Dengan penampilannya yang kokoh dan tampak tidak bergerak di dasar laut, banyak orang bertanya-tanya: apakah terumbu karang itu hewan atau tumbuhan? Jawabannya mungkin mengejutkan bagi sebagian orang.
Secara ilmiah, terumbu karang adalah hewan, bukan tumbuhan. Kesalahpahaman ini sering muncul karena karang hidup menetap di satu tempat (sesil) dan memiliki warna-warni cerah. Penjelasan lengkap mengenai organisme ini dapat ditemukan di panduan utama terumbu karang.
Untuk memahaminya, kita perlu melihat organisme pembangunnya: polip karang.
Karang Dibangun oleh Hewan Bernama Polip
Struktur masif yang kita kenal sebagai terumbu karang sebenarnya adalah koloni raksasa yang terdiri dari ribuan hingga jutaan hewan kecil bernama polip karang.
- Struktur Polip: Setiap polip adalah organisme individu dengan tubuh lunak berbentuk tabung, mulut di bagian tengah yang dikelilingi oleh tentakel.
- Kerabat Dekat Ubur-ubur: Secara taksonomi, polip karang termasuk dalam filum Cnidaria, yang berarti mereka berkerabat dekat dengan anemon laut dan ubur-ubur. Sama seperti kerabatnya, tentakel polip dilengkapi dengan sel penyengat (nematosista) untuk menangkap mangsa.
Mengapa Karang Adalah Hewan?
Ada beberapa alasan mendasar mengapa karang diklasifikasikan sebagai hewan:
Tidak Bisa Membuat Makanan Sendiri: Tumbuhan bersifat autotrof, artinya mereka dapat menghasilkan makanan sendiri melalui fotosintesis. Sebaliknya, hewan bersifat heterotrof, yang berarti mereka harus mendapatkan nutrisi dengan memakan organisme lain. Polip karang secara aktif menggunakan tentakelnya untuk menangkap zooplankton dan partikel makanan kecil lainnya dari kolom air.
Memiliki Mulut dan Sistem Pencernaan: Seperti hewan pada umumnya, polip karang memiliki mulut untuk menelan makanan dan rongga perut untuk mencernanya.
Struktur Sel Hewan: Sel-sel karang tidak memiliki dinding sel yang kaku, yang merupakan ciri khas sel tumbuhan.
Peran Alga dalam Pewarnaan Karang
Lalu, dari mana datangnya warna-warni indah pada terumbu karang jika mereka bukan tumbuhan?
Warna tersebut berasal dari alga mikroskopis bernama zooxanthellae yang hidup di dalam jaringan polip karang. Hubungan ini adalah contoh simbiosis mutualisme yang sempurna:
- Polip karang menyediakan tempat tinggal yang aman dan senyawa anorganik (seperti karbon dioksida) bagi alga.
- Zooxanthellae melakukan fotosintesis dan menghasilkan energi (gula), yang sebagian besar disumbangkan kepada polip karang sebagai sumber makanan tambahan.
Meskipun mendapat "bantuan" makanan dari alga, sifat dasar polip sebagai organisme yang memangsa tetap tidak berubah. Alga ini hanyalah mitra simbiotik, bukan bagian dari tubuh karang itu sendiri.
Ketika karang mengalami stres, misalnya akibat suhu air yang terlalu panas, mereka akan mengusir alga zooxanthellae dari jaringannya. Peristiwa inilah yang disebut pemutihan karang (coral bleaching), yang membuat karang kehilangan warnanya dan tampak putih pucat karena kerangka kalsium karbonatnya terlihat.
Jadi, kesimpulannya jelas: terumbu karang adalah koloni hewan yang hidup bersimbiosis dengan alga. Struktur kerasnya adalah kerangka kalsium karbonat yang mereka bangun, sementara kehidupan dan warnanya berasal dari ribuan polip hewan dan alga yang tinggal di dalamnya.