Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

Apa Itu Kurikulum? Pengertian, Fungsi, dan Tujuannya

Avatar
×

Apa Itu Kurikulum? Pengertian, Fungsi, dan Tujuannya

Sebarkan artikel ini
Apa Itu Kurikulum

Kurikulum adalah istilah yang sering kita dengar dalam dunia pendidikan. Namun, apa sebenarnya arti kurikulum? Mengapa kurikulum begitu penting dalam proses pembelajaran? Artikel ini akan menjelaskan secara rinci pengertian kurikulum, fungsi, dan tujuannya, serta bagaimana kurikulum mempengaruhi pendidikan di berbagai tingkat.

Pengertian Kurikulum

Definisi Kurikulum

Secara etimologi, kata “kurikulum” berasal dari bahasa Latin “curir” yang berarti pelari dan “curere” yang berarti lintasan lari. Dalam konteks pendidikan, kurikulum diartikan sebagai lintasan yang harus ditempuh oleh siswa untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan.

Definisi Kurikulum Menurut Para Ahli

Beberapa ahli pendidikan memberikan definisi yang lebih spesifik tentang kurikulum:

  • Kerr, J.F (1968): Kurikulum adalah semua pembelajaran yang dirancang dan dilaksanakan secara individu ataupun berkelompok, baik di sekolah maupun di luar sekolah.
  • Inlow (1966): Kurikulum adalah usaha menyeluruh yang dirancang khusus oleh pihak sekolah guna membimbing murid untuk memperoleh hasil dari pembelajaran yang sudah ditentukan.
  • Beauchamp (1968): Kurikulum adalah dokumen tertulis yang kandungannya berisi mata pelajaran yang akan diajarkan kepada peserta didik melalui berbagai mata pelajaran, pilihan disiplin ilmu, dan rumusan masalah dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga!  Padanan Kata Keindahan: Memperkaya Kosakata Estetika

Fungsi Kurikulum

Kurikulum memiliki berbagai fungsi yang penting dalam pendidikan. Berikut adalah beberapa fungsi utama kurikulum:

1. Fungsi Kurikulum dalam Pendidikan

Kurikulum berfungsi sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan. Ini mencakup tujuan pendidikan nasional, institusional, kurikuler, dan instruksional. Kurikulum membantu memastikan bahwa proses pendidikan berjalan sesuai dengan rencana dan tujuan yang telah ditetapkan.

2. Fungsi Kurikulum bagi Guru

Bagi guru, kurikulum berfungsi sebagai pedoman dalam pelaksanaan proses kegiatan belajar mengajar. Kurikulum memberikan struktur yang jelas tentang apa yang harus diajarkan dan bagaimana cara mengajarkannya. Ini membantu guru dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran yang efektif.

3. Fungsi Kurikulum bagi Kepala Sekolah

Kepala sekolah menggunakan kurikulum untuk menyusun perencanaan dan program sekolah. Ini termasuk penyusunan kalender sekolah, pengajuan fasilitas sarana dan prasarana, serta penyusunan berbagai kegiatan sekolah yang bersangkutan dengan kegiatan ekstrakurikuler.

4. Fungsi Kurikulum bagi Orang Tua

Orang tua juga memiliki peran penting dalam pendidikan anak mereka. Kurikulum memberikan gambaran tentang apa yang akan dipelajari anak di sekolah, sehingga orang tua dapat mendukung dan membantu anak dalam proses belajar mereka.

Tujuan Kurikulum

Tujuan kurikulum adalah untuk melancarkan proses pendidikan dan mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Berikut adalah beberapa tujuan utama kurikulum:

1. Tujuan Pendidikan Nasional

Tujuan ini mencakup pengembangan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis secara bertanggung jawab.

2. Tujuan Institusional

Tujuan ini berkaitan dengan tujuan yang ingin dicapai oleh lembaga pendidikan atau institusi tertentu. Setiap institusi pendidikan memiliki tujuan spesifik yang ingin dicapai melalui kurikulum mereka.

Baca Juga!  Fungsi Argumentatif Bahasa menurut Karl Popper

3. Tujuan Kurikuler

Tujuan kurikuler adalah tujuan yang berkaitan dengan bidang studi atau mata pelajaran tertentu. Ini mencakup pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang ingin dicapai dalam setiap bidang studi.

4. Tujuan Instruksional

Tujuan instruksional adalah penjabaran dari tujuan kurikuler yang lebih spesifik. Ini mencakup tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dalam setiap sesi atau unit pembelajaran.

Komponen Kurikulum

Kurikulum terdiri dari beberapa komponen utama yang saling berkaitan. Berikut adalah komponen-komponen kurikulum:

1. Tujuan

Tujuan kurikulum adalah untuk memberikan arah atau acuan dalam kegiatan pendidikan yang dilakukan. Tujuan ini mencakup tujuan pendidikan nasional, institusional, kurikuler, dan instruksional.

2. Materi

Materi atau bahan ajar adalah konten yang akan diajarkan kepada peserta didik. Materi ini dipilih dan disusun sedemikian rupa untuk mencapai tujuan kurikulum.

3. Metode Pengajaran

Metode pengajaran adalah cara atau teknik yang digunakan untuk menyampaikan materi kepada peserta didik. Metode ini harus dipilih dengan hati-hati agar sesuai dengan tujuan dan karakteristik peserta didik.

4. Evaluasi

Evaluasi adalah proses untuk mengukur efektivitas kurikulum dan pencapaian tujuan pendidikan. Evaluasi ini mencakup penilaian terhadap proses dan hasil pembelajaran siswa, efektivitas kurikulum, relevansi materi, dan efisiensi penyelenggaraan pembelajaran.

Kurikulum dalam Pembelajaran

Kurikulum memainkan peran penting dalam pembelajaran. Berikut adalah beberapa peran kurikulum dalam pembelajaran:

1. Mengatur Pembelajaran

Kurikulum mengatur pembelajaran di sekolah dengan menentukan materi pelajaran, metode pengajaran, dan pengalaman belajar siswa. Ini membantu menciptakan konsistensi dalam pengajaran di seluruh sekolah.

2. Mengarahkan Proses Mengajar

Kurikulum memberikan arahan kepada guru tentang apa yang harus diajarkan dan bagaimana cara melakukannya. Ini membantu guru dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran yang efektif.

Baca Juga!  Mengapa Kompetensi Guru Itu Penting?

3. Mengukur Kemajuan Siswa

Kurikulum digunakan untuk mengevaluasi kemajuan siswa. Dengan menentukan tujuan pembelajaran yang jelas, kurikulum memungkinkan guru untuk mengukur sejauh mana siswa telah mencapai pemahaman yang diinginkan.

4. Mengembangkan Keterampilan Hidup

Selain mata pelajaran akademis, kurikulum juga mencakup pembelajaran keterampilan hidup yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti keterampilan sosial, keterampilan berpikir kritis, dan lain sebagainya.

Kurikulum di Indonesia

Di Indonesia, kurikulum telah mengalami beberapa kali perubahan untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan pendidikan. Berikut adalah beberapa kurikulum yang pernah diterapkan di Indonesia:

1. Kurikulum 1947

Kurikulum pertama yang diterapkan di Indonesia setelah kemerdekaan adalah Rentjana Pelajaran 1947. Kurikulum ini menekankan pada pendidikan moral dan pembentukan karakter.

2. Kurikulum 1964

Kurikulum 1964 dirancang dengan tujuan memupuk pengetahuan akademik pada jenjang sekolah dasar. Konsep pembelajaran menitikberatkan pada pengembangan moral, kecerdasan, emosional, keterampilan, dan jasmani atau disebut Pancawardhana.

3. Kurikulum 2013

Kurikulum 2013 adalah kurikulum yang saat ini diterapkan di Indonesia. Kurikulum ini menekankan pada pengembangan kompetensi siswa, baik dalam aspek pengetahuan, keterampilan, maupun sikap.

4. Kurikulum Merdeka Belajar

Kurikulum Merdeka Belajar adalah inovasi terbaru dalam dunia pendidikan Indonesia. Kurikulum ini bertujuan untuk mengembangkan potensi dan minat belajar siswa secara maksimal, serta memberikan kebebasan kepada guru dalam memilih metode pembelajaran yang relevan.

Kesimpulan

Kurikulum adalah komponen penting dalam sistem pendidikan yang berfungsi sebagai panduan dalam proses pembelajaran. Kurikulum membantu mencapai tujuan pendidikan, memberikan arahan kepada guru, mengukur kemajuan siswa, dan mengembangkan keterampilan hidup. Di Indonesia, kurikulum telah mengalami beberapa kali perubahan untuk menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan pendidikan. Dengan memahami pengertian, fungsi, dan tujuan kurikulum, kita dapat lebih menghargai peran pentingnya dalam pendidikan.

Untuk informasi lebih lanjut tentang pendidikan tinggi di Indonesia, Anda dapat membaca artikel pendidikan perguruan tinggi yang membahas secara mendalam tentang jenis-jenis perguruan tinggi, manfaat, dan tantangan yang dihadapi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *