sangat khawatir. Memahami cara pemberian vaksin yang benar juga dapat membantu meminimalkan ketidaknyamanan bayi.

TF

Tania Fitrawan

kontributor

Profil

Komentar

Nama
Email
Komentar

Komentar sebagai tamu akan ditinjau sebelum dipublikasikan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!