Daya Akomodasi Yang Membuat Lensa Mata Dapat Dicembungkan Dan Dipipihkan

Akbar Fauziah

Daya Akomodasi Yang Membuat Lensa Mata Dapat Dicembungkan Dan Dipipihkan

Lensa mata adalah bagian mata yang transparan dan lentur, terletak di belakang iris dan pupil. Lensa mata berfungsi untuk memfokuskan cahaya yang masuk ke mata agar bayangan jatuh tepat di retina, sehingga kita dapat melihat dengan jelas.

Lensa mata memiliki sifat elastis dan lentur sehingga dapat mengubah bentuknya. Kemampuan lensa mata untuk mengubah bentuk ini sangat penting agar mata dapat fokus baik untuk melihat objek dekat maupun jauh.

Daya Akomodasi Membuat Lensa Mata Berubah Bentuk

Nah, daya apakah yang membuat lensa mata mampu berubah bentuk dari cembung ke pipih atau sebaliknya? Daya tersebut adalah daya akomodasi.

Daya akomodasi adalah kemampuan otot siliaris pada mata untuk menegang dan mengendur guna mengubah kecembungan lensa mata. Dengan kata lain, kontraksi dan relaksasi otot siliaris-lah yang membuat lensa mata dapat dicembungkan dan dipipihkan.

Bagaimana Proses Akomodasi Bekerja

Proses akomodasi dijelaskan melalui 2 kondisi, yaitu saat melihat benda dekat dan jauh:

1. Melihat benda dekat

Ketika kita ingin melihat benda dekat dengan jelas misalnya ketika membaca buku, otot siliaris akan berkontraksi dan menegang. Kontraksi otot siliaris ini akan menarik badan siliaris ke arah depan sehingga tegangan pada ligamen suspensori bertambah.

Dengan meningkatnya tegangan ligamen suspensori, lensa mata akan mencembung ke arah depan karena ligamen suspensori menempel di bagian ekuator lensa mata. Semakin banyak daya akomodasi, semakin cembung lensa mata.

Baca Juga!  Rona dalam Pengolahan Citra Digital: Kunci Interpretasi Kecerahan dan Kegelapan

Lensa mata yang cembung maksimal ini memungkinkan kita melihat objek dekat dengan sangat jelas karena sinar dari objek dekat dapat dipusatkan tepat di retina.

2. Melihat benda jauh

Sebaliknya, ketika kita melihat benda jauh seperti gunung, otot siliaris akan relaksasi dan mengendur. Dengan mengendurnya otot siliaris, tegangan pada ligamen suspensori berkurang sehingga mendorong lensa mata ke arah pipih.

Lensa mata yang pipih memungkinkan sinar sejajar dari benda jauh dapat difokuskan tepat di retina, sehingga benda jauh terlihat jelas.

Jadi, interaksi antara otot siliaris dan ligamen suspensori inilah yang menghasilkan perubahan bentuk lensa mata dari cembung hingga pipih atau sebaliknya. Tanpa adanya mekanisme akomodasi ini, kita tidak akan dapat melihat dengan jelas pada berbagai jarak.

Faktor yang Mempengaruhi Daya Akomodasi

Daya akomodasi setiap orang berbeda-beda dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya:

1. Usia

Semakin tua usia seseorang, daya akomodasi makin berkurang. Hal ini disebabkan elastisitas lensa mata dan otot siliaris menurun seiring pertambahan usia.

Pada bayi baru lahir, daya akomodasi mencapai 14 dioptri. Kemudian menurun menjadi 10 dioptri pada usia 10 tahun. La justru pada usia 45-50 tahun, daya akomodasi tinggal sekitar 1 dioptri.

2. Kelelahan otot siliaris

Jika otot siliaris kelelahan karena terlalu lama bekerja, misalnya membaca berjam-jam tanpa istirahat, maka daya akomodasi akan menurun. Otot memerlukan relaksasi agar dapat bekerja optimal kembali.

3. Kelainan refraksi mata

Penderita miopi dan hipermetropi biasanya memiliki daya akomodasi yang lebih rendah dibanding mata normal. Hal ini karena adanya kelainan bentuk bola mata yang berdampak pada kinerja otot siliaris.

Gangguan Akomodasi Mata

Ada beberapa kondisi yang dapat mengganggu proses akomodasi mata, seperti:

Baca Juga!  Dua Contoh Interaksi Sosial di Sekolah

Presbiopi

Presbiopi disebabkan berkurangnya daya akomodasi akibat penuaan. Penderita presbiopi kesulitan melihat objek dekat dengan jelas meskipun objek jauh masih terlihat jelas. Gejala ini mulai terlihat pada usia 40-45 tahun.

Mata lelah

Mata lelah yang disebabkan terlalu lama bekerja jarak dekat dapat menurunkan daya akomodasi sementara waktu hingga otot siliaris beristirahat. Gejalanya antara lain penglihatan kabur saat melihat dekat, sakit kepala, mata terasa berat.

Sklerosis nukleus lensa

Kondisi ini merupakan pengerasan area sentral lensa mata yang membuat daya akomodasi berkurang secara permanen. Sklerosis terjadi karena penuaan atau trauma. Gejalanya mirip dengan presbiopi namun terjadi pada usia muda.

Kesimpulan

Itulah penjelasan panjang lebar mengenai daya akomodasi yang menyebabkan lensa mata mampu berubah bentuk sehingga kita dapat melihat dengan jelas pada berbagai jarak. Daya akomodasi dipengaruhi oleh kontraksi otot siliaris dan tegangan pada ligamen suspensori yang menempel di lensa mata.

Semakin tua usia, daya akomodasi makin menurun sehingga terjadi gangguan seperti presbiopi. Oleh karena itu, jaga kesehatan mata dengan baik, istirahatkan mata yang lelah, dan lakukan pemeriksaan mata rutin setiap tahun.

Selamat mencoba tips di artikel tips merawat kesehatan mata agar daya akomodasi tetap terjaga!

Also Read

Bagikan:

Akbar Fauziah

Akbar Fauziah adalah seorang penulis lulusan sarjana komunikasi yang suka ngeblog dan menulis novel. Dia dikenal sebagai admin yang baik hati dan penulis kreatif. Akbar mampu menghasilkan tulisan-tulisan menarik dan berkualitas, serta memiliki kemampuan untuk berinteraksi dengan pembaca secara positif. Profilnya sebagai penulis yang berhati baik dan kreatif menjadikannya sosok yang dihormati dalam dunia tulis-menulis.

Tags

Tinggalkan komentar