TR TC adalah singkatan dari Total Revenue (Total Pendapatan) dan Total Cost (Total Biaya). Dalam analisis ekonomi mikro, perbandingan TR dan TC adalah metode utama untuk menentukan jumlah produksi yang menghasilkan laba maksimum — titik di mana selisih TR minus TC paling besar.
Konsep TR TC sering menjadi soal ujian kelas 10-12 IPS dan perkuliahan Ekonomi Mikro. Mahasiswa perlu memahami bukan hanya rumusnya, tapi juga bagaimana membaca kondisi bisnis dari perbandingan keduanya: kapan perusahaan untung, kapan rugi, dan kapan harus berhenti berproduksi.
Pengertian TR dan TC dalam Ekonomi Mikro
Apa itu Total Revenue (TR)?
Total Revenue adalah total seluruh pendapatan yang diperoleh perusahaan dari hasil penjualan barang atau jasa pada periode tertentu.TR = Harga jual per unit × Jumlah unit terjual
Rumus TR:
TR = P × Q
Di mana:
- P = Price (Harga jual per unit)
- Q = Quantity (Jumlah unit yang dijual)
Apa itu Total Cost (TC)?
Total Cost adalah total seluruh biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk memproduksi barang/jasa, mencakup biaya tetap (TFC) dan biaya variabel (TVC).
Rumus TC:
TC = TFC + TVC
Biaya tetap (TFC) mencakup sewa, gaji karyawan tetap, asuransi. Biaya variabel (TVC) mencakup bahan baku, tenaga kerja borongan, dan biaya operasional yang berubah seiring volume produksi.
Rumus Laba dalam Analisis TR TC
Laba (Profit/π) adalah selisih antara TR dan TC:
π = TR - TC
Berdasarkan rumus ini, ada tiga kondisi yang perlu dipahami:
- Jika TR > TC → Perusahaan mengalami keuntungan
- Jika TR = TC → Perusahaan impas (break-even point), tidak untung tidak rugi
- Jika TR < TC → Perusahaan mengalami kerugian
Tabel Analisis TR TC untuk Menentukan Laba Maksimum
Berikut contoh analisis TR TC pada home industry keripik singkong di Bandung:
| Q (Unit) | P (Harga/Unit) | TR (P×Q) | TFC | TVC | TC (TFC+TVC) | π (TR-TC) | Kondisi |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 0 | Rp15.000 | Rp0 | Rp3.000.000 | Rp0 | Rp3.000.000 | -Rp3.000.000 | Rugi |
| 200 | Rp15.000 | Rp3.000.000 | Rp3.000.000 | Rp1.600.000 | Rp4.600.000 | -Rp1.600.000 | Rugi |
| 300 | Rp15.000 | Rp4.500.000 | Rp3.000.000 | Rp2.400.000 | Rp5.400.000 | -Rp900.000 | Rugi |
| 400 | Rp15.000 | Rp6.000.000 | Rp3.000.000 | Rp3.200.000 | Rp6.200.000 | -Rp200.000 | Rugi |
| 500 | Rp15.000 | Rp7.500.000 | Rp3.000.000 | Rp4.000.000 | Rp7.000.000 | +Rp500.000 | Untung |
| 600 | Rp15.000 | Rp9.000.000 | Rp3.000.000 | Rp4.800.000 | Rp7.800.000 | +Rp1.200.000 | Untung |
| 700 | Rp15.000 | Rp10.500.000 | Rp3.000.000 | Rp6.300.000 | Rp9.300.000 | +Rp1.200.000 | Untung (max) |
| 800 | Rp15.000 | Rp12.000.000 | Rp3.000.000 | Rp9.600.000 | Rp12.600.000 | -Rp600.000 | Rugi |
Dari tabel di atas, terlihat bahwa laba maksimum terjadi di Q = 700 unit dengan π = Rp1.200.000. Setelah titik ini, TC naik lebih cepat dari TR karena mulai masuk fase diminishing returns — tambahan output justru membuat perusahaan merugi.
Berdasarkan pengalaman home industry di Jawa Barat, kesalahan umum siswa adalah mengira bahwa produksi terus ditingkatkan akan selalu menambah keuntungan. Padahal, setelah titik tertentu, biaya variabel naik tajam (karena lembur, bahan baku tambahan dari jauh, mesin beroperasi melebihi kapasitas) sementara TR hanya naik linear — yang membuat keuntungan justru menyusut.
Grafik TR TC dan Titik Laba Maksimum
Secara visual, analisis TR TC digambarkan dengan dua garis:
- Garis TR: Garis linear yang dimulai dari titik (0,0) dan meningkat seiring Q. Karena harga diasumsikan konstan (pasar kompetitif), TR memiliki slope tetap.
- Garis TC: Garis berbentuk huruf "S" (sigmodal) yang dimulai dari titik (0, TFC) karena TC tidak bisa nol akibat biaya tetap. TC naik lambat di awal, cepat di tengah, lalu melambat lagi.
Titik-titik penting dalam grafik:
- BEP (Break Even Point): Titik di mana TR = TC. Laba = 0.
- Titik laba maksimum: Titik di mana selisih TR minus TC paling besar (slope TR = slope TC).
- Shut down point: Titik di mana TR < TVC. Perusahaan lebih baik berhenti produksi karena setiap unit yang dijual justru menambah kerugian.
Contoh Soal Analisis TR TC
Soal 1: Menentukan Laba/Rugi
Diketahui:
- Harga jual per unit (P) = Rp20.000
- Jumlah terjual (Q) = 500 unit
- Total Biaya Tetap (TFC) = Rp4.000.000
- Total Biaya Variabel (TVC) = Rp5.000.000
Ditanya: Apakah perusahaan untung atau rugi?
Penyelesaian:
- TR = P × Q = Rp20.000 × 500 = Rp10.000.000
- TC = TFC + TVC = Rp4.000.000 + Rp5.000.000 = Rp9.000.000
- π = TR - TC = Rp10.000.000 - Rp9.000.000 = Rp1.000.000 (UNTUNG)
Soal 2: Mencari Q pada Titik BEP
Diketahui:
- P = Rp25.000/unit
- TFC = Rp5.000.000
- VC/unit = Rp15.000
Ditanya: Berapa Q agar perusahaan impas (TR = TC)?
Penyelesaian:
- BEP terjadi saat TR = TC
- P × Q = TFC + (VC/unit × Q)
- Rp25.000 × Q = Rp5.000.000 + Rp15.000 × Q
- Rp10.000 × Q = Rp5.000.000
- Q = 500 unit
Soal 3: Menentukan Shut Down Point
Diketahui: P = Rp12.000, VC/unit = Rp15.000
Ditanya: Apakah perusahaan harus shut down?
Penyelesaian:
- Shut down point terjadi saat P < AVC
- Di sini P = Rp12.000 dan AVC = VC/unit = Rp15.000
- Karena P < AVC (Rp12.000 < Rp15.000), perusahaan sebaiknya shut down dalam jangka pendek
Jenis-Jenis Pasar dan Implikasi pada TR TC
Perbandingan TR TC tidak sama di semua jenis pasar:
- Pasar Persaingan Sempurna: Harga (P) konstan → TR garis linear. Perusahaan adalah price taker.
- Pasar Monopoli: Perusahaan bisa atur harga → TR garis melengkung (naik lalu turun karena permintaan). TR maksimum saat MR = 0.
- Pasar Oligopoli: TR dipengaruhi strategi pesaing. Perhitungan lebih kompleks.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu TR dalam ekonomi?
TR atau Total Revenue adalah total pendapatan dari penjualan, dihitung dengan rumus TR = P × Q (Harga × Jumlah terjual).
Apa itu TC dalam ekonomi?
TC atau Total Cost adalah total biaya produksi, dihitung dengan TC = TFC + TVC (Biaya tetap + Biaya variabel).
Kapan perusahaan mengalami keuntungan?
Perusahaan mengalami keuntungan ketika TR > TC, artinya pendapatan lebih besar dari total biaya produksi.
Apa itu break even point?
Break even point adalah titik di mana TR = TC, sehingga perusahaan tidak untung dan tidak rugi (laba = 0).
Bagaimana cara menentukan laba maksimum?
Laba maksimum terjadi pada tingkat output di mana selisih TR - TC paling besar, atau di mana MR (Marginal Revenue) = MC (Marginal Cost).