Scroll untuk baca artikel
Rupa

Hal yang Dilarang untuk Mengikuti Kerja Sama Internasional

Avatar
×

Hal yang Dilarang untuk Mengikuti Kerja Sama Internasional

Sebarkan artikel ini
Hal yang Dilarang untuk Mengikuti Kerja Sama Internasional

Kerja sama internasional sangat penting dalam menjaga perdamaian dan kestabilan dunia. Namun, ada beberapa hal yang harus dihindari oleh setiap negara agar kerja sama internasional berjalan dengan baik dan bermanfaat bagi semua pihak.

Terlibat dalam Terorisme atau Pendanaannya

Salah satu hal yang sangat dilarang dalam kerja sama internasional adalah keterlibatan dalam aktivitas terorisme atau pendanaan terhadap kelompok teroris. Terorisme sendiri didefinisikan sebagai penggunaan kekerasan oleh kelompok tertentu, baik individu maupun negara, untuk mencapai tujuan politik atau ideologi mereka.

Contoh kasus terorisme yang paling terkenal adalah serangan 11 September 2001 di Amerika Serikat yang dilakukan oleh jaringan teroris Al Qaeda. Serangan ini menewaskan hampir 3000 orang dan melumpuhkan perekonomian AS untuk sementara waktu. Kasus lainnya adalah serangan bom di Bali pada 2002 dan 2005 yang juga dilakukan oleh jaringan teroris.

Pendanaan terhadap kelompok teroris juga sangat dilarang dan dapat mengancam stabilitas keamanan internasional. Sebagai contoh, Iran dituduh membiayai kelompok militan seperti Hezbollah dan Hamas. Tuduhan ini membuat Iran sulit bekerja sama dengan banyak negara.

Oleh karena itu, setiap negara yang ingin bekerja sama secara internasional harus menghindari keterlibatan dalam terorisme, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui pendanaan.

Proliferasi Senjata Nuklir

Isu lain yang sensitif dalam kerja sama internasional adalah penyebaran atau proliferasi senjata nuklir secara ilegal. Senjata nuklir memiliki potensi penghancuran yang sangat besar sehingga penggunaannya harus diawasi secara ketat oleh komunitas internasional.

Baca Juga!  Cerita Pendek Bahasa Madura: Kisah Kehidupan Masyarakat Pulau Garam

Beberapa contoh kasus proliferasi senjata nuklir yang kontroversial adalah program nuklir Korea Utara dan Iran. Kedua negara ini dituduh mengembangkan senjata nuklir secara diam-diam, yang dapat mengancam perdamaian dunia. Tuduhan ini membuat hubungan kedua negara tersebut dengan banyak negara menjadi tegang.

Oleh karena itu, setiap negara yang ingin bekerja sama internasional harus transparan soal program nuklirnya dan bersedia diawasi oleh badan internasional seperti IAEA (International Atomic Energy Agency).

Pelanggaran HAM

Isu sensitif lainnya dalam kerja sama internasional adalah sistematis dan beratnya pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia) yang dilakukan suatu negara terhadap warga negaranya sendiri.

Contoh kasus yang paling mencolok adalah pelanggaran HAM oleh rezim militer Myanmar terhadap etnis Rohingya. Pelanggaran HAM yang dilakukan antara lain pembunuhan, penyiksaan, pemerkosaan, yang mengakibatkan ratusan ribu etnis Rohingya mengungsi ke Bangladesh. Kasus ini membuat banyak negara memutuskan hubungan dengan Myanmar.

Contoh lain adalah tuduhan pelanggaran HAM Uighur oleh China, berupa penahanan sewenang-wenang dan kerja paksa di kamp-kamp reedukasi. Meski China membantah, tuduhan ini tetap membuat hubungan China dan Barat memanas.

Oleh karena itu, setiap negara yang menginginkan kerja sama internasional yang baik harus menghormati HAM dan tidak boleh melakukan pelanggaran HAM secara sistematis dan berat terhadap warga negaranya.

Korupsi dan Penyalahgunaan Keuangan

Isu sensitif lainnya adalah korupsi dan penyalahgunaan keuangan secara sistematis yang dilakukan pejabat publik suatu negara. Hal ini dapat merongrong stabilitas ekonomi baik domestik maupun global.

