Jika Anda berencana liburan ke Negeri Sakura, hal pertama yang wajib Anda kenali adalah mata uangnya. Bukan hanya soal nilai tukar, tapi juga keunikan budaya yang tersemat di setiap lembar dan koinnya.
Yen (Jepang: 円, simbol: ¥, kode: JPY) adalah mata uang resmi Jepang. Kata "Yen" sendiri bermakna "lingkaran" atau "benda bulat". Mata uang ini bukan sekadar alat tukar, melainkan simbol kekuatan ekonomi Asia yang telah bertahan ratusan tahun.
Sejarah Singkat Yen
Yen pertama kali diperkenalkan pada tahun 1871 oleh Pemerintahan Meiji melalui Undang-Undang Mata Uang Baru. Tujuannya adalah untuk menstabilkan sistem moneter Jepang yang saat itu kacau balau pasca era Edo.
Menariknya, inspirasi sistem desimal Yen sebenarnya meniru Dolar Amerika, namun secara desain dan penamaan sangat kental dengan budaya lokal. Hingga kini, Yen menjadi mata uang ketiga yang paling banyak diperdagangkan di dunia setelah Dolar AS dan Euro.
Mengenal Pecahan Uang Jepang (Update 2026)
Jepang masih menjadi negara yang sangat "cash-based" (mengandalkan uang tunai), jadi penting bagi turis untuk mengenali pecahan berikut:
Uang Koin (Koka)
- 1 Yen: Terbuat dari aluminium murni, sangat ringan (bahkan bisa mengapung di air!). Sering dianggap tidak berharga, tapi penting untuk kembalian belanja di konbini.
- 5 Yen (Go-en): Koin berwarna emas dengan lubang di tengah. Ini adalah koin keberuntungan karena pelafalan "Go-en" mirip dengan kata "takdir baik" atau "jodoh". Sering dipakai sebagai persembahan di kuil.
- 10, 50, 100, 500 Yen: Koin 500 Yen adalah salah satu koin bernilai tertinggi di dunia (setara sekitar Rp 50.000).
Uang Kertas (Satsu)
Pada Juli 2024, Jepang merilis desain uang kertas baru dengan teknologi hologram 3D tercanggih di dunia untuk mencegah pemalsuan. Tokoh-tokohnya pun berubah:
- 1.000 Yen: Menampilkan Kitasato Shibasaburo (Bapak Kedokteran Modern Jepang).
- 5.000 Yen: Menampilkan Tsuda Umeko (Tokoh pendidikan wanita).
- 10.000 Yen: Menampilkan Shibusawa Eiichi (Bapak Kapitalisme Jepang).
Fakta Unik: Kenapa Orang Jepang Suka Uang Tunai?
Meski negara maju, masyarakat Jepang sangat mencintai uang fisik yang bersih dan rapi. Memberikan uang yang lecek atau kotor dianggap tidak sopan. Bahkan, dompet panjang (tanpa melipat uang) sangat populer di sana karena dipercaya bisa mendatangkan rezeki lebih lancar.
Jadi, jika Anda berkunjung ke Jepang, pastikan dompet Anda siap menampung banyak koin, karena Anda akan mendapatkannya setiap kali berbelanja!