Scroll untuk baca artikel
Kesehatan

Cara Membuat Nutrition Label: Panduan Lengkap dan Mudah

Avatar
×

Cara Membuat Nutrition Label: Panduan Lengkap dan Mudah

Sebarkan artikel ini
Cara Membuat Nutrition Label

Membuat label nutrisi atau nutrition label untuk produk makanan dan minuman adalah langkah penting untuk memastikan konsumen mendapatkan informasi yang akurat tentang kandungan gizi produk yang mereka konsumsi. Label ini tidak hanya membantu konsumen membuat pilihan yang lebih sehat, tetapi juga mematuhi peraturan yang ditetapkan oleh badan pengawas makanan. Artikel ini akan membahas cara membuat nutrition label dengan mudah, menggunakan berbagai alat dan template yang tersedia.

Mengapa Nutrition Label Penting?

Manfaat Bagi Konsumen

Label nutrisi memberikan informasi penting tentang kandungan gizi produk, seperti kalori, lemak, protein, karbohidrat, gula, dan garam. Informasi ini sangat berguna bagi konsumen yang memiliki kondisi medis tertentu atau yang sedang menjalani program diet.

Manfaat Bagi Produsen

Bagi produsen, mencantumkan label nutrisi dapat meningkatkan kepercayaan konsumen dan memenuhi persyaratan hukum. Di Indonesia, pencantuman label nutrition facts diatur oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melalui berbagai peraturan, seperti Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 9 Tahun 2016 tentang Acuan Label Gizi.

Langkah-langkah Membuat Nutrition Label

1. Pengumpulan Data Nutrisi

Langkah pertama dalam membuat nutrition label adalah mengumpulkan data nutrisi produk. Data ini bisa diperoleh melalui dua cara:

  • Analisis Laboratorium: Mengirim sampel produk ke laboratorium terakreditasi untuk uji proksimat yang akan memberikan rincian kandungan nutrisi seperti energi total, lemak, protein, karbohidrat, gula, dan garam.
  • Database Nutrisi: Menggunakan software analisis nutrisi yang memiliki database bahan makanan untuk menghitung kandungan gizi berdasarkan resep produk.
Baca Juga!  Ketombe Parah: Penyebab, Pengobatan, dan Fakta Menarik

2. Menggunakan Template Nutrition Facts

Setelah data nutrisi terkumpul, langkah berikutnya adalah menggunakan template nutrition facts untuk membuat label. Beberapa alat online yang bisa digunakan antara lain:

  • Nutrition Facts Labels Generator: Alat ini memungkinkan Anda membuat label nutrisi dengan mengisi formulir yang mudah diikuti dan mengunduh gambar resolusi tinggi untuk media cetak.
  • ReciPal: Menyediakan template label nutrisi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan produk Anda. Anda bisa menambahkan bagian khusus, mengubah warna, dan memilih nutrisi opsional.
  • Artwork Flow: Generator label nutrisi gratis yang memungkinkan Anda memasukkan data nutrisi dan menghasilkan label yang siap dicetak.

3. Desain dan Pencetakan Label

Setelah label nutrisi dibuat, langkah selanjutnya adalah mendesain dan mencetak label tersebut. Pastikan label mudah dibaca dan tidak menyesatkan. Beberapa tips desain yang bisa diikuti:

  • Gunakan Font yang Jelas: Pilih font yang mudah dibaca dengan ukuran yang cukup besar.
  • Kontras Warna: Pastikan ada kontras yang cukup antara teks dan latar belakang.
  • Penempatan yang Tepat: Tempatkan label di bagian kemasan yang mudah dilihat oleh konsumen.

Contoh Tabel Nutrition Facts

Berikut adalah contoh tabel nutrition facts yang bisa Anda gunakan sebagai referensi:

Komponen GiziJumlah per Sajian% AKG*
Energi150 kkal7%
Lemak Total5 g8%
Lemak Jenuh1 g5%
Kolesterol0 mg0%
Natrium120 mg5%
Karbohidrat Total22 g7%
Serat Pangan3 g12%
Gula10 g
Protein3 g6%
Vitamin A10%
Vitamin C15%
Kalsium20%
Zat Besi8%

*Persentase Angka Kecukupan Gizi (AKG) berdasarkan kebutuhan energi 2000 kkal.

Tips Membaca Nutrition Label

Takaran Saji

Informasi mengenai takaran saji adalah jumlah produk makanan yang umumnya dikonsumsi dalam satu kali makan atau satu kali penyajian. Jika produk dikonsumsi lebih dari satu kali penyajian, kontribusi jumlah asupan dari kalori dan nutrisi lainnya akan lebih tinggi.

Baca Juga!  Bintik Seperti Jerawat di Badan: Penyebab dan Solusinya

Angka Kecukupan Gizi (AKG)

AKG menunjukkan kontribusi nutrisi dalam satu porsi makanan terhadap total kebutuhan nutrisi harian. Misalnya, jika %AKG menunjukkan nilai 20%, berarti kebutuhan akan nutrisi tersebut telah terpenuhi sebanyak 20% ketika dikonsumsi sesuai dengan takaran saji.

Kandungan Gizi Utama

Perhatikan kandungan gizi utama seperti lemak total, gula, natrium, dan protein. Kandungan ini biasanya disajikan per satu takaran saji, memungkinkan pengguna untuk melihat seberapa banyak dari masing-masing nutrisi yang terkandung dalam satu sajian.

Kesimpulan

Membuat nutrition label untuk produk makanan dan minuman adalah langkah penting yang tidak hanya membantu konsumen membuat pilihan yang lebih sehat tetapi juga mematuhi peraturan yang ditetapkan oleh badan pengawas makanan. Dengan mengikuti langkah-langkah yang telah dijelaskan di atas, Anda dapat membuat label nutrisi yang akurat dan informatif. Gunakan alat dan template yang tersedia untuk mempermudah proses ini dan pastikan label Anda mudah dibaca dan tidak menyesatkan.

Dengan mengikuti panduan ini, Anda akan dapat membuat nutrition label yang tidak hanya memenuhi persyaratan hukum tetapi juga memberikan nilai tambah bagi konsumen. Selamat mencoba!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *