Read More
Bagian Saluran Pencernaan yang Menghubungkan Kerongkongan dan Lambung: Ini Jawabannya!
Biologi

Bagian Saluran Pencernaan yang Menghubungkan Kerongkongan dan Lambung: Ini Jawabannya!

Apa sebutan bagian saluran pencernaan yang menghubungkan kerongkongan dan lambung? Temukan fakta biologi yang benar dan lengkap dengan fungsinya di sini!

RH
Riko Herlambang
5 Mar 2026 3 menit
Bagian Saluran Pencernaan yang Menghubungkan Kerongkongan dan Lambung: Ini Jawabannya!

Isi artikel

Saat belajar tentang anatomi tubuh manusia di sekolah, pertanyaan tentang nama organ pemroses makanan sering kali menguji daya ingat kita. Salah satu pertanyaan yang cukup menjebak di buku pelajaran IPA adalah: Apa sebutan bagian saluran pencernaan yang menghubungkan kerongkongan dan lambung?

Banyak yang terkecoh, mengira bahwa kerongkongan (esofagus) langsung "bolong" menyambung tanpa sekat ke dalam lambung. Nyatanya, sistem pencernaan manusia jauh lebih cerdas dari yang kita bayangkan. Memahami anatomi bagian ini tidak hanya sekadar hafal teori, tetapi kamu juga akan tahu mengapa isi lambungmu tidak mudah tumpah kembali ke rongga mulut.

Ayo kita kupas tuntas jawaban pastinya beserta penjelasan fungsi dan bagian-bagian pentingnya secara biologi dan medis.

Jawaban: Sfingter Esofagus Bawah (Sfingter Kardia)

Tentu kamu sudah paham urutannya, bahwa dari mulut, makanan akan dikunyah lalu didorong masuk menuju kerongkongan menuju lambung (secara lengkap bisa dicek pada urutan organ pencernaan manusia dari mulut sampai anus). Nah, pada perbatasan ujung bawah kerongkongan dengan ujung atas lambung, terdapat sebuah struktur cincin otot yang disebut dengan Sfingter Esofagus Bawah (Lower Esophageal Sphincter / LES) atau yang sering juga disebut sebagai Kardia (atau Sfingter Kardia).

Jadi, jika ditanya bagian saluran pencernaan yang menghubungkan kerongkongan dan lambung, jawabannya adalah Sfingter Kardia / Kardia atau Sfingter Esofagus Bawah.

Fungsi Sfingter Kardia sebagai 'Penjaga Pintu'

Dilansir dari jurnal anatomi Fakultas Kedokteran serta Hello Sehat, lapisan bawah kerongkongan ini bukan sekadar saluran biasa. Ia bekerja layaknya "pintu otomatis" dengan satu arah masuk. Di balik sifatnya yang kembang kempis atau otomatis (sebagian berupa otot polos pengatur gerakan peristaltik), ada dua fungsi krusial dari sfingter kardia:

1. Mengunci Makanan agar Tidak Kembali Naik (Refluks)

Ketika makanan lewat, otot cincin sfingter kardia akan perlahan mengendur (terbuka) sehingga makanan bisa tergelincir masuk seutuhnya ke dalam lambung. Sesudahnya, otot ini langsung otomatis menegang dan menutupnya dengan sangat rapat. Cincin yang kokoh ini wajib menutup rapat untuk menahan tekanan dari perut ketika kita sedang memutar tubuh, jongkok, melompat, atau iseng berdiri terbalik (handstand).

Buku biologi yang mempelajari anatomi bagian kerongkongan dan lambung pencernaan manusia

2. Menahan Asam Lambung

Di dalam lambung, sel-sel memproduksi asam hidroklorida (HCl) yang memiliki pH (tingkat keasaman) amat sangat tinggi sekitar 1 hingga 2 (sangat korosif untuk membunuh kuman). Lapisan dinding kerongkongan bagian dalam sangatlah sensitif (bersifat basa/alkali) dan tidak didesain untuk kebal terhadap zat korosif ini. Itulah mengapa sfingter harus menutup erat, agar getah lambung tajam tersebut tidak membakar kerongkongan kita.

Apa yang Terjadi Ketika "Pintu" Ini Mengendur?

Mungkin kamu sering mendengar orang di sekitarmu mengeluh merasa dada bagai terbakar, mulut pahit, atau cairan asam yang tiba-tiba naik ketika bersendawa. Kondisi tersebut dinamakan refluks asam lambung atau GERD (Gastroesophageal Reflux Disease).

Kelainan GERD sangat berkaitan erat dengan kelemahan cincin otot Sfingter Kardia. Jika diteliti lebih jauh, penderita GERD mengalami penurunan daya regang cincin sfingter tersebut sehingga pintu lambung terus "kendor". Asap rokok, obesitas, posisi tidur tengkurap setelah makan, hingga efek kafein adalah beberapa penyebab utama kelemahan otot sambungan kerongkongan ini. Bila kamu merasakannya, lebih baik mempelajari apa saja sebenarnya perbedaan GERD dan Asam Lambung (maag) sedari dini agar salah satu gejalanya tidak kamu abaikan.

Kesimpulan

Apabila ada tugas sekolah atau pertanyaan medis mengenai apa bagian saluran pencernaan yang menghubungkan kerongkongan dan lambung, kamu bisa mantap menjawabnya dengan Sfingter Kardia atau Sfingter Esofagus Bawah (LES). Struktur unik inilah pahlawan tersembunyi yang menjaga kenyamananmu setelah menyantap makanan enak setiap harinya demi kehidupan yang sehat!

RH

Riko Herlambang

kontributor

Profil

Komentar

Nama
Email
Komentar

Komentar sebagai tamu akan ditinjau sebelum dipublikasikan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!