Indikator pH adalah zat kimia yang digunakan untuk menentukan tingkat keasaman atau basa suatu larutan. Indikator pH bekerja dengan cara menunjukkan perubahan warna pada rentang pH tertentu. Penggunaan indikator pH sangat membantu dalam berbagai bidang ilmu seperti kimia, biologi, pertanian, dan bidang industri.
Macam-Macam Indikator pH
Secara umum, terdapat tiga jenis utama indikator pH, yaitu:
Indikator Universal
Indikator universal adalah jenis indikator pH yang paling lengkap. Indikator ini mampu menunjukkan perubahan warna untuk seluruh rentang nilai pH mulai dari pH 1 hingga pH 14, sehingga disebut universal. Contoh yang paling umum dari indikator universal adalah kertas indikator pH.
Indikator Alami
Indikator alami adalah indikator pH yang berasal dari alam, seperti ekstrak akar, daun, buah, atau bunga dari tanaman tertentu. Contoh indikator alami antara lain ekstrak kunyit, kayu secang, kubis ungu, mahkota bunga sepatu, dan banyak lagi.
Indikator Sintetis
Berbeda dari indikator alami, indikator sintetis adalah indikator buatan yang dibuat di laboratorium secara kimiawi. Beberapa contoh indikator sintetis antara lain fenolftalein, metil merah, bromtimol biru, dan lain-lain. Indikator jenis ini lebih praktis penggunaannya.
Trayek pH Indikator
Setiap indikator pH memiliki trayek pH tertentu dimana terjadi perubahan warnanya. Misalnya metil merah memiliki trayek pH 3,4 hingga 4,4. Pada pH di bawah 3,4, metil merah berwarna merah. Kemudian memudar menjadi warna kuning pada pH 4,4.
Berikut adalah trayek beberapa indikator pH:
No. Indikator pH Trayek pH Warna Asam Warna Basa 1 Metil merah 3,4 – 4,4 Merah Kuning 2 Bromtimol biru 6,0 – 7,6 Kuning Biru 3 Fenolftalein 8,0 – 10 Tak berwarna Merah
Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa setiap indikator pH memiliki trayek yang berbeda-beda dalam menunjukkan perubahan warnanya. Hal ini sangat berguna agar kita dapat mengukur pH dengan lebih akurat pada berbagai tingkatan pH.
Cara Menggunakan Indikator pH
Nah, setelah mengetahui berbagai jenis dan trayek indikator pH, bagaimana sih caranya menggunakan indikator pH dengan benar? Berikut langkah-langkah menggunakan indikator pH:
1. Siapkan larutan yang akan diukur pH-nya
Larutan bisa berupa larutan asam, basa, atau netral. Pastikan larutan tidak mengandung endapan dan cukup jernih. Gunakan tabung reaksi bersih untuk meletakkan larutan uji.
2. Tambahkan indikator pH
Indikator pH bisa ditambahkan dalam bentuk tetesan menggunakan pipet tetes atau dicelupkan menggunakan lidi. Jika menggunakan kertas indikator universal, cukup celupkan sebentar ke dalam larutan uji.
3. Amati dan catat perubahan warna
Amati dengan seksama perubahan warna yang terjadi. Kemudian bandingkan warna yang dihasilkan dengan trayek warna indikator sesuai tabel yang tersedia.
4. Tentukan pH larutan
Berdasarkan warna yang dihasilkan dan trayek indikator pH, tentukan nilai pH dari larutan uji. Jika menggunakan kertas indikator universal, nilai pH biasanya sudah tertera pada kertas indikator.
Aplikasi Indikator pH
Indikator pH banyak dimanfaatkan dalam berbagai bidang, seperti:
- Kimia & Biokimia Untuk mengetahui sifat asam-basa senyawa kimia atau mengukur pH larutan biokimia.
- Pertanian Mengukur pH tanah agar sesuai untuk tanaman budidaya.
- Akuakultur Mengontrol pH air untuk kehidupan ikan dan biota air.
- Industri Makanan & Minuman Mengontrol proses fermentasi dan menjaga kualitas produk akhir.
Indikator Universal
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, indikator universal adalah jenis indikator pH yang paling lengkap trayek pH-nya. Indikator universal mampu menunjukkan perubahan warna untuk seluruh rentang nilai pH dari pH 1 hingga pH 14.
Kertas indikator pH merupakan contoh paling umum dari indikator universal. Kertas ini mengandung campuran beberapa indikator sintetis sehingga mampu mendeteksi pH sangat asam hingga sangat basa.
Indikator Alami
Berbeda dari indikator sintetis, indikator alami diperoleh langsung dari alam yaitu berbagai jenis tanaman. Zat warna alami dalam tanaman tersebutlah yang berperan sebagai indikator pH.
Beberapa contoh tanaman yang menghasilkan zat warna alami sebagai indikator pH antara lain:
- Kunyit
- Kayu secang
- Kubis ungu
- Kelopak bunga sepatu
- Daun jati
- dan masih banyak lagi
Cara pembuatan indikator alami cukup sederhana, biasanya dengan merebus bagian tanaman tersebut dalam air kemudian disaring. Hasil saringan yang berwarna itulah yang digunakan sebagai indikator pH alami.
Indikator Sintetis
Indikator sintetis adalah indikator buatan yang dibuat di laboratorium secara kimiawi, bukan berasal dari alam. Beberapa contoh indikator sintetis antara lain:
- Fenolftalein: tak berwarna pada pH < 8, merah muda pada pH > 8.
- Metil merah: merah pada pH < 4,4 dan kuning pada pH > 4,4 .
- Bromtimol biru: kuning pada pH < 6, biru pada pH > 7,6.
- Timol biru: merah pada pH < 1,2, biru pada pH > 8,0.
Keuntungan indikator sintetis adalah warnanya lebih jelas dan konsisten. Selain itu, indikator sintetis lebih awet dan praktis penggunaannya.
Itulah artikel panjang seputar fungsi dan macam-macam indikator pH beserta contoh dan cara penggunaannya. Semoga informasi ini bisa menambah pemahaman tentang pentingnya peran indikator pH dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan.