Read More
Profil Meutya Hafid: Dari Jurnalis Disandera di Irak hingga Jadi Menteri 'Penyapu' Judi Online
Berita

Profil Meutya Hafid: Dari Jurnalis Disandera di Irak hingga Jadi Menteri 'Penyapu' Judi Online

Simak perjalanan luar biasa Meutya Hafid. Mantan jurnalis perang yang pernah disandera 168 jam, kini jadi Menteri Komdigi yang gencar memberantas judi online.

Su
sukabaca
25 Des 2025 2 menit
Jadikan readmore.id sebagai preferensi terpercayamu di Google
Profil Meutya Hafid: Dari Jurnalis Disandera di Irak hingga Jadi Menteri 'Penyapu' Judi Online

Isi artikel

Nama Meutya Hafid belakangan ini kerap menghiasi lini masa berita nasional. Bukan hanya karena jabatannya sebagai Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) di Kabinet Merah Putih, tetapi juga karena langkah tegasnya dalam "bersih-bersih" kementerian dari oknum yang membekingi judi online.

Namun, tahukah Anda bahwa jauh sebelum duduk di kursi eksekutif, wanita kelahiran Bandung ini pernah bertaruh nyawa di daerah konflik? Kisah hidupnya adalah definisi nyata dari ketangguhan.

Berikut adalah profil lengkap dan perjalanan karir Meutya Hafid yang inspiratif.

1. Biodata Singkat & Pendidikan

  • Nama Lengkap: Meutya Viada Hafid
  • Lahir: Bandung, 3 Mei 1978
  • Pendidikan:
    • S1: Bachelor of Engineering (Teknik Manufaktur), University of New South Wales (UNSW), Australia.
    • S2: Magister Ilmu Politik, Universitas Indonesia.
  • Suami: Noer Fajrieansyah

2. Kisah 168 Jam Disandera di Irak

Sebelum terjun ke politik, Meutya dikenal sebagai jurnalis televisi yang tangguh di Metro TV. Momen yang mengubah hidupnya terjadi pada Februari 2005. Saat itu, ia ditugaskan meliput Pemilu di Irak bersama juru kamera Budiyanto.

Nahas, mereka diculik oleh kelompok bersenjata (Mujahidin Irak). Selama kurang lebih 168 jam (3 hari), Meutya dan rekannya hidup di bawah ancaman senjata dalam penyanderaan yang mencekam. Beruntung, mereka akhirnya dibebaskan pada 21 Februari 2005. Pengalaman traumatis ini ia tuangkan dalam buku best-seller berjudul "168 Jam dalam Sandera".

3. Transformasi Karir: Dari Wartawan ke Senayan

Merasa panggilan pengabdiannya bisa lebih luas, Meutya banting setir ke dunia politik pada tahun 2008 bergabung dengan Partai Golkar. Karirnya di legislatif sangat moncer:

  • Menjadi anggota DPR RI selama beberapa periode (2010–2024) mewakili Sumatera Utara I.
  • Mencetak sejarah sebagai perempuan pertama yang menjadi Ketua Komisi I DPR RI (membidangi Pertahanan, Luar Negeri, dan Informatika).
  • Berperan kunci dalam pengesahan UU Perlindungan Data Pribadi (UU PDP).

4. Gebrakan sebagai Menteri Komdigi

Pada Oktober 2024, Presiden Prabowo Subianto menunjuknya sebagai Menteri Komunikasi dan Digital. Tantangan yang ia hadapi tidak main-main: Darurat Judi Online.

Meutya langsung tancap gas dengan kebijakan yang berani:

  1. Pembersihan Internal: Ia mendukung penuh kepolisian yang menangkap sejumlah pegawai Komdigi karena terbukti "membina" dan melindungi ribuan situs judi online. Sikap terbukanya diapresiasi publik.
  2. Penurunan Transaksi Judol: Pada akhir 2025, Komdigi merilis data bahwa transaksi judi online berhasil ditekan hingga turun 57% berkat pemblokiran masif dan pengawasan ketat.

Kesimpulan

Perjalanan Meutya Hafid mengajarkan bahwa keberanian adalah modal utama. Dari medan perang Irak hingga "medan perang" digital melawan mafia judi, ia membuktikan kapasitasnya sebagai pemimpin wanita yang tangguh. Publik kini menanti gebrakan selanjutnya untuk mewujudkan ruang digital Indonesia yang aman dan sehat.

Iklan
Su

sukabaca

admin

Profil

Komentar

Nama
Email
Komentar

Komentar sebagai tamu akan ditinjau sebelum dipublikasikan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!