Dampak Negatif Televisi Terhadap Anak dan Kesehatan

Akbar Fauziah

turned off vintage CRT television on road

Televisi sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, baik bagi orang dewasa maupun anak-anak. Menonton acara favorit di televisi memang menyenangkan. Namun tahukah kamu, ternyata terlalu sering menonton televisi juga bisa berdampak buruk bagi kesehatan lho.

Yuk simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Dampak Negatif Televisi Terhadap Kesehatan

Ada beberapa dampak negatif televisi terhadap kesehatan adalah:

1. Gangguan Kesehatan Mata

Dampak negatif pertama dari kebiasaan menonton televisi adalah gangguan kesehatan mata. Menatap layar televisi dalam waktu lama bisa memicu mata lelah atau yang disebut eye strain.

Kondisi ini ditandai dengan mata terasa perih, memerah, berair, gatal, hingga nyeri. Jika dibiarkan terus menerus, eye strain bisa menurunkan kualitas penglihatan bahkan menyebabkan rabun jauh atau bertambahnya minus mata.

Mengapa bisa begitu? Saat menonton televisi, mata cenderung jarang berkedip dan terus terfokus pada layar. Akibatnya, mata jadi cepat lelah dan kekurangan oksigenasi.

Selain itu, sinar biru yang dipancarkan layar televisi juga bisa memengaruhi kesehatan mata dalam jangka panjang.

2. Risiko Obesitas

Dampak negatif televisi lainnya adalah meningkatkan risiko obesitas atau kelebihan berat badan.

Baca Juga!
Hak Lingkungan dan Perubahan Iklim: Dampak Terhadap Hak Asasi Manusia

Saat menonton televisi, tubuh cenderung pasif dan bergerak sedikit. Apalagi, biasanya menonton televisi juga ditemani dengan mengemil camilan yang tinggi lemak, garam, dan gula.

Lama-kelamaan, asupan kalori yang masuk akan menumpuk karena kurang dibakar oleh tubuh. Alhasil, berat badan jadi naik dan memicu obesitas.

Menurut penelitian, setiap tambahan 2 jam menonton televisi setiap harinya bisa meningkatkan risiko obesitas hingga 23%.

3. Gangguan Kesehatan Mental

Televisi banyak menayangkan konten kekerasan, ketakutan, dan adegan dewasa yang sebenarnya belum pantas ditonton anak-anak.

Jika terus menerus menyaksikan konten seperti itu, bisa memengaruhi kesehatan mental dan emosi anak.

Beberapa dampaknya antara lain stres, cemas, takut, hingga depresi. Selain itu, pola perilaku anak juga bisa berubah menjadi lebih agresif akibat terpengaruh adegan kekerasan di televisi.

4. Mengganggu Kualitas Tidur

Menonton televisi terlalu malam sering dikaitkan dengan gangguan kualitas tidur.

Pasalnya, sinar biru yang dipancarkan layar televisi bisa menghambat produksi hormon melatonin pengatur tidur.

Akibatnya, seseorang akan kesulitan tidur nyenyak, mudah terbangun di tengah malam, hingga mengalami kelelahan di siang hari.

5. Berkurangnya Interaksi Sosial

Anak maupun orang dewasa yang kebanyakan menghabiskan waktu di depan televisi cenderung jarang bersosialisasi dengan orang lain.

Interaksi Sosial

Mereka jadi lebih suka menyendiri dan kurang berinteraksi tatap muka dengan lingkungan sekitar. Jika berlanjut, hal ini bisa memicu masalah mental seperti fobia sosial atau kesulitan berbaur dengan orang lain.

6. Risiko Penyakit Jantung dan Diabetes

Kurangnya aktivitas fisik saat menonton televisi juga bisa meningkatkan risiko penyakit kronis seperti jantung, diabetes, hingga stroke.

Hal ini terutama disebabkan karena tubuh jarang bergerak sehingga pembakaran kalori dan lemak menurun, yang memicu obesitas.

Menurut penelitian dari Harvard School of Public Health, mereka yang menonton televisi lebih dari 3 jam per hari berisiko mengalami kematian dini 47% lebih tinggi dibandingkan yang hanya menonton kurang dari 1 jam.

Baca Juga!
Contoh Penerapan Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM) Dalam Kehidupan Seni Dan Budaya

7. Ketergantungan pada Televisi

Sama halnya dengan kecanduan gadget atau game online, menonton televisi juga bisa menimbulkan adiksi dan ketergantungan.

Gejalanya antara lain selalu memikirkan acara televisi favorit, tidak bisa konsentrasi pada aktivitas lain selain menonton televisi, hingga merasa gelisah dan tidak tenang jika tidak menonton televisi dalam sehari.

Dampak Negatif Televisi pada Anak

Bagi anak-anak, dampak negatif dari televisi bisa lebih besar dan fatal. Beberapa di antaranya meliputi:

1. Gangguan Perkembangan Otak

Menonton televisi pada bayi di bawah usia 2 tahun dapat menghambat perkembangan otak dan keterampilan bahasa.

Alasannya, saat menonton televisi, bayi cenderung pasif menerima informasi audio-visual tanpa ada stimulasi balik untuk bereksplorasi lebih jauh.

Akibatnya, kemampuan bahasa dan kognitif bayi jadi terhambat perkembangannya.

2. Masalah Perilaku

Terlalu sering menonton adegan kekerasan dan dewasa di televisi bisa memengaruhi perilaku anak menjadi lebih agresif, nakal, suka melawan, hingga anti sosial.

Selain itu, anak juga bisa meniru perilaku berbahaya yang dilihat di televisi seperti merokok, minum alkohol, hingga melakukan tindak kriminal.

3. Gangguan Konsentrasi dan Hiperaktif

Anak yang kebanyakan menonton televisi cenderung memiliki masalah konsentrasi dan mudah teralihkan perhatiannya.

Mereka juga kerap gelisah, hiperaktif, dan kesulitan mengendalikan diri. Hal ini tentu sangat mengganggu kemampuan belajar dan prestasi akademik anak.

4. Kurang Kreativitas

Saat menonton televisi, anak cenderung pasif menerima informasi audio-visual yang disajikan.

Akibatnya, imajinasi dan kreativitas anak jadi berkurang karena jarang distimulasi. Anak jadi malas berpikir, bereksplorasi, dan bereksperimen.

5. Obesitas

Sama seperti orang dewasa, anak-anak yang kebanyakan nonton televisi juga berisiko mengalami obesitas atau kelebihan berat badan.

Obesitas

Hal ini karena mereka kurang bergerak dan sering mengemil makanan tidak sehat yang banyak mengandung lemak dan gula saat menonton acara favoritnya.

Baca Juga!
Pengertian Rindu: Definisi, Jenis, dan Penyebab Rindu

6. Gangguan Penglihatan

Menonton televisi terlalu dekat dan dalam pencahayaan yang kurang bisa menyebabkan mata cepat lelah.

Jika dibiarkan terus menerus, bisa menurunkan kesehatan mata bahkan memicu rabun jauh pada anak.

Nah, itu dia beragam dampak buruk televisi bagi kesehatan, baik pada orang dewasa maupun anak-anak.

Tips Mengatasi Dampak Negatif Televisi

Setelah mengetahui berbagai efek negatif dari televisi, berikut ini beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mengatasinya:

1. Membatasi Waktu Menonton

Cara paling efektif mengurangi dampak negatif televisi adalah dengan membatasi waktu menonton setiap harinya, baik untuk anak-anak maupun orang dewasa.

Untuk anak usia 2-5 tahun, batasi waktu menonton hanya 1 jam per hari. Sedangkan untuk anak di atas 5 tahun, paling banyak 2 jam per hari.

Sementara bagi orang dewasa, usahakan waktu menonton televisi tidak lebih dari 2-3 jam per hari.

2. Pilih Tayangan yang Berkualitas

Saat anak menonton televisi, pastikan memilih tayangan yang berkualitas dan layak untuk usianya, seperti film kartun, edukasi, maupun dokumenter.

Hindari mengizinkan anak menonton acara dewasa yang mengandung unsur kekerasan dan seksualitas.

3. Jauhkan Televisi dari Kamar Tidur

Letakkan televisi di ruang keluarga dan jauhkan dari kamar tidur, baik kamar anak maupun orang tua.

Jauhkan Televisi dari Kamar Tidur

Tujuannya agar tidak mengganggu kualitas tidur dan membatasi waktu menonton hanya untuk relaksasi di siang atau sore hari saja.

4. Kurangi Menonton Sambil Makan

Kurangi kebiasaan makan camilan, gorengan, atau minum soft drink saat sedang asik menonton acara favorit.

Ganti dengan camilan sehat seperti buah-buahan, kacang-kacangan, maupun air putih agar terhindar dari risiko obesitas.

5. Lakukan Aktivitas Lain

Untuk mengurangi waktu di depan televisi, sediakan aktivitas lain yang lebih bermanfaat seperti membaca buku, bermain puzzle, menggambar, hingga olahraga ringan.

Aktivitas fisik ini penting agar tubuh tetap bugar dan terhindar dari berbagai penyakit.

Nah, itu dia ulasan panjang seputar dampak negatif televisi dan cara mengatasinya. Semoga informasi ini bisa menambah wawasan kita tentang bahaya menonton televisi secara berlebihan.

Jadi, mulai sekarang batasi waktu menonton televisi dan ganti dengan aktivitas yang lebih sehat ya!

Also Read

Bagikan:

Akbar Fauziah

Akbar Fauziah adalah seorang penulis lulusan sarjana komunikasi yang suka ngeblog dan menulis novel. Dia dikenal sebagai admin yang baik hati dan penulis kreatif. Akbar mampu menghasilkan tulisan-tulisan menarik dan berkualitas, serta memiliki kemampuan untuk berinteraksi dengan pembaca secara positif. Profilnya sebagai penulis yang berhati baik dan kreatif menjadikannya sosok yang dihormati dalam dunia tulis-menulis.

Tags

Tinggalkan komentar