Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

Cara Membuat Pembelajaran Anti Boring Melalui Ice Breaking

×

Cara Membuat Pembelajaran Anti Boring Melalui Ice Breaking

Sebarkan artikel ini
Cara Membuat Pembelajaran Anti Boring Melalui Ice Breaking

Pembelajaran di kelas terkadang bisa terasa membosankan bagi siswa. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor seperti materi yang kurang menarik, metode mengajar guru yang monoton, atau suasana belajar yang kaku. Akibatnya, minat dan antusiasme siswa dalam mengikuti pembelajaran menjadi berkurang.

Salah satu cara efektif untuk mengatasi kebosanan dalam pembelajaran adalah dengan menerapkan ice breaking. Ice breaking merupakan kegiatan atau permainan ringan yang bertujuan mencairkan suasana tegang dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih rileks.

Berikut ini adalah beberapa manfaat dari penerapan ice breaking dalam pembelajaran:

1. Meningkatkan minat belajar siswa

Dengan ice breaking, suasana pembelajaran menjadi lebih hidup dan menyenangkan. Siswa akan lebih bersemangat mengikuti pelajaran karena ada selingan aktivitas yang menarik. Ini penting untuk meningkatkan motivasi belajar siswa.

2. Mempererat hubungan antarsiswa

Aktivitas ice breaking biasanya melibatkan interaksi antarsiswa. Hal ini dapat mempererat hubungan persahabatan dan melatih kerjasama antar siswa. Mereka jadi lebih akrab satu sama lain.

3. Mengembangkan kreativitas

Beberapa jenis ice breaking menantang siswa untuk berpikir kreatif dalam memecahkan tantangan. Kemampuan berpikir kreatif sangat penting untuk perkembangan kognitif siswa.

4. Melemaskan otak dan tubuh

Aktivitas fisik dalam ice breaking dapat melemaskan otot dan sendi yang tegang akibat duduk berjam-jam. Ini membuat siswa lebih rileks dan siap menerima materi berikutnya.

Inspirasi Ice Breaking yang Recommended

Nah, ice breaking jenis apa saja yang bisa diterapkan dalam pembelajaran? Berikut ini adalah beberapa inspirasi ice breaking yang recommended:

Baca Juga!  Skema Kenaikan Pangkat Guru PNS

1. Permainan Tebak Gambar

Cara bermainnya cukup mudah. Guru menunjukkan potongan gambar dan siswa harus menebak gambar utuhnya. Siswa yang berhasil menebak dengan benar berhak maju ke depan kelas.

Permainan ini melatih daya analisis dan imajinasi siswa serta menciptakan suasana seru di kelas. Siswa juga jadi lebih memperhatikan penjelasan guru tentang gambar yang ditampilkan.

2. Estafet Kata

Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, lalu masing-masing kelompok berbaris sejajar. Guru menyebutkan sebuah kata, lalu siswa paling depan di setiap barisan harus menyebutkan kata yang berhubungan.

Misal guru menyebutkan kata “sekolah”, maka siswa paling depan kelompok 1 menyebut “guru”, kelompok 2 “teman”, kelompok 3 “pelajaran”, begitu seterusnya. Permainan ini melatih kecepatan berpikir siswa.

3. Tebak Lagu

Guru memutar instrumen lagu tanpa lirik. Siswa harus menebak judul lagu berdasarkan alunan musik yang diputar. Siswa pertama yang berhasil menebak judul lagu dengan benar mendapat poin.

Permainan ini bisa meningkatkan konsentrasi dan ketelitian siswa. Musik instrumental juga membuat suasana kelas jadi lebih ceria.

4. Drama Spontan

Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok. Tiap kelompok diberi tema cerita, lalu diminta maju ke depan kelas untuk memerankan cerita tersebut secara spontan. Siswa ditantang untuk berimprovisasi sesuai imajinasi mereka.

Permainan ini melatih keberanian dan kreativitas siswa. Siswa lain yang menonton drama spontan juga pasti tertawa dan terhibur.

5. Permainan Hitam Hijau

Cara mainnya cukup sederhana. Siswa berdiri melingkar di lapangan. Guru menyebut kata “hijau”, maka siswa harus segera jongkok. Jika guru menyebut “hitam”, siswa harus segera berdiri tegak. Siswa yang salah melakukan gerakan dinyatakan gugur.

Permainan ini melatih refleks dan konsentrasi siswa serta menyegarkan tubuh dan pikiran mereka di sela-sela pelajaran.

Baca Juga!  Mengapa Kompetensi Guru Itu Penting?

Itulah beberapa inspirasi ice breaking yang bisa diterapkan guru untuk menciptakan pembelajaran yang anti boring di kelas. Pilih jenis permainan yang paling sesuai dengan materi pelajaran dan karakteristik siswa.

Pastikan juga durasi ice breaking tidak terlalu lama agar tidak mengganggu jadwal pembelajaran. Idealnya, ice breaking berlangsung selama 5-10 menit saja.

Dengan menerapkan ice breaking yang tepat dan menyenangkan, suasana pembelajaran di kelas bisa menjadi lebih hidup, interaktif dan partisipatif. Siswa pun jadi lebih bersemangat mengikuti pelajaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *