Hewan laut bercangkang tidak berasal dari satu kelompok saja. Kerang, tiram, siput laut, dan nautilus termasuk moluska yang membentuk cangkang. Kepiting, lobster, udang, dan teritip merupakan krustasea dengan kerangka luar. Kelomang berbeda lagi karena memakai cangkang kosong milik siput sebagai pelindung.
Apa yang Disebut Hewan Laut Bercangkang?
Istilah “hewan bercangkang” adalah sebutan umum, bukan nama satu kelompok ilmiah. Cangkang moluska biasanya dibentuk oleh mantel dan sebagian besar tersusun dari kalsium karbonat. Cangkang ini tumbuh bersama pemiliknya.
Pada krustasea, lapisan keras yang tampak seperti cangkang sebenarnya disebut eksoskeleton atau kerangka luar. Bahan penyusunnya mencakup kitin, protein, dan mineral. Karena tidak ikut membesar, kerangka luar harus dilepaskan saat hewan tumbuh melalui proses molting.
| Jenis pelindung | Contoh | Cara tumbuh |
|---|---|---|
| Cangkang buatan tubuh | Kerang, tiram, siput laut, nautilus | Ditambah lapis demi lapis oleh mantel |
| Kerangka luar | Kepiting, lobster, udang, teritip | Dilepas dan diganti saat molting |
| Cangkang pinjaman | Kelomang | Berganti ke cangkang kosong yang lebih sesuai |
10 Contoh Hewan Laut Bercangkang
1. Kepiting

Kepiting adalah krustasea berkaki sepuluh atau dekapoda. Bagian keras yang menutupi tubuhnya disebut karapas, bagian dari kerangka luar. Setelah molting, lapisan baru masih lunak sehingga kepiting lebih rentan sampai mengeras kembali.
2. Lobster

Lobster juga termasuk dekapoda. Karapas melindungi kepala dan dada, sedangkan ruas-ruas pada bagian perut memungkinkan tubuh bergerak. Seperti kepiting, lobster harus molting agar dapat tumbuh.
3. Udang

Udang mempunyai kerangka luar yang relatif tipis serta tubuh beruas. Bentuk ini memberi perlindungan tanpa menghilangkan kelenturan saat berenang. Udang juga mengalami molting berkali-kali selama pertumbuhannya.
4. Tiram

Tiram memiliki dua katup yang bentuk luarnya sering tidak beraturan. Hewan ini memperoleh makanan dengan menyaring partikel kecil dari air melalui insang. Mutiara dapat terbentuk pada beberapa jenis tiram dan kerang mutiara, tetapi tidak setiap individu menghasilkan mutiara bernilai perhiasan.
5. Kerang Hijau

Kerang hijau termasuk bivalvia. Benang kuat yang disebut byssus membantunya menempel pada batu, tiang, atau sesama kerang. Jika ingin mengenali kelompok yang umum dikonsumsi, lihat juga jenis kerang laut yang bisa dimakan beserta tips amannya.
6. Teritip

Teritip sering dikira moluska karena tubuhnya terbungkus pelat putih dan menempel permanen. Sebenarnya, hewan ini adalah krustasea yang berkerabat dengan kepiting dan lobster. Saat terendam, teritip membuka pelatnya dan mengulurkan kaki berbulu bernama cirri untuk menangkap makanan.
7. Nautilus

Nautilus adalah sefalopoda, kelompok yang juga mencakup gurita dan cumi-cumi. Berbeda dari kerabatnya itu, nautilus hidup dalam cangkang luar spiral. Bagian dalam cangkang terbagi menjadi banyak ruang; tubuh menempati ruang terluar, sedangkan ruang lainnya membantu mengatur daya apung melalui perpindahan gas dan cairan.
8. Brakiopoda

Brakiopoda memiliki dua katup sehingga sekilas menyerupai kerang. Namun, keduanya berasal dari kelompok berbeda. Katup kerang umumnya berada di sisi kiri dan kanan tubuh, sedangkan katup brakiopoda berada di sisi atas dan bawah. Semua brakiopoda hidup di laut dan sebagian besar menetap di dasar perairan.
9. Siput Laut

Siput laut bercangkang termasuk gastropoda. Mantelnya menambahkan bahan baru di tepi bukaan sehingga cangkang membesar mengikuti pertumbuhan tubuh. Tidak semua gastropoda laut memiliki cangkang luar yang jelas; nudibranch atau siput laut telanjang, misalnya, kehilangan cangkangnya saat dewasa.
10. Kelomang

Kelomang tidak membuat cangkang spiral sendiri. Krustasea ini menempati cangkang gastropoda yang sudah kosong untuk melindungi perutnya yang lunak. Ketika tubuh membesar, kelomang mencari rumah dengan ukuran yang lebih pas. Baca juga penjelasan tentang cara kelomang memilih dan berganti cangkang.
Apa Fungsi Cangkang bagi Hewan Laut?
- Melindungi jaringan lunak: cangkang mengurangi risiko luka dan serangan pemangsa, meski tidak membuat hewan kebal.
- Menopang tubuh: kerangka luar menjadi tempat melekatnya otot pada krustasea.
- Mengurangi kehilangan air: teritip dapat menutup pelatnya ketika air laut surut.
- Membantu daya apung: ruang cangkang nautilus membantu hewan bergerak naik dan turun di air.
- Menyediakan perlindungan kedua: cangkang kosong dapat dipakai kelomang dan menjadi tempat hidup organisme kecil.
Apakah Semua Cangkang Terbuat dari Bahan yang Sama?
Tidak. Cangkang moluska sebagian besar tersusun dari kalsium karbonat yang dipadukan dengan bahan organik. Kerangka luar krustasea mengandung kitin dan protein, serta dapat diperkuat mineral. Pelat teritip juga kaya kalsium karbonat meskipun hewannya termasuk krustasea.
Perbedaan bahan dan cara tumbuh inilah yang menjelaskan mengapa kerang mempertahankan cangkangnya seumur hidup, sedangkan kepiting harus meninggalkan kerangka luarnya secara berkala.
Pertanyaan Umum
Hewan bercangkang disebut apa?
Tidak ada satu nama ilmiah untuk semua hewan bercangkang. Moluska mencakup kerang, tiram, siput, dan nautilus. Krustasea mencakup kepiting, lobster, udang, teritip, serta kelomang.
Apa perbedaan cangkang kerang dan kepiting?
Cangkang kerang dibuat oleh mantel dan membesar melalui penambahan lapisan. Pelindung kepiting adalah kerangka luar yang harus dilepas saat hewan tumbuh.
Apakah kelomang lahir dengan cangkang?
Tidak. Kelomang memiliki kerangka luar sendiri, tetapi bagian perutnya lunak. Ia memakai cangkang siput kosong sebagai perlindungan tambahan dan menggantinya ketika ukurannya tidak lagi sesuai.
Apakah teritip termasuk kerang?
Bukan. Teritip merupakan krustasea dan lebih dekat kekerabatannya dengan kepiting serta lobster daripada dengan kerang.