Read More
Tetap Masuk Kerja padahal Tidak Fit? Kenali Presenteeism dan Dampaknya
Karier

Tetap Masuk Kerja padahal Tidak Fit? Kenali Presenteeism dan Dampaknya

Presenteeism adalah kondisi ketika karyawan tetap hadir bekerja meski tidak benar-benar sehat atau produktif. Kenali ciri, penyebab, dampak, contoh, dan cara mengatasinya.

KP
Keanu Pradipta
8 Jul 2026 5 menit
Jadikan readmore.id sebagai preferensi terpercayamu di Google
Tetap Masuk Kerja padahal Tidak Fit? Kenali Presenteeism dan Dampaknya

Isi artikel

Presenteeism adalah kondisi ketika seseorang tetap hadir bekerja, tetapi sebenarnya tidak dalam kondisi sehat, fokus, atau produktif. Ia mungkin tetap datang ke kantor, membuka laptop, atau ikut rapat, tetapi performanya menurun karena sakit, stres, kelelahan, atau masalah pribadi.

Berbeda dari bolos kerja, presenteeism sering tidak terlihat jelas. Karyawan tampak hadir, tetapi pekerjaan berjalan lebih lambat, kualitas menurun, dan risiko kesalahan meningkat. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa merugikan karyawan sekaligus organisasi.

Presenteeism Adalah Apa?

Presenteeism adalah kebiasaan tetap bekerja saat tubuh atau pikiran sebenarnya membutuhkan istirahat. Contohnya, seseorang tetap masuk kerja saat demam, migrain, sangat cemas, kelelahan berat, atau burnout, sehingga ia tidak bisa bekerja dengan optimal.

Dalam dunia kerja, presenteeism sering dianggap sepele karena orangnya tetap hadir. Padahal, hadir secara fisik tidak selalu berarti benar-benar mampu bekerja dengan baik.

Contoh Presenteeism di Tempat Kerja

Beberapa contoh presenteeism yang sering terjadi:

  • tetap bekerja saat sakit karena takut dianggap tidak profesional;
  • menghadiri rapat, tetapi sulit fokus karena kurang tidur atau stres berat;
  • memaksakan menyelesaikan tugas saat demam sehingga hasil kerja banyak salah;
  • tidak mengambil cuti meski kondisi mental sedang sangat lelah;
  • tetap online saat sebenarnya perlu pemulihan;
  • menunda berobat karena merasa pekerjaan tidak bisa ditinggal;
  • hadir di kantor hanya agar terlihat rajin, tetapi tidak produktif.

Presenteeism vs Absenteeism, Apa Bedanya?

IstilahArtiContoh
PresenteeismHadir bekerja, tetapi performa turun karena tidak fit atau tidak fokus.Masuk kerja saat sakit dan membuat banyak kesalahan.
AbsenteeismTidak hadir bekerja.Tidak masuk karena sakit, izin, atau alasan lain.

Absenteeism lebih mudah dihitung karena terlihat dari absensi. Presenteeism lebih sulit dideteksi karena orangnya tetap terlihat bekerja.

Penyebab Presenteeism

Presenteeism bisa terjadi karena banyak faktor, antara lain:

  • Budaya kerja yang memuja kehadiran. Karyawan merasa harus selalu terlihat bekerja.
  • Takut dinilai malas. Sakit atau lelah dianggap alasan yang lemah.
  • Beban kerja terlalu tinggi. Karyawan merasa pekerjaan akan menumpuk jika istirahat.
  • Kurang dukungan atasan. Karyawan tidak nyaman jujur soal kondisi tubuh atau mentalnya.
  • Rasa tanggung jawab berlebihan. Ada perasaan bersalah jika meninggalkan pekerjaan.
  • Masalah kesehatan fisik atau mental. Sakit kronis, stres, kecemasan, dan burnout dapat memicu performa turun.
  • Kebijakan cuti yang tidak jelas. Karyawan bingung atau takut menggunakan hak istirahatnya.

Kondisi ini berbeda dari sekadar tidak semangat sesekali. Jika terjadi berulang, presenteeism bisa menjadi tanda bahwa ritme kerja, beban tugas, atau budaya tim perlu diperbaiki.

Dampak Presenteeism bagi Karyawan dan Perusahaan

Presenteeism dapat berdampak pada dua sisi: kesehatan karyawan dan kinerja organisasi.

Dampak bagi karyawan

  • pemulihan sakit menjadi lebih lama;
  • stres dan kelelahan makin berat;
  • risiko burnout meningkat;
  • kualitas hidup menurun;
  • muncul rasa bersalah atau frustrasi karena performa tidak maksimal.

Dampak bagi perusahaan

  • produktivitas menurun meski kehadiran terlihat tinggi;
  • kualitas kerja turun;
  • kesalahan kerja lebih sering terjadi;
  • penularan penyakit lebih mudah terjadi jika karyawan sakit tetap masuk;
  • moral tim menurun karena beban kerja tidak sehat dianggap normal.

Untuk memahami isu perilaku kerja lain, baca juga quiet quitting di dunia kerja dan indikator loyalitas karyawan.

Ciri-Ciri Presenteeism yang Perlu Diwaspadai

  • sering hadir tetapi hasil kerja menurun;
  • mudah lupa, sulit fokus, atau sering membuat kesalahan kecil;
  • tetap bekerja saat sakit dan menolak istirahat;
  • sering lembur karena pekerjaan tidak selesai saat jam kerja;
  • terlihat lelah, murung, atau kehilangan energi;
  • tidak berani mengambil cuti meski membutuhkannya;
  • menganggap istirahat sebagai tanda tidak berdedikasi.

Cara Mengatasi Presenteeism

Presenteeism tidak bisa diselesaikan hanya dengan menyuruh karyawan “lebih produktif”. Perlu perubahan dari individu dan lingkungan kerja.

Untuk karyawan

  • kenali batas tubuh dan pikiran;
  • gunakan cuti atau izin sakit saat benar-benar perlu;
  • komunikasikan kondisi kepada atasan dengan jelas;
  • prioritaskan tugas penting saat energi terbatas;
  • hindari memaksakan diri hanya demi terlihat rajin;
  • cari bantuan profesional jika stres atau kelelahan terasa berat.

Untuk atasan dan perusahaan

  • nilai kinerja dari hasil dan kualitas, bukan sekadar kehadiran;
  • buat kebijakan cuti dan sakit yang jelas;
  • hindari budaya menyindir karyawan yang istirahat;
  • atur beban kerja secara realistis;
  • bangun komunikasi yang aman tentang kesehatan;
  • latih manajer mengenali tanda kelelahan tim.

Jika masalah utamanya adalah lingkungan kerja yang tidak sehat, artikel tentang dampak perilaku negatif di tempat kerja bisa menjadi bacaan lanjutan.

FAQ Seputar Presenteeism

Apa arti presenteeism?

Presenteeism berarti tetap hadir bekerja, tetapi tidak benar-benar produktif karena sakit, stres, kelelahan, atau kondisi lain yang mengganggu fokus dan performa.

Apa contoh presenteeism?

Contohnya tetap masuk kerja saat demam, tetap online ketika burnout, atau hadir rapat tetapi tidak bisa fokus karena kondisi fisik atau mental sedang buruk.

Apa bedanya presenteeism dan absenteeism?

Absenteeism berarti tidak hadir bekerja, sedangkan presenteeism berarti hadir tetapi performa kerja menurun karena kondisi tidak fit.

Apakah presenteeism sama dengan malas?

Tidak. Presenteeism bukan sekadar malas. Biasanya ada faktor kesehatan, stres, beban kerja, budaya kantor, atau tekanan psikologis yang membuat seseorang hadir tetapi tidak optimal.

Kenapa presenteeism berbahaya?

Karena bisa memperlambat pemulihan, menurunkan kualitas kerja, meningkatkan kesalahan, dan membuat budaya kerja tidak sehat dianggap normal.

Bagaimana cara mencegah presenteeism?

Caranya dengan memberi ruang istirahat yang sehat, menilai kinerja dari hasil, membuat kebijakan cuti yang jelas, dan membangun komunikasi kerja yang aman.

Kesimpulan

Presenteeism adalah kondisi ketika karyawan hadir bekerja tetapi tidak benar-benar sehat, fokus, atau produktif. Masalah ini sering tidak terlihat, tetapi dampaknya bisa besar bagi kesehatan, kualitas kerja, dan budaya organisasi.

Solusinya bukan memaksa orang bekerja lebih keras, melainkan membangun ritme kerja yang realistis, komunikasi yang aman, dan kebijakan istirahat yang manusiawi.

KP

Keanu Pradipta

kontributor

Profil

Komentar

Nama
Email
Komentar

Komentar sebagai tamu akan ditinjau sebelum dipublikasikan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!