Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

Cara Guru Mengetahui Capaian Pembelajaran Siswa dalam Menerapkan TaRL

Avatar
×

Cara Guru Mengetahui Capaian Pembelajaran Siswa dalam Menerapkan TaRL

Sebarkan artikel ini
Cara Guru Mengetahui Capaian Pembelajaran Siswa dalam Menerapkan TaRL

Halo teman-teman guru! Saat ini banyak sekolah yang menerapkan pendekatan pembelajaran TaRL atau Teaching at the Right Level. Pendekatan ini bertujuan untuk mengatasi kesenjangan pembelajaran antarsiswa dengan cara mengelompokkan mereka berdasarkan tingkat kemampuan yang sama.

Lalu, bagaimana cara kita sebagai guru bisa memantau capaian pembelajaran masing-masing siswa ya? Nah, melalui artikel ini, aku akan membagikan beberapa tips yang bisa kamu terapkan. Jadi, simak baik-baik ya!

Lakukan Asesmen Awal

Langkah pertama adalah melakukan asesmen awal atau pre-test kepada para siswa kita. Asesmen ini bertujuan untuk mengukur kemampuan awal mereka dalam membaca, menulis, dan berhitung.

Guru sedang mengawasi siswa mengerjakan soal pre-test

Hasil pre-test ini nantinya akan kita gunakan sebagai acuan untuk mengelompokkan para siswa ke dalam beberapa kelompok belajar sesuai dengan tingkat kemampuan mereka.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan pre-test:

  • Soal pre-test harus valid dan reliabel. Artinya, soal tersebut telah teruji keakuratan dan konsistensinya untuk mengukur kemampuan siswa.
  • Cakup semua aspek kemampuan yang ingin diukur, misalnya membaca pemahaman, menulis karangan, berhitung penjumlahan, perkalian, dll.
  • Gunakan soal dan metode penilaian yang sesuai dengan usia dan tingkat kemampuan siswa.
  • Alokasikan waktu yang cukup bagi siswa untuk mengerjakan pre-test.
  • Dokumentasikan hasil pre-test masing-masing siswa untuk memudahkan analisis.

Kelompokkan Siswa berdasarkan Kemampuan

Setelah melakukan pre-test, langkah selanjutnya adalah mengelompokkan para siswa ke dalam beberapa kelompok belajar sesuai dengan tingkat kemampuan mereka.

Siswa dengan tingkat kemampuan yang sama dikelompokkan bersama. Misalnya:

Baca Juga!  Sekolah STOVIA: Perwujudan Trias Politika Belanda di Bidang Edukasi
  • Kelompok 1: Siswa berkemampuan tinggi
  • Kelompok 2: Siswa berkemampuan sedang
  • Kelompok 3: Siswa berkemampuan dasar

Berikut adalah beberapa tips dalam melakukan pengelompokan siswa:

  • Analisis hasil pre-test untuk menentukan tingkat kemampuan masing-masing siswa
  • Kelompokkan max 5-10 siswa per kelompok agar lebih fokus dan mudah diawasi
  • Usahakan rentang kemampuan dalam satu kelompok tidak terlalu lebar, agar pembelajaran lebih terarah
  • Kelompok bersifat fleksibel dan dapat diubah seiring dengan perkembangan siswa

Rancang Pembelajaran Sesuai Tingkat Kemampuan

Langkah berikutnya adalah merancang rencana pembelajaran yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan masing-masing kelompok siswa.

Misalnya, untuk siswa berkemampuan dasar kita fokuskan pada literasi dan numerasi tingkat awal seperti mengenal huruf, suku kata, kata sederhana, berhitung bilangan cacah, dll.

Sedangkan untuk siswa tingkat tinggi, kita berikan tantangan pembelajaran yang lebih rumit seperti pemahaman teks, penalaran matematika tingkat lanjut, dll.

Dalam merancang pembelajaran, beberapa hal yang dapat diperhatikan:

  • Kesesuaian materi dengan tingkat kemampuan siswa
  • Metode mengajar interaktif, menarik, melibatkan aktivitas siswa
  • Banyak latihan dan praktik langsung oleh siswa
  • Gunakan media belajar konkret untuk mempermudah pemahaman
  • Berikan apresiasi untuk memotivasi siswa

Pantau Capaian Pembelajaran Siswa

Nah, setelah pembelajaran mulai berjalan, tips selanjutnya adalah memantau capaian pembelajaran siswa pada setiap kelompok secara rutin.

Pemantauan ini penting untuk mengetahui efektivitas pembelajaran serta perkembangan yang dicapai para siswa kita.

Beberapa hal yang dapat dilakukan:

  • Kelilingi kelas saat siswa belajar, amati aktivitas dan respon mereka
  • Berikan kuis/pertanyaan secara acak untuk mengecek pemahaman
  • Periksa tugas/pekerjaan rumah yang dikerjakan siswa
  • Lakukan penilaian tertulis maupun praktik secara berkala
  • Dokumentasikan hasil penilaian masing-masing siswa

Selain itu, kita juga bisa meminta umpan balik dari siswa terkait proses pembelajaran yang mereka rasakan. Apakah menarik, membosankan, terlalu sulit atau terlalu mudah. Informasi ini dapat kita jadikan masukan untuk memperbaiki rencana pembelajaran selanjutnya.

Baca Juga!  Implementasi Balanced Scorecard pada Organisasi Pemerintah

Evaluasi Akhir untuk Mengukur Pencapaian Siswa

Di akhir periode pembelajaran (misal semester), kita dapat melakukan evaluasi akhir atau post-test untuk mengukur pencapaian hasil belajar para siswa setelah mengikuti pembelajaran pendekatan TaRL.

Post-test ini penting untuk mengetahui efektivitas pendekatan TaRL serta sejauh mana kemampuan para siswa kita telah meningkat.

Beberapa hal yang dapat diperhatikan:

  • Gunakan soal post-test yang setara tingkat kesulitannya dengan pre-test
  • Bandingkan hasil pre-test dan post-test setiap siswa untuk melihat peningkatan skor yang dicapai
  • Hitung persentase ketuntasan belajar siswa per kelompok
  • Analisis soal post-test yang dijawab salah oleh banyak siswa, apa penyebabnya?
  • Gunakan hasil post-test sebagai evaluasi untuk perbaikan rencana pembelajaran berikutnya

Lakukan Re-grouping Siswa bila Perlu

Melalui pemantauan rutin terhadap capaian pembelajaran siswa, kita dapat mengidentifikasi siswa-siswa yang menunjukkan perkembangan pesat atau justru lambat.

Informasi ini dapat kita jadikan dasar untuk melakukan re-grouping atau pengelompokan ulang siswa bila diperlukan.

Misalnya siswa yang awalnya berada di kelompok lambat (kemampuan dasar) ternyata menunjukkan peningkatan signifikan sehingga dapat dipindahkan ke kelompok menengah atau tinggi. Begitu pula sebaliknya.

Dengan re-grouping ini, kita memastikan bahwa siswa selalu belajar bersama teman sebaya dengan tingkat kemampuan yang setara di kelompok masing-masing.

Penutup

Itulah beberapa cara yang dapat dilakukan guru untuk memantau capaian pembelajaran siswa dalam penerapan pendekatan TaRL ini. Intinya, lakukan asesmen dan evaluasi secara berkala, kelompokkan siswa berdasarkan kemampuan, serta lakukan pembelajaran yang adaptif terhadap tingkat masing-masing kelompok ya teman-teman.

Semoga bermanfaat! Jika ada pertanyaan atau masukan terkait penerapan pendekatan TaRL ini, jangan ragu untuk berdiskusi dengan saya ya. Mari berkolaborasi demi meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah kita masing-masing.

Baca Juga!  Istilah Lain dari Kruispas pada Gerak Berirama Adalah Langkah Silang

Sekian dulu dari saya, terima kasih dan salam sukses!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *