Read More
25 Permainan Tradisional Indonesia yang Paling Populer dan Cara Mainnya
IPS

25 Permainan Tradisional Indonesia yang Paling Populer dan Cara Mainnya

Temukan 25 permainan tradisional Indonesia terpopuler, lengkap dengan sejarah singkat, aturan, dan cara bermain yang seru untuk anak-anak hingga dewasa.

FE
Frans Eka
10 Okt 2025 Diperbarui 1 Jun 2026 7 menit
Jadikan readmore.id sebagai preferensi terpercayamu di Google
25 Permainan Tradisional Indonesia yang Paling Populer dan Cara Mainnya

Isi artikel

Di tengah gempuran permainan digital, khazanah permainan tradisional Indonesia menawarkan pengalaman bermain yang unik, sarat interaksi sosial, dan mengasah keterampilan motorik. Dari Sabang sampai Merauke, setiap daerah memiliki nama permainan tradisional khas yang diwariskan turun-temurun sebagai bagian dari kekayaan budaya.

Permainan-permainan ini tidak hanya seru, tetapi juga mengandung nilai-nilai luhur seperti kejujuran, kerja sama tim, dan sportivitas. Mari kita kenali kembali beberapa permainan tradisional paling populer yang bisa menjadi alternatif kegiatan positif untuk mengisi waktu luang.

1. Gobak Sodor (Galah Asin)

Dikenal juga sebagai galah asin atau galasin, Gobak Sodor adalah permainan grup yang menguji strategi, kecepatan, dan kerja sama tim.

  • Asal Daerah: Populer di seluruh Jawa dan telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda di Jawa Tengah.
  • Alat: Lapangan persegi panjang dengan garis-garis pembatas, biasanya dibuat dengan kapur.
  • Cara Bermain: Dua tim (penjaga dan penyerang) berhadapan. Tim penjaga bertugas di setiap garis horizontal untuk menghalangi tim penyerang yang berusaha melintasi semua garis dari awal hingga akhir dan kembali lagi. Tim penyerang menang jika berhasil kembali tanpa tersentuh.

2. Egrang (Jangkungan)

Permainan ini membutuhkan keseimbangan dan keberanian luar biasa, berjalan di atas dua tongkat bambu panjang.

  • Asal Daerah: Dikenal sebagai jangkungan di Jawa Tengah dan memiliki sebutan lokal di Lampung.
  • Alat: Sepasang bambu panjang yang diberi pijakan kaki.
  • Cara Bermain: Pemain naik ke atas pijakan bambu dan berjalan dengan menjaga keseimbangan. Perlombaan biasanya mengadu kecepatan untuk mencapai garis finis tanpa jatuh.

3. Congklak (Dakon)

Congklak atau dakon adalah permainan papan strategis yang melatih kemampuan berhitung dan kesabaran.

  • Asal Daerah: Sangat populer di Jawa dan Sumatera, dengan banyak nama lokal seperti maggalenceng di Sulawesi.
  • Alat: Papan dengan 14 lubang kecil dan 2 lubang besar (lumbung), serta 98 biji-bijian.
  • Cara Bermain: Dua pemain saling berhadapan. Biji dibagikan satu per satu ke setiap lubang searah jarum jam. Pemenangnya adalah yang berhasil mengumpulkan biji terbanyak di lumbungnya.

4. Lompat Tali Karet

Permainan yang sangat populer di kalangan anak-anak ini melatih ketangkasan fisik dan koordinasi.

  • Asal Daerah: Merakyat di seluruh Indonesia, salah satunya dikenal sebagai “Main Karet” di Betawi.
  • Alat: Tali panjang yang dirangkai dari karet gelang.
  • Cara Bermain: Dua orang memegang ujung tali, sementara pemain lain melompatinya. Ketinggian tali dinaikkan secara bertahap, mulai dari mata kaki hingga “merdeka” (di atas kepala).

5. Petak Umpet

Siapa yang tidak kenal permainan klasik ini? Petak umpet menguji kejujuran, strategi bersembunyi, dan kejelian mencari.

  • Asal Daerah: Dikenal secara nasional dengan nama lokal seperti ucing sumput di Sunda.
  • Alat: Tidak memerlukan alat, hanya area bermain dengan banyak tempat persembunyian.
  • Cara Bermain: Satu pemain menjadi “penjaga” yang menutup mata dan berhitung sementara yang lain bersembunyi. Setelah selesai, penjaga harus menemukan semua temannya.
Perlombaan tradisional Indonesia

6. Bentengan

Permainan beregu ini menuntut strategi untuk merebut “benteng” lawan sambil melindungi benteng sendiri.

  • Asal Daerah: Populer di DKI Jakarta dan Jawa Barat.
  • Alat: Dua tiang atau pohon sebagai penanda benteng.
  • Cara Bermain: Dua tim saling berhadapan. Pemain harus menyentuh benteng lawan untuk menang. Jika pemain tersentuh lawan di luar area aman, ia akan menjadi tawanan.

7. Gasing

Gasing adalah permainan adu ketangkasan memutar benda kayu hingga berputar stabil dalam waktu lama.

  • Asal Daerah: Tradisi kuat di wilayah Melayu seperti Kepulauan Riau dan juga Sulawesi Selatan (dikenal sebagai Maksesing).
  • Alat: Gasing dari kayu dan seutas tali pemutar.
  • Cara Bermain: Tali dililitkan pada gasing, lalu dilempar ke tanah dengan sentakan agar berputar. Pemenangnya adalah gasing yang berputar paling lama.

8. Layang-layang

Menerbangkan layang-layang adalah perpaduan seni, sains, dan kesabaran yang menyenangkan.

  • Asal Daerah: Populer di seluruh nusantara.
  • Alat: Kerangka bambu, kertas tipis, dan benang.
  • Cara Bermain: Diterbangkan di area terbuka berangin. Keterampilan menarik dan mengulur benang menjadi kunci agar layangan stabil di udara.

9. Boi-boian

Permainan ini mirip dengan bowling, namun menggunakan tumpukan genteng dan bola kasti.

  • Asal Daerah: Populer di Jawa Barat.
  • Alat: Tumpukan pecahan genteng dan sebuah bola.
  • Cara Bermain: Tim pelempar berusaha merobohkan tumpukan genteng, lalu menyusunnya kembali. Sementara itu, tim penjaga berusaha “mematikan” lawan dengan melempar bola ke tubuh mereka.

10. Ular Naga Panjang

Permainan kelompok yang diiringi lagu ceria ini mengajarkan kekompakan dan kepatuhan pada aturan.

  • Asal Daerah: Dikenal luas dengan berbagai nama seperti Oray-orayan (Jawa Barat).
  • Alat: Tidak ada.
  • Cara Bermain: Dua pemain menjadi “gerbang”, sisanya membentuk barisan “ular” yang berjalan melewati gerbang sambil bernyanyi. Di akhir lagu, gerbang akan menangkap satu pemain.
Anak-anak bermain di festival

11. Cublak-cublak Suweng

Permainan tebak-tebakan dari Jawa yang sarat nilai filosofis untuk tidak serakah pada harta.

  • Asal Daerah: Jawa Tengah / Jawa Timur.
  • Alat: Kerikil atau biji-bijian.
  • Cara Bermain: Satu pemain menjadi “Pak Empo” yang berbaring telungkup, sementara pemain lain mengedarkan kerikil di punggungnya sambil bernyanyi. Di akhir lagu, Pak Empo harus menebak siapa yang menyembunyikan kerikil.

12. Jamuran

Permainan peran dari Jawa yang melatih kreativitas dan kepatuhan pada aturan kelompok.

  • Asal Daerah: Jawa Tengah / DI Yogyakarta.
  • Alat: Tidak ada.
  • Cara Bermain: Pemain membentuk lingkaran mengelilingi satu “pancer”. Sambil bernyanyi, pancer akan menyebutkan nama jamur dan pemain lain harus menirukan bentuknya.

13. Gathrik (Benthik)

Permainan ketangkasan dari Jawa ini menguji koordinasi mata dan tangan dalam memukul tongkat bambu.

  • Asal Daerah: Jawa.
  • Alat: Dua potong bambu (satu panjang sebagai pemukul, satu pendek sebagai “anak”).
  • Cara Bermain: Pemain mencongkel dan memukul bambu pendek sejauh mungkin. Tim lawan bertugas menangkapnya untuk mendapatkan giliran.

14. Engklek (Sunda Manda)

Permainan melompat dengan satu kaki di atas petak-petak yang digambar di tanah.

  • Asal Daerah: Sangat populer di seluruh Indonesia dengan berbagai nama.
  • Alat: Kapur atau pecahan genting untuk menggambar petak, dan sebuah gaco (biasanya batu pipih).
  • Cara Bermain: Pemain melempar gaco ke petak secara berurutan dan melompatinya dengan satu kaki, tidak boleh menginjak garis atau petak yang ada gaco.

15. Kelereng (Gundu)

Permainan adu ketepatan dengan menyentil kelereng kaca untuk mengenai kelereng lawan.