Menurut Transparency International, korupsi telah menyebabkan kerugian ekonomi global mencapai $500 miliar per tahun. Selain itu, korupsi juga berkorelasi dengan kemiskinan dan ketimpangan. Semakin tinggi tingkat korupsi suatu negara, semakin besar kemungkinan warganya hidup dalam kemiskinan.

Baca Juga!  Cara Menghilangkan Bekas Bruntusan di Pipi: Tips Ampuh dan Mudah

Contoh kasus korupsi besar yang mengguncang hubungan internasional adalah skandal 1MDB di Malaysia. Kasus ini melibatkan Perdana Menteri Malaysia saat itu, Najib Razak, yang diduga menggelapkan dana publik hingga miliaran dolar dari perusahaan investasi milik pemerintah 1MDB. Skandal ini membuat hubungan Malaysia dan banyak negara menjadi tegang.

Oleh karena itu setiap negara harus memberantas korupsi dan menjamin transparansi serta akuntabilitas penggunaan keuangan publik jika ingin menjalin kerja sama internasional dengan baik.

Intervensi Internal Negara Lain

Hal sensitif lainnya yang harus dihindari dalam kerja sama internasional adalah intervensi sepihak terhadap urusan internal atau kedaulatan negara lain tanpa persetujuan.

Contoh kasus yang terkenal adalah invasi Amerika Serikat ke Irak pada 2003 atas tuduhan Irak memiliki senjata pemusnah massal. Invansi ini ternyata tanpa bukti dan dianggap sebagai pelanggaran kedaulatan Irak. Kasus ini memicu kekacauan di Irak hingga bertahun-tahun dan merusak hubungan AS dengan banyak negara.

Kasus lain adalah krisis Krimea antara Rusia dan Ukraina pada 2014. Rusia dituduh menduduki dan mencaplok secara sepihak wilayah Krimea dari Ukraina. Hal ini juga dianggap sebagai pelanggaran kedaulatan Ukraina dan memicu ketegangan hubungan Rusia dengan Barat.

Oleh karena itu, setiap negara harus menghormati kedaulatan negara lain dan tidak boleh melakukan intervensi secara sepihak dalam urusan internal negara lain tanpa persetujuan.

Agresi atau Ancaman Militer

Hal sensitif terakhir yang harus dihindari dalam kerja sama internasional adalah melakukan agresi atau ancaman militer terhadap negara lain tanpa alasan yang sah menurut hukum internasional.

Contoh kasus yang paling mutakhir adalah invasi Rusia ke Ukraina pada 2022. Invasi ini dianggap ilegal dan melanggar kedaulatan Ukraina. Kasus ini memicu perang di Ukraina dan bencana kemanusiaan yang menelan banyak korban jiwa. Selain itu invasi Rusia ini juga memicu ketegangan hubungan Rusia dengan hampir seluruh dunia.

Baca Juga!  Hari Baik untuk Memotong Rambut: Perspektif dari Berbagai Kepercayaan

Kasus lain yang terkenal adalah Perang Teluk tahun 1990-1991 saat Irak menyerang dan menduduki Kuwait. Serangan Irak ini juga dianggap ilegal dan memicu perang melawan pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat. Perang ini berakhir dengan kekalahan telak Irak dan merusak hubungan Irak dengan banyak negara hingga bertahun-tahun.

Oleh karena itu setiap negara harus menghindari agresi atau ancaman militer kecuali bila diserang atau dimandatkan oleh resolusi PBB. Hal ini penting demi menjaga perdamaian dan stabilitas hubungan internasional.

Penutup

Itulah beberapa hal sensitif yang harus dihindari oleh setiap negara dalam menjalin kerja sama internasional, meliputi keterlibatan dalam terorisme, proliferasi nuklir, pelanggaran HAM, korupsi dan penyalahgunaan keuangan, intervensi internal negara lain, serta agresi dan ancaman militer.

Dengan menghindari hal-hal sensitif ini, setiap negara dapat menjalin kerja sama internasional yang baik, adil, saling menguntungkan dan menjaga perdamaian dunia. Kita semua berharap agar hubungan antar negara semakin erat dan stabil di masa mendatang demi kesejahteraan bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *