Dampak Peningkatan Devisa Terhadap Neraca Pembayaran dan Perekonomian Indonesia

Akbar Fauziah

Dampak Peningkatan Devisa Terhadap Neraca Pembayaran dan Perekonomian Indonesia

Hai teman, kamu pasti sering mendengar berita tentang surplus neraca pembayaran atau kenaikan cadangan devisa Indonesia belakangan ini. Memang fakta bahwa cadangan devisa kita terus meningkat, mencapai rekor tertinggi $139,4 miliar pada Januari 2023. Nah pada artikel ini, gue mau jelasin lebih detail tentang dampak positif yang ditimbulkan oleh peningkatan devisa ini terhadap kondisi perekonomian kita.

Dampak terhadap Neraca Pembayaran

Neraca pembayaran merupakan laporan statistik yang mencatat semua transaksi ekonomi antara penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain dalam jangka waktu tertentu, biasanya 1 tahun. Neraca pembayaran terdiri dari beberapa komponen, di antaranya:

Surplus Neraca Transaksi Berjalan

Neraca transaksi berjalan mencatat aliran devisa dari kegiatan ekspor-impor barang dan jasa, pendapatan primer, dan transfer berjalan. Surplus neraca transaksi berjalan terjadi ketika nilai ekspor melebihi impor.

Dengan adanya surplus devisa dari kegiatan ekspor dan sumber lainnya, otomatis neraca transaksi berjalan juga akan surplus. Hal ini tentu meningkatkan kesehatan ekonomi makro Indonesia karena menunjukkan Indonesia mampu menghasilkan devisa lebih banyak dari pengeluaran devisanya.

Peningkatan Cadangan Devisa

Cadangan devisa merupakan simpanan asset luar negeri yang dimiliki Bank Indonesia dalam bentuk investasi keuangan seperti surat berharga, deposito bank, maupun emas. Fungsi utama cadangan devisa adalah menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dan perekonomian domestik.

Perkembangan Cadangan Devisa Indonesia

Berdasarkan data Bank Indonesia, posisi cadangan devisa Indonesia terus meningkat mencapai rekor $139,4 miliar per Januari 2023. Hal ini antara lain didorong oleh peningkatan surplus transaksi berjalan akibat surplus perdagangan, meningkatnya investasi asing langsung (PMA), dan penerbitan global bonds.

Baca Juga!
Efisiensi Pareto: Mencapai Alokasi Sumber Daya yang Optimal

Dengan cadangan devisa yang besar, Indonesia memiliki buffer yang cukup untuk menjaga stabilitas makroekonomi dalam menghadapi gejolak eksternal. Misalnya ketika terjadi tekanan depresiasi nilai tukar akibat capital outflow, BI bisa melakukan intervensi di pasar valas untuk menahan pelemahan Rupiah.

Surplus Neraca Perdagangan

Neraca perdagangan mencatat selisih antara nilai ekspor dan impor suatu negara. Indonesia mengalami surplus neraca dagang sejak Mei 2020 hingga Januari 2023 yang memberikan kontribusi positif terhadap ketahanan ekonomi.

Surplus perdagangan terjadi karena nilai ekspor komoditas unggulan seperti batu bara, CPO, dan logam meningkat signifikan seiring kenaikan harga komoditas global. Di sisi lain, impor bahan bakar fosil justru menurun karena adanya substitusi ke energi terbarukan dalam negeri.

Dengan surplus perdagangan yang besar, Indonesia bisa menghasilkan devisa lebih banyak sehingga memperkuat posisi cadangan devisanya. Surplus perdagangan juga mendorong pertumbuhan sektor riil karena utilisasi kapasitas produksi meningkat untuk memenuhi lonjakan permintaan ekspor.

Dampak terhadap Perekonomian Indonesia

Nah setelah kita paham dampaknya terhadap neraca pembayaran, sekarang kita bahas dampak peningkatan devisa ini terhadap kondisi perekonomian Indonesia secara makro. Berikut beberapa manfaat yang bisa kita petik:

Meningkatkan Stabilitas Nilai Tukar

Dengan cadangan devisa yang besar, Indonesia memiliki amunisi yang cukup untuk melakukan intervensi di pasar valuta asing guna menjaga nilai tukar Rupiah tetap stabil.

Misalnya pada Maret 2022 lalu, tekanan depresiasi Rupiah sempat meningkat akibat capital outflow dari pasar keuangan domestik. Untuk itu BI melakukan stabilisasi Rupiah dengan menjual USD di pasar spot sehingga mampu menahan pelemahan Rupiah terhadap dollar AS.

Stabilitas nilai tukar sangat penting untuk menjaga iklim investasi dan minat investor asing. Dengan Rupiah yang stabil, risiko kerugian akibat depresiasi berlebihan bisa diminimalisir sehingga investasi di Indonesia menjadi lebih menarik.

Baca Juga!
Mengenal Segmentasi Pasar dengan Pendekatan Geografis

Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

Peningkatan devisa dari ekspor dan investasi asing langsung (PMA) akan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Misalnya, devisa hasil ekspor digunakan perusahaan untuk melakukan impor barang modal seperti mesin dan peralatan guna ekspansi kapasitas produksi. Dengan kapasitas produksi yang lebih besar, perusahaan bisa meningkatkan output sehingga berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi.

Selain itu, PMA yang masuk juga akan menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan transfer teknologi. Hal ini pada akhirnya mendorong peningkatan produktivitas sektor riil.

Menurut data BKPM, realisasi investasi PMA di Indonesia pada 2022 tercatat sebesar Rp 1.196 triliun atau naik 49% dibanding tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan minat investor asing yang tinggi untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

Meningkatkan Daya Saing Produk Ekspor

Surplus neraca pembayaran yang terus menerus pada akhirnya akan menyebabkan Rupiah mengalami apresiasi atau menguat terhadap dollar AS.

Kondisi ini tentu menguntungkan bagi para eksportir karena harga produk mereka menjadi lebih kompetitif di pasar global. Misalnya, pengusaha furnitur dan produk tekstil bisa menekan harga jual produknya di luar negeri seiring dengan menguatnya nilai tukar Rupiah.

Apresiasi Rupiah juga membuat bahan baku impor seperti mesin dan peralatan menjadi lebih murah. Hal ini bisa menurunkan biaya produksi sekaligus meningkatkan margin keuntungan pengusaha.

Meningkatkan Kepercayaan Investor Asing

Surplus neraca pembayaran dan cadangan devisa yang besar memperlihatkan fundamental ekonomi Indonesia yang sehat sehingga meningkatkan kepercayaan investor asing terhadap prospek pertumbuhan Indonesia ke depannya.

Investor global memandang Indonesia sebagai emerging market yang sangat potensial dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan stabil, didukung inflasi yang terkendali dan nilai tukar Rupiah yang sehat.

Baca Juga!
Sejarah Siklus Ekonomi di Indonesia

Kondisi ini mendorong minat investor asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia, baik dalam bentuk penanaman modal asing langsung maupun investasi portofolio ke pasar keuangan domestik seperti saham dan obligasi.

Dengan arus masuk modal asing yang deras, tentu saja akan semakin memperkuat stabilitas perekonomian dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depannya.

Penutup

Nah itu dia ulasan panjang lebar tentang berbagai dampak positif yang ditimbulkan akibat peningkatan cadangan devisa terhadap kondisi neraca pembayaran dan perekonomian Indonesia.

Intinya, dengan surplus neraca pembayaran dan cadangan devisa yang besar, stabilitas moneter dan fiskal Indonesia semakin terjaga sehingga prospek pertumbuhan ekonomi ke depan menjadi semakin cerah.

Kuharap artikel ini bisa menambah pemahaman kamu tentang pentingnya menjaga surplus neraca pembayaran dan cadangan devisa yang cukup bagi perekonomian kita. Jika ada pertanyaan atau masukan, jangan ragu untuk komentar ya!

Also Read

Bagikan:

Akbar Fauziah

Akbar Fauziah adalah seorang penulis lulusan sarjana komunikasi yang suka ngeblog dan menulis novel. Dia dikenal sebagai admin yang baik hati dan penulis kreatif. Akbar mampu menghasilkan tulisan-tulisan menarik dan berkualitas, serta memiliki kemampuan untuk berinteraksi dengan pembaca secara positif. Profilnya sebagai penulis yang berhati baik dan kreatif menjadikannya sosok yang dihormati dalam dunia tulis-menulis.

Tags

Tinggalkan komentar