  • Asal Daerah: Nasional.
  • Alat: Kelereng kaca.
  • Cara Bermain: Pemain menyentil kelerengnya dari posisi jari yang ditentukan untuk mengenai kelereng lawan di dalam sebuah lingkaran. Kelereng lawan yang keluar lingkaran menjadi miliknya.

16. Sepak Rago

Permainan dari Sumatera Barat yang mirip sepak takraw, namun lebih fokus pada seni dan kerja sama.

  • Asal Daerah: Sumatera Barat.
  • Alat: Bola yang terbuat dari anyaman daun kelapa atau rotan.
  • Cara Bermain: Pemain membentuk lingkaran dan menendang bola secara bergantian menggunakan kaki bagian dalam, berusaha menjaga bola agar tidak jatuh ke tanah selama mungkin.

17. Balogo

Permainan tradisional suku Banjar yang melatih ketepatan dalam merobohkan target.

  • Asal Daerah: Kalimantan Selatan.
  • Alat: Kepingan tempurung kelapa (logo) dan sebuah penanda target (biasanya dari bambu).
  • Cara Bermain: Pemain meluncurkan atau memukul logo untuk mengenai target yang dipasang di jarak tertentu.

18. Tepa Tonggo

Permainan yang mirip egrang namun menggunakan batok kelapa sebagai pijakannya.

  • Asal Daerah: Sulawesi Selatan (Bugis-Makassar).
  • Alat: Dua buah batok kelapa yang dilubangi dan diberi tali.
  • Cara Bermain: Pemain berdiri di atas batok kelapa sambil memegang talinya, lalu berjalan menjaga keseimbangan.

19. Patil Lele

Nama lain dari permainan Gathrik atau Benthik yang populer di Jawa Timur.

  • Asal Daerah: Jawa Timur.
  • Alat: Dua potong bambu atau kayu (panjang dan pendek).
  • Cara Bermain: Sama seperti Gathrik, yaitu mencongkel dan memukul kayu pendek sejauh mungkin.

20. Oray-orayan

Versi Sunda dari permainan Ular Naga Panjang, lengkap dengan lagu pengiring berbahasa Sunda.

  • Asal Daerah: Jawa Barat.
  • Alat: Tidak ada.
  • Cara Bermain: Sama seperti Ular Naga Panjang, dua anak menjadi gerbang dan barisan anak lain berjalan melewatinya sambil bernyanyi.

21. Galah Asin / Galasin

Nama lain yang sangat populer untuk permainan Gobak Sodor, terutama di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya.

  • Asal Daerah: Jawa Barat / Jakarta.
  • Alat: Lapangan bergaris.
  • Cara Bermain: Sama persis dengan Gobak Sodor.

22. Main Karet

Sebutan populer untuk permainan Lompat Tali di kalangan masyarakat Betawi, Jakarta.

  • Asal Daerah: DKI Jakarta (Betawi).
  • Alat: Tali dari rangkaian karet gelang.
  • Cara Bermain: Sama seperti Lompat Tali pada umumnya, dengan level ketinggian yang bertambah.

23. Jangkungan

Nama lain untuk Egrang yang umum digunakan di wilayah Jawa Tengah.

  • Asal Daerah: Jawa Tengah.
  • Alat: Sepasang bambu panjang dengan pijakan.
  • Cara Bermain: Sama seperti Egrang, yaitu berjalan di atas bambu.

24. Cato

Permainan strategi dari Aceh yang disebut-sebut sebagai “catur Aceh”, mengandalkan kemampuan berpikir taktis.

  • Asal Daerah: Aceh.
  • Alat: Papan permainan dan biji-bijian.
  • Cara Bermain: Permainan adu strategi untuk ‘memakan’ biji lawan, mirip dengan catur atau dam-daman.

25. Sepak Tekong

Permainan dari Riau yang menggabungkan sepak bola dengan petak umpet, di mana kaleng (tekong) yang ditendang menjadi penanda.

  • Asal Daerah: Riau.
  • Alat: Sebuah kaleng bekas.
  • Cara Bermain: Satu pemain menjadi penjaga kaleng. Pemain lain menendang kaleng sejauh mungkin dan bersembunyi. Penjaga harus mengambil kaleng, meletakkannya kembali, lalu mencari teman-temannya.

Setiap permainan ini memiliki keunikan dan nilai edukasi tersendiri, menjadikannya warisan budaya yang tak ternilai. Untuk daftar yang lebih ekstensif, Anda bisa melihat 100 permainan tradisional dari seluruh Nusantara.

FE

Frans Eka

admin

Profil

Komentar

Nama
Email
Komentar

Komentar sebagai tamu akan ditinjau sebelum dipublikasikan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!