Scroll untuk baca artikel
Akuntansi

Biaya Proses dan Tahapan dalam Menghitungnya

Avatar
×

Biaya Proses dan Tahapan dalam Menghitungnya

Sebarkan artikel ini
Biaya Proses

Pengertian Biaya Proses

Biaya proses (process costing) adalah metode penentuan biaya produksi ketika produk yang serupa diproduksi secara massal dan berkesinambungan melalui serangkaian proses atau departemen. Dalam biaya proses, biaya overhead pabrik dialokasikan ke produk berdasarkan unit yang diproduksi bukan berdasarkan pesanan tertentu.

Biaya proses cocok digunakan pada industri proses seperti semen, kertas, pupuk, dan lainnya di mana bahan baku melalui serangkaian proses produksi yang berurutan sebelum menjadi produk jadi. Contohnya, dalam industri semen, batu kapur dan tanah liat akan melalui proses pencampuran, pembakaran, penggilingan, dan pengemasan sebelum menjadi semen jadi.

Tahap Utama dalam Menghitung Biaya Proses

Menghitung Biaya Proses

Ada 5 tahap utama dalam menghitung biaya proses, yaitu:

1. Mengidentifikasi Departemen atau Proses Produksi

Langkah pertama adalah mengidentifikasi departemen atau proses produksi yang ada. Setiap departemen mewakili satu tahap dalam proses produksi secara keseluruhan. Contoh departemen dalam industri semen adalah departemen pencampuran, departemen pembakaran, departemen penggilingan, dan departemen pengemasan.

2. Mengumpulkan Data Biaya Departemen

Kemudian mengumpulkan data biaya yang terjadi di setiap departemen, yang terdiri dari:

  • Biaya bahan baku langsung
  • Biaya tenaga kerja langsung
  • Biaya overhead pabrik

Data biaya ini biasanya diambil untuk periode akuntansi tertentu, misalnya per bulan.

3. Menghitung Tarif Overhead Departemen

Tarif overhead departemen dihitung dengan cara membagi total biaya overhead dengan basis alokasi yang dipilih, misalnya jam tenaga kerja langsung, jam mesin, atau unit produksi.

Baca Juga!  Akuntansi Keperilakuan: Memahami Perilaku Manusia dalam Akuntansi

Contoh perhitungan tarif overhead Departemen Pencampuran:

Biaya Overhead Departemen PencampuranRp100.000
Jam Tenaga Kerja Langsung10.000 jam
Tarif Overhead per Jam (Rp100.000/10.000 jam)Rp10

4. Membebankan Biaya ke Produk Dalam Proses

Biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik dibebankan ke produk dalam proses berdasarkan unit yang diproduksi di setiap departemen.

Misalnya jika Departemen Pencampuran memproduksi 5.000 unit dengan tarif overhead Rp10 per jam, maka total biaya overhead yang dibebankan adalah 5.000 unit x Rp10 = Rp50.000

5. Menghitung Harga Pokok Produksi

Harga pokok produksi per unit dihitung dengan menjumlahkan biaya bahan baku, tenaga kerja, dan overhead pabrik dari semua departemen, kemudian membaginya dengan jumlah unit yang diproduksi.

Contoh perhitungan harga pokok produksi:

BiayaJumlah
Bahan BakuRp500.000
Tenaga KerjaRp200.000
Overhead Departemen PencampuranRp50.000
Overhead Departemen PembakaranRp150.000
Overhead Departemen PenggilinganRp100.000
Total BiayaRp1.000.000
Jumlah Unit Diproduksi10.000 unit
Harga Pokok per UnitRp100

Dengan demikian, harga pokok produksi per unit adalah Rp100.

Keunggulan dan Kekurangan Biaya Proses

Keunggulan dan Kekurangan Biaya Proses

Berikut adalah keunggulan dan kekurangan metode biaya proses:

Keunggulan:

  • Mudah diimplementasikan pada industri proses massal dan berkesinambungan.
  • Mampu menelusuri biaya overhead ke departemen penyebabnya.
  • Menghasilkan harga pokok produksi yang akurat.

Kekurangan:

  • Sulit diimplementasikan jika produk dan prosesnya kompleks.
  • Membutuhkan sistem akuntansi biaya yang rumit.
  • Sulit menelusuri biaya ke produk tertentu.

Kesimpulan

Biaya proses cocok digunakan pada industri massal dan berkesinambungan dengan proses produksi yang homogen. Biaya overhead dialokasikan berdasarkan pemicu biaya seperti jam kerja atau unit produksi. Dengan biaya proses, perusahaan dapat menghitung harga pokok produksi yang akurat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *