Scroll untuk baca artikel
Rupa

Mengenal Lebih Dekat Jabatan Fungsional Pustakawan di Indonesia

×

Mengenal Lebih Dekat Jabatan Fungsional Pustakawan di Indonesia

Sebarkan artikel ini
Jabatan Fungsional Pustakawan

Hei, teman! Kali ini saya akan membahas tentang Jabatan Fungsional Pustakawan yang mungkin masih terdengar asing bagi sebagian orang. Namun, jabatan ini sebenarnya memiliki peran yang sangat penting dalam dunia perpustakaan dan informasi di Indonesia.

Apa itu Jabatan Fungsional Pustakawan?

Jabatan Fungsional Pustakawan adalah jabatan yang memiliki ruang lingkup, tugas, tanggung jawab, dan wewenang khusus untuk melaksanakan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan dengan sistem yang baku. Tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi bagi para pemustaka atau pengunjung perpustakaan.

Nah, siapa saja yang bisa menjadi Pustakawan? Ternyata, Pustakawan adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak untuk melaksanakan kegiatan kepustakawanan. Jadi, jabatan ini hanya bisa diduduki oleh PNS yang memenuhi persyaratan tertentu.

Tugas Pokok Pustakawan

Oke, sekarang kita bahas apa saja tugas pokok seorang Pustakawan. Secara umum, tugas pokok Pustakawan meliputi tiga hal utama:

  1. Pengelolaan Perpustakaan
    Ini mencakup kegiatan seperti pengadaan koleksi, pengolahan bahan pustaka, dan perawatan koleksi perpustakaan.
  2. Pelayanan Perpustakaan
    Pustakawan bertugas memberikan layanan kepada pemustaka, seperti layanan sirkulasi, layanan referensi, dan layanan literasi informasi.
  3. Pengembangan Sistem Kepustakawanan
    Ini meliputi kegiatan seperti pengembangan sistem informasi perpustakaan, standardisasi, dan kerjasama perpustakaan.

Tugas-tugas tersebut dilaksanakan sesuai dengan jenjang jabatan masing-masing pustakawan, baik pustakawan tingkat terampil maupun pustakawan tingkat ahli.

Jenjang Jabatan Fungsional Pustakawan

Nah, bicara soal jenjang jabatan, Jabatan Fungsional Pustakawan terdiri dari beberapa tingkatan, yaitu:

  1. Pustakawan Ahli Utama
  2. Pustakawan Ahli Madya
  3. Pustakawan Ahli Muda
  4. Pustakawan Ahli Pertama
  5. Pustakawan Penyelia
  6. Pustakawan Mahir
  7. Pustakawan Terampil
Baca Juga!  Panduan Praktis untuk Melatih Vokal dan Membiasakan Penggunaan Teknik Vokal yang Baik

Setiap jenjang jabatan memiliki uraian kegiatan dan persyaratan angka kredit yang harus dipenuhi untuk dapat naik ke jenjang yang lebih tinggi. Misalnya, untuk menjadi Pustakawan Ahli Utama, seseorang harus memenuhi persyaratan angka kredit tertentu yang diperoleh dari kegiatan kepustakawanan yang dilakukan.

Tabel 1. Contoh Persyaratan Angka Kredit Jabatan Fungsional Pustakawan

Jenjang JabatanAngka Kredit
Pustakawan Ahli Utama700
Pustakawan Ahli Madya400
Pustakawan Ahli Muda300
Pustakawan Ahli Pertama200

“Pustakawan adalah profesi yang mulia karena bertugas menyebarkan ilmu pengetahuan dan informasi kepada masyarakat luas,” ungkap Ibu Sari, seorang Pustakawan Ahli Madya di Perpustakaan Nasional RI.

Kedudukan Pustakawan dalam Instansi Pemerintah

Dalam struktur organisasi pemerintah, Pustakawan berkedudukan sebagai pelaksana teknis fungsional di bidang perpustakaan. Artinya, Pustakawan bertanggung jawab secara langsung kepada pejabat yang membidangi kepustakawanan di instansinya masing-masing.

Sebagai jabatan karier, Jabatan Fungsional Pustakawan hanya dapat diduduki oleh PNS. Kenaikan pangkat dan jabatan pustakawan ditentukan oleh akumulasi angka kredit yang diperoleh dari pelaksanaan tugas kepustakawanan yang dilakukan.

Kesimpulan

Demikianlah penjelasan lengkap tentang Jabatan Fungsional Pustakawan di Indonesia. Secara singkat, jabatan ini memiliki tugas pokok dalam pengelolaan dan pelayanan perpustakaan, dengan jenjang jabatan yang jelas dan sistem angka kredit untuk menunjang profesionalitas dan kinerja Pustakawan.

Keberadaan Pustakawan sangat penting dalam menjamin akses informasi dan pengetahuan bagi masyarakat luas. Oleh karena itu, jabatan ini diatur secara khusus agar dapat dijalankan dengan baik dan sesuai dengan standar yang berlaku.

Semoga penjelasan ini dapat menambah wawasan kita tentang dunia kepustakawanan di Indonesia. Jangan lupa untuk terus mengunjungi perpustakaan terdekat ya, teman!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *