Read More
Kenapa KRL Tidak Berhenti di Stasiun Gambir? Ini Alasannya!
Berita

Kenapa KRL Tidak Berhenti di Stasiun Gambir? Ini Alasannya!

Stasiun Gambir, yang terletak di pusat Jakarta, dikenal sebagai salah satu stasiun kereta api terbesar di Indonesia. Stasiun ini melayani kereta jarak jauh (KAJJ) yang menghubungkan Jakarta dengan be...

Su
sukabaca
5 Feb 2025 Diperbarui 1 Jun 2026 3 menit
Jadikan readmore.id sebagai preferensi terpercayamu di Google
Kenapa KRL Tidak Berhenti di Stasiun Gambir? Ini Alasannya!

Isi artikel

Stasiun Gambir, yang terletak di pusat Jakarta, dikenal sebagai salah satu stasiun kereta api terbesar di Indonesia. Stasiun ini melayani kereta jarak jauh (KAJJ) yang menghubungkan Jakarta dengan berbagai kota besar di Pulau Jawa. Namun, bagi pengguna KRL Commuter Line, Stasiun Gambir bukanlah pemberhentian yang tersedia. Keputusan ini sering memunculkan pertanyaan dari para penumpang KRL yang ingin turun atau naik di kawasan strategis ini. Dengan lokasi yang dekat dengan Monumen Nasional (Monas) dan akses mudah ke berbagai moda transportasi lain, absennya KRL di Stasiun Gambir menjadi topik menarik untuk dibahas.

Kenapa KRL Tidak Berhenti di Stasiun Gambir?

Ada beberapa alasan utama mengapa KRL Commuter Line tidak berhenti di Stasiun Gambir. Keputusan ini tidak hanya didasarkan pada faktor teknis, tetapi juga untuk mendukung efisiensi operasional dan kenyamanan penumpang.

1. Fokus pada Kereta Jarak Jauh (KAJJ)

Stasiun Gambir saat ini difokuskan untuk melayani kereta jarak jauh. Hal ini dilakukan agar penumpang KAJJ dapat menikmati fasilitas yang lebih kondusif tanpa terganggu oleh kepadatan penumpang KRL. Mobilitas tinggi pengguna KRL sering kali tidak sejalan dengan kebutuhan penumpang KAJJ yang memerlukan waktu lebih lama untuk naik dan turun kereta. Dengan memisahkan layanan ini, suasana stasiun menjadi lebih nyaman bagi kedua jenis pengguna transportasi tersebut.

2. Risiko Penumpukan Penumpang

Stasiun Gambir berada di kawasan yang sangat strategis dan ramai. Jika KRL berhenti di sini, risiko penumpukan penumpang akan meningkat, terutama pada jam-jam sibuk. Penambahan volume penumpang dari KRL dapat memperburuk situasi, menciptakan potensi keributan dan keterlambatan jadwal kereta jarak jauh.

3. Percampuran Penumpang

Salah satu alasan penting lainnya adalah untuk menghindari percampuran antara penumpang KRL dan KAJJ. Percampuran ini dapat menyebabkan kebingungan, seperti adanya penumpang gelap (penumpang tanpa tiket) yang sulit terdeteksi. Selain itu, percampuran tersebut juga dapat memperlambat proses naik-turun penumpang di peron.

4. Alternatif Stasiun Terdekat

Bagi pengguna KRL yang ingin menuju kawasan sekitar Stasiun Gambir, terdapat dua stasiun terdekat yaitu Stasiun Gondangdia dan Stasiun Juanda. Kedua stasiun ini hanya berjarak satu pemberhentian dari Gambir dan dapat dijangkau dengan berjalan kaki atau menggunakan transportasi lain seperti ojek online.

5. Rencana Pengembangan Stasiun Manggarai

Keputusan untuk tidak menjadikan Stasiun Gambir sebagai pemberhentian KRL juga berkaitan dengan pengembangan Stasiun Manggarai sebagai stasiun sentral di Jakarta. Dalam rencana jangka panjang, semua layanan kereta jarak jauh akan dipindahkan ke Manggarai, sementara Gambir akan dialihfungsikan sepenuhnya untuk melayani KRL Commuter Line. Proyek ini diperkirakan selesai pada tahun 2025.

Dampak Kebijakan Ini

Kebijakan untuk tidak menghentikan KRL di Stasiun Gambir memiliki dampak positif maupun tantangan tersendiri:

  • Positif: Pemisahan layanan antara KAJJ dan KRL membuat perjalanan lebih nyaman bagi masing-masing pengguna moda transportasi tersebut. Penjadwalan kereta juga menjadi lebih efisien karena tidak ada gangguan dari kepadatan penumpang.
  • Tantangan: Bagi sebagian pengguna KRL, terutama yang memiliki tujuan akhir di sekitar Monas atau kawasan pusat Jakarta lainnya, kebijakan ini bisa menjadi kurang praktis karena harus berpindah moda transportasi.

Dengan mempertimbangkan semua faktor tersebut, keputusan untuk tidak menghentikan KRL di Stasiun Gambir adalah langkah strategis yang dirancang untuk mengoptimalkan pengalaman perjalanan bagi semua pihak.

Terima kasih sudah membaca artikel ini! Semoga informasi tadi bisa menjawab rasa penasaran kamu tentang alasan di balik kebijakan ini. Jangan lupa mampir lagi ke sini untuk baca artikel menarik lainnya ya!

Su

sukabaca

admin

Profil

Komentar

Nama
Email
Komentar

Komentar sebagai tamu akan ditinjau sebelum dipublikasikan.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!