Scroll untuk baca artikel
Hukum

Kejahatan White-Collar: Memahami Tipologi dan Contohnya

×

Kejahatan White-Collar: Memahami Tipologi dan Contohnya

Sebarkan artikel ini
Kejahatan White-Collar

Kejahatan white-collar adalah jenis kejahatan yang sering kali tidak melibatkan kekerasan fisik, tetapi dapat memiliki dampak finansial yang sangat besar. Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh sosiolog Edwin Sutherland pada tahun 1939 untuk menggambarkan kejahatan yang dilakukan oleh individu dengan status sosial tinggi dalam konteks pekerjaan mereka. Dalam artikel ini, kita akan membahas dua tipologi utama kejahatan white-collar menurut Clinard dan Quinney (1967): kejahatan korporat dan kejahatan okupasional, serta memberikan contoh spesifik untuk masing-masing tipologi.

Kejahatan Korporat (Corporate Crime)

Definisi

Kejahatan korporat adalah pelanggaran hukum yang dilakukan oleh perusahaan atau individu atas nama perusahaan tersebut. Kejahatan ini biasanya dilakukan untuk keuntungan perusahaan dan sering kali melibatkan tindakan yang merugikan masyarakat atau lingkungan.

Contoh Kejahatan Korporat

  1. Skandal Emisi Volkswagen (2015)
    Volkswagen secara sengaja memasang perangkat lunak di kendaraan mereka untuk memanipulasi tes emisi, sehingga data yang disajikan tidak mencerminkan dampak lingkungan yang sebenarnya. Akibatnya, perusahaan ini dikenai denda miliaran dolar dan mengalami kerusakan reputasi yang signifikan.
  2. Pembuangan Limbah Beracun Secara Ilegal
    Sebuah perusahaan kimia membuang limbah beracun ke sungai tanpa mematuhi peraturan lingkungan yang berlaku, menyebabkan kerusakan ekosistem dan membahayakan kesehatan masyarakat sekitar. Tindakan ini tidak hanya melanggar hukum lingkungan tetapi juga menunjukkan ketidakpedulian terhadap kesejahteraan publik.

Kejahatan Okupasional (Occupational Crime)

Definisi

Kejahatan okupasional adalah pelanggaran hukum yang dilakukan oleh individu dalam kapasitas profesional mereka, sering kali untuk keuntungan pribadi. Kejahatan ini biasanya melibatkan penyalahgunaan posisi atau kepercayaan yang diberikan kepada individu tersebut.

Baca Juga!  7 Penyebab Permasalahan Sengketa Pertanahan yang Tak Kunjung Usai

Contoh Kejahatan Okupasional

  1. Penggelapan Dana Perusahaan
    Seorang akuntan perusahaan yang memanipulasi laporan keuangan untuk mengalihkan dana perusahaan ke rekening pribadinya. Tindakan ini merugikan perusahaan dan para pemegang saham, serta melanggar kepercayaan yang diberikan kepada akuntan tersebut.
  2. Penggunaan Properti Perusahaan untuk Kepentingan Pribadi
    Seorang karyawan yang menggunakan kendaraan perusahaan untuk keperluan pribadi tanpa izin. Misalnya, seorang sopir truk perusahaan yang menggunakan truk tersebut untuk mengangkut barang-barang pribadi pada malam hari untuk mendapatkan keuntungan tambahan.

Kesimpulan

Kejahatan white-collar, baik dalam bentuk kejahatan korporat maupun okupasional, memiliki dampak yang signifikan terhadap masyarakat dan ekonomi. Kejahatan korporat sering kali melibatkan tindakan yang merugikan masyarakat luas dan lingkungan, sementara kejahatan okupasional lebih berfokus pada penyalahgunaan posisi atau kepercayaan untuk keuntungan pribadi. Memahami tipologi dan contoh-contoh spesifik dari kejahatan ini dapat membantu kita lebih waspada dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat.

Dengan memahami dan mengenali berbagai bentuk kejahatan white-collar, kita dapat lebih siap untuk mengidentifikasi dan mencegah tindakan-tindakan yang merugikan ini di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *