Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

INS Kayutanam: Membangun Kemandirian dan Semangat Kebangsaan Melalui Pendidikan Nonformal

×

INS Kayutanam: Membangun Kemandirian dan Semangat Kebangsaan Melalui Pendidikan Nonformal

Sebarkan artikel ini
INS Kayutanam

Indonesisch Nederlandsche School (INS) Kayutanam, yang didirikan pada tanggal 31 Oktober 1926 di Kayutanam, Padang Pariaman, Sumatra Barat oleh Mohammad Sjafei, merupakan lembaga pendidikan menengah swasta yang memiliki peran penting dalam perjuangan pendidikan yang berlandaskan semangat kemerdekaan.

Riwayat Singkat Pendirian INS Kayutanam

INS Kayutanam didirikan sebagai respons terhadap sistem pendidikan yang pada masa itu cenderung mempersiapkan tenaga kerja murahan demi kepentingan Pemerintahan Hindia Belanda. Dengan semangat untuk mendidik rakyat ke arah kemerdekaan, INS Kayutanam menjadi wadah bagi pendidikan yang menggabungkan ilmu umum dan kejuruan. Di samping itu, INS Kayutanam juga menekankan nilai-nilai spiritual, moral, dan tanggung jawab terhadap keselamatan nusa dan bangsa.

Asas dan Tujuan

INS Kayutanam

INS Kayutanam memiliki beberapa asas yang menjadi landasan utama pendidikan di lembaga ini. Asas-asas tersebut mencakup percaya diri sendiri dan pada Tuhan, berakhlak setinggi mungkin, bertanggung jawab atas keselamatan nusa dan bangsa, berjiwa aktif positif dan aktif negatif, memiliki daya cipta, cerdas, logis, rasional, berperasaan tajam, halus, dan estetis, serta gigih atau ulet yang sehat. Dengan prinsip-prinsip ini, INS Kayutanam bertekad untuk menciptakan individu yang berintegritas, memiliki kreativitas, dan memiliki kesadaran akan tanggung jawab terhadap bangsa dan negara.

Peran dan Kontribusi

Pada awal pendiriannya, INS Kayutanam hanya menyewa rumah penduduk dengan jumlah murid awal sebanyak 79 orang. Tanpa adanya subsidi pemerintah, INS mampu bertahan dan berkembang selama bertahun-tahun. INS Kayutanam telah melahirkan banyak alumni yang berperan besar dalam kehidupan masyarakat, bahkan menjadi tokoh-tokoh yang dikenal masyarakat luas. Beberapa di antaranya adalah Hasnan Habib, Ali Akbar Navis, Mara Karma, dan Mochtar Lubis. Selain memberikan pendidikan akademik, INS Kayutanam juga mendorong pengembangan keterampilan seperti kerajinan tangan dan disiplin, sehingga murid-murid dapat mandiri dan siap menghadapi kehidupan di masa depan.

Baca Juga!  Peran Sistem Pendidikan dalam Kemajuan Bangsa: Sorotan Negara Maju

Membangun Kemandirian dan Semangat Kebangsaan

INS Kayutanam tidak hanya menjadi lembaga pendidikan semata, tetapi juga menjadi tempat di mana semangat kemerdekaan ditanamkan, dan kemandirian serta semangat kebangsaan dibangun. Dengan pendidikan yang berbasis pada nilai-nilai kebangsaan, INS Kayutanam menjadi tonggak penting dalam membentuk karakter dan sikap generasi muda pada masa itu.

Kesimpulan

INS Kayutanam, melalui nilai-nilai, asas, dan prinsip pendidikannya, telah memberikan kontribusi yang besar dalam membentuk generasi muda yang memiliki kesadaran akan kemerdekaan, kemandirian, dan tanggung jawab terhadap bangsa dan negara. Dengan semangat yang diusungnya, INS Kayutanam tetap menjadi inspirasi bagi dunia pendidikan di Indonesia.

(Sumber: Wikipedia, Kompas, Good News from Indonesia, Jurnal Online UNY, Kemenag Sumsel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *