Scroll untuk baca artikel
Manajemen

2 Jenis Pemeriksaan Keuangan: Audit Keuangan dan Audit Kinerja

Avatar
×

2 Jenis Pemeriksaan Keuangan: Audit Keuangan dan Audit Kinerja

Sebarkan artikel ini
Jenis Pemeriksaan Keuangan

Pemeriksaan keuangan atau audit adalah proses evaluasi bukti pendukung suatu laporan keuangan dengan tujuan memberikan pendapat mengenai kewajaran penyajiannya sesuai standar akuntansi yang berlaku. Ada dua jenis audit utama, yaitu audit keuangan dan audit kinerja.

Audit Keuangan

Audit Keuangan

Pengertian

Audit keuangan adalah pemeriksaan atas laporan keuangan historis suatu entitas untuk memberikan opini apakah laporan keuangan telah disajikan secara wajar sesuai standar akuntansi yang berlaku.

Laporan keuangan yang biasa diaudit adalah:

  • Neraca
  • Laporan Laba Rugi
  • Laporan Arus Kas
  • Laporan Perubahan Ekuitas
  • Catatan atas Laporan Keuangan

Tujuan

Tujuan audit keuangan adalah:

  • Memberikan opini apakah laporan keuangan telah disajikan secara wajar sesuai standar akuntansi yang berlaku.
  • Meningkatkan keandalan informasi keuangan bagi para pengguna laporan keuangan seperti investor, kreditur, pemerintah, dan masyarakat.

Jenis

Ada beberapa jenis audit keuangan, antara lain:

  • Audit Laporan Keuangan, merupakan audit paling umum dengan tujuan memberikan opini atas kewajaran penyajian laporan keuangan.
  • Audit Kepatuhan, mengaudit apakah entitas telah mematuhi peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.
  • Audit Operasional, mengaudit efisiensi dan efektivitas kegiatan operasional entitas meski bukan tujuan utama.

Proses

Proses audit keuangan secara umum terdiri dari tahapan-tahapan berikut:

  • Perencanaan Audit: menentukan ruang lingkup, anggaran waktu, dan metodologi audit.
  • Pengujian Pengendalian Internal: mengevaluasi efektivitas pengendalian internal terkait pelaporan keuangan.
  • Pengujian Substantif: melakukan verifikasi bukti pendukung untuk akun-akun laporan keuangan.
  • Pelaporan Audit: auditor merumuskan opini audit dan menyusun laporan audit.

Audit Kinerja

Audit Kinerja

Pengertian

Audit kinerja adalah pemeriksaan independen atas aspek ekonomis, efisiensi, dan efektivitas kegiatan operasional suatu entitas.

Baca Juga!  Kecewa Setelah Beli Produk atau Jasa? Ini yang Biasanya Dilakukan Pelanggan

Audit ini mengevaluasi 3E, yaitu:

  • Ekonomi: hemat dalam penggunaan sumber daya
  • Efisiensi: mendapatkan output maksimal dengan input tertentu
  • Efektivitas: sejauh mana tujuan dicapai

Tujuan

Tujuan audit kinerja adalah:

  • Mengevaluasi apakah kegiatan operasional entitas telah dilakukan secara ekonomis, efisien dan efektif.
  • Memberikan rekomendasi perbaikan untuk meningkatkan kinerja entitas.

Jenis

Beberapa jenis audit kinerja adalah:

  • Value-for-Money Audit, mengaudit nilai uang yang diperoleh dari penggunaan dana publik.
  • Performance Audit, mengaudit pencapaian tujuan dan sasaran program atau kegiatan.
  • Comprehensive Audit, kombinasi audit keuangan, kepatuhan dan kinerja.

Proses

Proses audit kinerja biasanya terdiri dari:

  • Perencanaan: menentukan tujuan, ruang lingkup, metodologi audit.
  • Pemeriksaan Pendahuluan: mempelajari entitas yang diaudit.
  • Pelaksanaan Audit: melakukan pengujian dan pengumpulan bukti audit.
  • Pelaporan: merumuskan temuan audit dan rekomendasi perbaikan.
  • Monitoring Tindak Lanjut: memantau implementasi rekomendasi audit.

Perbedaan Audit Keuangan dan Audit Kinerja

Berikut adalah perbedaan utama antara audit keuangan dan audit kinerja:

AspekAudit KeuanganAudit Kinerja
ObjekLaporan KeuanganKinerja Operasional
Standar AcuanStandar AkuntansiIndikator Kinerja
FokusKeandalan Informasi KeuanganEkonomis, Efisiensi, Efektivitas
PendapatOpini AuditRekomendasi Perbaikan

Jadi, audit keuangan lebih berfokus pada kewajaran penyajian laporan keuangan, sedangkan audit kinerja lebih pada evaluasi pencapaian tujuan secara ekonomis, efisien, dan efektif.

Penutup

Itulah pembahasan mengenai 2 jenis audit utama, yaitu audit keuangan dan audit kinerja. Keduanya memiliki peran penting dalam meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan maupun operasional suatu entitas.

Audit keuangan bertujuan memberikan keandalan informasi keuangan, sedangkan audit kinerja bertujuan evaluasi pencapaian tujuan secara ekonomis, efisien dan efektif.

Demikian artikel singkat mengenai jenis-jenis audit ini. Semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan kita tentang audit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *