Read More
Makanan Bioteknologi: 15+ Contoh Produk dan Aspek Keamanannya
Biologi

Makanan Bioteknologi: 15+ Contoh Produk dan Aspek Keamanannya

Jelajahi berbagai contoh makanan bioteknologi, dari tempe hingga yogurt. Pahami mikroorganisme di baliknya dan pelajari aspek keamanan pangan menurut BPOM.

RH
Riko Herlambang
7 Sep 2025 Diperbarui 1 Jun 2026 4 menit
Jadikan readmore.id sebagai preferensi terpercayamu di Google
Makanan Bioteknologi: 15+ Contoh Produk dan Aspek Keamanannya

Isi artikel

Iklan

Saat mendengar istilah "makanan bioteknologi", sebagian orang mungkin langsung berpikir tentang produk rekayasa genetika yang rumit. Padahal, banyak makanan bioteknologi yang sudah menjadi bagian dari menu kita sehari-hari, bahkan menjadi ikon kuliner tradisional Indonesia.

Pada dasarnya, makanan bioteknologi adalah produk pangan yang dihasilkan melalui proses yang melibatkan mikroorganisme seperti bakteri, ragi, atau jamur. Artikel ini akan menyajikan daftar contoh makanan bioteknologi, baik konvensional maupun modern, serta membahas aspek keamanan yang perlu diketahui.

15+ Contoh Makanan Hasil Bioteknologi

Berikut adalah daftar produk pangan yang proses pembuatannya mengandalkan kekuatan bioteknologi.

1. Tempe

  • Mikroorganisme: Rhizopus oligosporus (jamur/kapang).
  • Proses Singkat: Jamur ditumbuhkan pada kacang kedelai rebus, membentuk miselium putih padat yang mengikat kedelai menjadi kue tempe yang khas.
Makanan Fermentasi

2. Yogurt

  • Mikroorganisme: Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus (bakteri asam laktat).
  • Proses Singkat: Bakteri memfermentasi laktosa (gula susu) menjadi asam laktat, yang menyebabkan susu mengental dan memberikan rasa asam yang segar.

3. Keju

  • Mikroorganisme: Bakteri asam laktat dan enzim rennet.
  • Proses Singkat: Susu diasamkan oleh bakteri, lalu digumpalkan menggunakan rennet. Dadih (gumpalan) kemudian dipisahkan dan diperam (ripening) untuk menghasilkan berbagai jenis keju.

4. Tape (Singkong atau Ketan)

  • Mikroorganisme: Saccharomyces cerevisiae (ragi/khamir).
  • Proses Singkat: Ragi ditaburkan pada singkong atau ketan kukus. Ragi akan mengubah pati menjadi gula, lalu menjadi alkohol, menghasilkan rasa manis dan aroma yang khas.

5. Kecap

  • Mikroorganisme: Aspergillus oryzae (jamur) dan mikroba lainnya.
  • Proses Singkat: Proses dua tahap, diawali fermentasi koji (jamur ditumbuhkan di kedelai) untuk memecah protein, dilanjutkan dengan fermentasi garam (moromi) untuk mengembangkan rasa.

6. Roti

  • Mikroorganisme: Saccharomyces cerevisiae (ragi).
  • Proses Singkat: Ragi dalam adonan akan memfermentasi gula, menghasilkan gas karbon dioksida yang membuat adonan mengembang dan memberikan tekstur empuk pada roti setelah dipanggang.

7. Nata de Coco

  • Mikroorganisme: Acetobacter xylinum (bakteri).
  • Proses Singkat: Bakteri ditumbuhkan pada media air kelapa yang diberi gula. Bakteri ini akan menghasilkan jalinan selulosa yang membentuk lapisan kenyal berwarna putih.

8. Oncom

  • Mikroorganisme: Neurospora intermedia atau N. crassa (jamur).
  • Proses Singkat: Jamur ditumbuhkan pada bungkil tahu atau kacang tanah, menghasilkan produk dengan warna oranye kemerahan dan rasa yang unik.

9. Tauco

  • Mikroorganisme: Aspergillus oryzae dan mikroba lainnya.
  • Proses Singkat: Mirip dengan kecap, tauco dibuat dari fermentasi kedelai yang digiling menjadi pasta asin yang kental.

10. Cuka

  • Mikroorganisme: Acetobacter aceti (bakteri).
  • Proses Singkat: Bakteri mengubah alkohol (dari sari buah atau cairan beralkohol lainnya) menjadi asam asetat dalam kondisi aerobik (membutuhkan oksigen).

11. Terasi

  • Mikroorganisme: Konsorsium bakteri halofilik (tahan garam).
  • Proses Singkat: Udang rebon atau ikan difermentasi dengan garam dalam waktu lama untuk menghasilkan pasta dengan aroma dan rasa yang sangat kuat.

12. Dadih

  • Mikroorganisme: Bakteri asam laktat alami.
  • Proses Singkat: Susu kerbau segar difermentasi secara alami di dalam tabung bambu hingga mengental menjadi seperti puding.

13. Kefir

  • Mikroorganisme: Campuran kompleks bakteri asam laktat dan ragi dalam "biji kefir".
  • Proses Singkat: Biji kefir dimasukkan ke dalam susu dan difermentasi, menghasilkan minuman probiotik yang sedikit bersoda.

14. Brem

  • Mikroorganisme: Ragi dan jamur amilolitik (pemecah pati).
  • Proses Singkat: Sari tape ketan difermentasi lebih lanjut dan diendapkan, lalu dikeringkan menjadi lempengan padat atau dikemas sebagai minuman.

15. Produk Pangan Rekayasa Genetika (PRG)

  • Contoh: Minyak goreng dari kedelai transgenik, sirup jagung dari jagung transgenik.
  • Proses Singkat: Produk turunan dari tanaman yang telah dimodifikasi secara genetik untuk mendapatkan sifat unggul, seperti tahan hama atau toleran herbisida.

Aspek Keamanan Makanan Bioteknologi

Inspeksi Keamanan Pangan

Keamanan produk bioteknologi, terutama yang berasal dari rekayasa genetika (PRG), diawasi secara ketat oleh pemerintah melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

  • Regulasi PRG: Di Indonesia, regulasi utama adalah Peraturan BPOM No. 6 Tahun 2018 tentang Pengawasan Pangan Produk Rekayasa Genetik. Peraturan ini mewajibkan semua PRG untuk melewati proses penilaian keamanan (safety assessment) sebelum diizinkan beredar.
  • Proses Penilaian: Penilaian ini meliputi analisis potensi alergi, toksisitas, stabilitas gen yang dimasukkan, dan perbandingan kandungan gizi dengan produk konvensionalnya. Proses ini dilakukan untuk memastikan bahwa produk tersebut sama amannya dengan produk non-rekayasa.
  • Label Pangan: Jika suatu produk pangan mengandung bahan yang berasal dari PRG, peraturan mewajibkan pencantuman label "PANGAN PRODUK REKAYASA GENETIK" pada kemasan untuk memberikan informasi yang transparan kepada konsumen.
  • Bahan Tambahan Pangan (BTP): Penggunaan BTP, termasuk yang dihasilkan melalui proses bioteknologi, juga diatur secara ketat oleh BPOM untuk memastikan keamanannya.

Pada intinya, baik produk bioteknologi konvensional yang telah teruji oleh waktu maupun produk modern yang diawasi regulasi ketat, keduanya dirancang untuk aman dikonsumsi.


Memahami dunia makanan bioteknologi membantu kita mengapresiasi peran sains dalam rantai pasok pangan. Untuk wawasan lebih luas, baca juga artikel kami mengenai Bioteknologi Konvensional dan Manfaat Bioteknologi, atau kembali ke panduan utama bioteknologi kami.

Iklan
RH

Riko Herlambang

kontributor

Profil

Komentar

Nama
Email
Komentar

Komentar sebagai tamu akan ditinjau sebelum dipublikasikan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!