Pernahkah Anda bertanya-tanya, mengapa kloset di kamar mandi Anda tidak berbau kotoran meskipun terhubung langsung dengan septic tank? Jawabannya ada pada desain Leher Angsa.
Kloset leher angsa adalah standar sanitasi yang ditetapkan oleh organisasi kesehatan dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan RI. Namun, seperti apa sebenarnya bentuk dan cara kerjanya?
Bentuk Kloset Leher Angsa
Dinamakan "leher angsa" karena saluran pembuangannya memiliki lengkungan yang menyerupai leher angsa alias huruf "S" atau "P" (biasa disebut S-Trap atau P-Trap). Lengkungan ini bukan tanpa fungsi, melainkan sebuah rekayasa sederhana yang brilian.
Cara Kerja "Water Seal" (Jebakan Air)
Lengkungan tersebut berfungsi untuk menjebak sejumlah kecil air setiap kali Anda menyiram (flush). Air yang terjebak ini disebut water seal.
- Penahan Bau: Air tersebut menutup jalan agar gas metana dan bau busuk dari septic tank tidak bisa naik kembali ke ruangan kamar mandi.
- Penahan Serangga: Mencegah kecoa, tikus, atau kelabang masuk ke kamar mandi melalui lubang kloset.
Bedanya dengan Kloset Cemplung (Plengsengan)
Kloset model lama (cemplung) memiliki saluran yang lurus langsung ke bawah. Akibatnya, bau dari kotoran di bawah bisa langsung tercium, dan serangga mudah naik. Itulah mengapa kloset leher angsa jauh lebih higienis dan tidak bau.
Jenis-Jenis Kloset Leher Angsa
Saat ini hampir semua kloset modern sudah menggunakan sistem leher angsa, baik yang model jongkok maupun duduk.
Saat membeli kloset jongkok keramik, pastikan Anda melihat bagian bawahnya. Jika salurannya melengkung seperti huruf S, itu adalah leher angsa. Jika lurus (corong), itu adalah model plengsengan biasa.
Menggunakan kloset leher angsa adalah langkah kecil namun berdampak besar bagi kesehatan sanitasi keluarga Anda. Selain bebas bau, Anda juga terhindar dari risiko penyakit yang dibawa oleh vektor seperti lalat dan kecoa.