Bentuk Perilaku Dalam Kode Etik Asn Yang Paling Tepat Sebagai Pelanggaran

Dalima Puspita

Bentuk Perilaku Dalam Kode Etik Asn Yang Paling Tepat Sebagai Pelanggaran

Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai abdi negara dan abdi masyarakat memiliki kode etik dan kode perilaku yang diatur dalam UU No. 5 Tahun 2014 tentang ASN. Kode etik dan kode perilaku ini bertujuan untuk menjaga martabat dan kehormatan ASN.

Salah satu poin penting dalam kode etik ASN adalah “menjaga agar tidak terjadi konflik kepentingan dalam melaksanakan tugasnya”. Oleh karena itu, membiarkan terjadinya konflik kepentingan merupakan bentuk perilaku yang bertentangan dengan kode etik ASN.

Pembahasan

Pengertian Konflik Kepentingan

Konflik kepentingan adalah situasi dimana seorang ASN memiliki kepentingan pribadi yang berpotensi mempengaruhi pelaksanaan tugas dan pengambilan keputusannya secara objektif. Misalnya menerima gratifikasi yang kemudian mempengaruhi keputusan yang diambil.

Bentuk-Bentuk Konflik Kepentingan

Beberapa bentuk konflik kepentingan yang sering terjadi:

  • Menerima gratifikasi atas suatu keputusan atau jabatan
  • Menggunakan aset/fasilitas negara untuk kepentingan pribadi
  • Melakukan kegiatan bisnis dengan menggunakan informasi internal jabatan
  • Memberikan akses istimewa pada pihak tertentu

Bahaya Konflik Kepentingan

Konflik kepentingan berbahaya karena:

  • Berpotensi menggadaikan kepentingan publik demi kepentingan pribadi
  • Mempengaruhi objektivitas dan kualitas pengambilan keputusan
  • Berpotensi menjurus pada tindak pidana korupsi

Kode Etik Terkait Konflik Kepentingan

Dalam UU ASN Pasal 5 dan PP No. 42 Tahun 2004, ASN diwajibkan untuk:

  • Menjaga agar tidak terjadi konflik kepentingan dalam tugas
  • Tidak menyalahgunakan jabatan untuk mendapatkan keuntungan pribadi
  • Menjaga reputasi dan integritas ASN

Sanksi Pelanggaran

ASN yang terbukti melanggar kode etik dapat dikenai sanksi:

  • Sanksi moral
  • Sanksi administratif (hukuman disiplin PP No. 94 Tahun 2021)
Baca Juga!
Tahapan Penting dalam Pengolahan Data Untuk Mendapatkan Hasil yang Akurat

Kesimpulan

Berdasarkan uraian di atas, membiarkan terjadinya konflik kepentingan merupakan bentuk perilaku dalam kode etik ASN yang paling tepat sebagai pelanggaran. Karena hal tersebut bertentangan dengan kewajiban ASN untuk menjaga agar tidak terjadi konflik kepentingan dalam melaksanakan tugasnya.

Pelanggaran tersebut berpotensi merugikan negara dan masyarakat, serta dapat menjerumuskan ASN pada tindak pidana korupsi. Oleh karena itu, setiap ASN wajib mengetahui dan mematuhi kode etik yang berlaku, termasuk menghindari konflik kepentingan agar terhindar dari pelanggaran dan sanksi.

Also Read

Bagikan:

Dalima Puspita

Delima Puspita adalah lulusan sarjana sistem informasi yang memiliki keahlian dalam bidang teknologi. Selain itu, Delima juga memiliki hobi menulis dan bermain bola.

Tags

Tinggalkan komentar