Contoh Analisis Data Komunikasi Politik di Indonesia

Dalima Puspita

Contoh Analisis Data Komunikasi Politik

Komunikasi politik merupakan proses pertukaran informasi di antara politisi, media, dan masyarakat umum. Di era digital saat ini, komunikasi politik tak lagi hanya melalui media konvensional seperti televisi dan koran. Media sosial kini menjadi salah satu platform utama bagi para aktor politik dalam menyebarkan pesan dan meraih dukungan.

Lantas, bagaimana cara menganalisis efektivitas komunikasi politik di tengah banjirnya informasi dari berbagai platform media? Berikut ini adalah tiga contoh analisis data komunikasi politik yang sering dilakukan:

Analisis Isi Media Massa

Salah satu metode paling umum dalam menganalisis komunikasi politik adalah dengan melakukan analisis isi (content analysis) terhadap pemberitaan di media massa konvensional seperti televisi, koran, dan radio.

Analisis Isi Media Massa

Media massa dianggap sebagai corong bagi para politisi untuk menyebarkan pesan ke khalayak luas. Oleh karena itu, bagaimana sebuah isu politik dibingkai dan disajikan media massa bisa memengaruhi opini publik secara signifikan.

Contoh Kasus

Sebuah contoh penerapan analisis isi media massa dalam kajian komunikasi politik adalah penelitian Afrintya (2011) yang menganalisis pemberitaan Pilkada Kota Pekanbaru di harian Riau Pos.

Penelitian tersebut menemukan bahwa pemberitaan Riau Pos condong memberitakan satu kandidat walikota tertentu dibanding kandidat lainnya. Akan tetapi, pada kenyataannya masyarakat Pekanbaru justru memilih kandidat walikota yang kurang didukung Riau Pos tersebut.

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun media massa memiliki kekuatan dalam membentuk opini publik, masyarakat juga memiliki pandangan sendiri dalam menentukan pilihan politik mereka. Media massa tidak selalu berhasil memengaruhi preferensi politik khalayak.

Baca Juga!
Daftar Karakter Harry Potter dan Penjelasan Lengkapnya

Metodologi

Dalam analisis isi media massa, peneliti biasanya menggunakan metode kuantitatif dengan melakukan koding isi berita berdasarkan kategori-kategori tertentu.

Misalnya, kategorisasi berita berdasarkan sentimen positif/negatif, isu yang diangkat, narasumber yang dikutip, foto/gambar yang ditampilkan, dan lain sebagainya. Kemudian, data koding tersebut dianalisis secara statistik untuk melihat pola dan tren pemberitaan suatu isu politik.

Metodologi

Dengan demikian, analisis isi media massa dapat mengungkap aspek penting seperti bagaimana media membingkai narasi politik, keberpihakan media kepada aktor politik tertentu, maupun agenda setting media dalam menentukan isu-isu politik yang patut dibahas publik.

Analisis Media Sosial

Di era digital, platform media sosial seperti Twitter, Facebook, dan Instagram kini menjadi salah satu saluran komunikasi politik yang penting. Media sosial memungkinkan interaksi dua arah antara politisi dengan konstituennya.

Karena itu, analisis terhadap konten media sosial juga diperlukan untuk memahami bagaimana pesan-pesan politik disebarkan dan diterima followers.

Contoh Kasus

Salah satu contoh penerapan analisis media sosial dalam kajian komunikasi politik adalah penelitian Isnaanto (2013)yang menganalisis konten Instagram pemerintah dan partai politik terkait kebijakan penanganan COVID-19.

Penelitian tersebut menemukan bahwa akun Instagram resmi pemerintah (@kemenkes_ri) paling aktif dalam mengkomunikasikan kebijakan dan himbauan terkait COVID-19 dibanding partai politik. Hal ini menunjukkan peran strategis pemerintah dalam menggunakan media sosial untuk kampanye kesehatan masyarakat di tengah pandemi.

Metodologi

Untuk menganalisis media sosial, peneliti bisa menggunakan teknik analisis isi kualitatif maupun kuantitatif. Misalnya, melakukan koding dan kategorisasi konten media sosial berdasarkan tema, sentimen, jumlah likes/shares, dan metrik lainnya.

Peneliti juga bisa melakukan analisis jaringan untuk memetakan pola interaksi antar pengguna media sosial. Selain itu, wawancara dan survei kepada followers akun media sosial juga dapat dilakukan untuk melengkapi analisis.

Baca Juga!
Jenis-jenis Panggung dan Pengertiannya

Survei Opini Publik

Selain analisis media, survei opini publik juga kerap dilakukan untuk melihat efektivitas komunikasi politik dalam mempengaruhi sikap dan preferensi masyarakat.

Survei penting untuk melacak perubahan elektabilitas partai politik, persepsi publik terhadap isu-isu politik, tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintah, dan lain sebagainya.

Contoh Kasus

Survei Indo Barometer rutin melakukan pengukuran opini publik menjelang Pemilu. Misalnya, survei terakhir pada September 2022 menunjukkan elektabilitas partai Gerindra (24,1%) masih tertinggi dibanding partai lainnya.

Data hasil survei ini penting bagi partai politik untuk mengevaluasi efektivitas strategi kampanye dan komunikasi politik mereka dalam meraih suara pemilih.

Metodologi

Survei opini publik biasanya menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel probabilitas dari populasi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka, telepon, maupun daring.

Kemudian hasil survei dianalisis secara statistik deskriptif maupun inferensial untuk mengeneralisasikan opini publik secara keseluruhan. Survei yang representatif harus mengikuti prosedur ilmiah yang ketat agar hasilnya akurat dan valid.

Tantangan dan Peluang ke Depan

Analisis data komunikasi politik di era digital seperti saat ini tentu menghadapi berbagai tantangan. Antara lain, sulitnya melacak pesan politik di platform media sosial yang sangat dinamis, serta meningkatnya kekhawatiran terhadap penyebaran disinformasi dan hoaks.

Di sisi lain, kemajuan teknologi informasi juga membuka peluang bagi analisis data yang lebih canggih dan mendalam dengan teknik text mining, sentiment analysis, hingga pemodelan prediktif.

Dengan memanfaatkan data yang tersedia secara bijak, analisis komunikasi politik diharapkan bisa meningkatkan kualitas diskursus publik dan demokrasi di Indonesia ke depannya.

Demikian ulasan mengenai contoh-contoh analisis data komunikasi politik di Indonesia. Semoga artikel singkat ini bisa menambah wawasan kita tentang bagaimana dinamika komunikasi politik di era digital dapat dikaji dan dipahami.

Baca Juga!
Mengapa Komunikasi dan Transportasi Sulit Disamaratakan di Indonesia?

Also Read

Bagikan:

Dalima Puspita

Delima Puspita adalah lulusan sarjana sistem informasi yang memiliki keahlian dalam bidang teknologi. Selain itu, Delima juga memiliki hobi menulis dan bermain bola.

Tags

Tinggalkan komentar