Scroll untuk baca artikel
Rupa

Analisis Fenomena Sosial di Tengah Masyarakat dari Perspektif Ilmu Komunikasi

Avatar
×

Analisis Fenomena Sosial di Tengah Masyarakat dari Perspektif Ilmu Komunikasi

Sebarkan artikel ini
Analisis Fenomena Sosial di Tengah Masyarakat dari Perspektif Ilmu Komunikasi

Mata kuliah pendukung TAP (Tugas Akhir Proyek) di program studi Ilmu Komunikasi mencakup Teori Komunikasi, Perencanaan Program Komunikasi, Komunikasi Antarbudaya, dan Komunikasi Organisasi. Keempat mata kuliah ini saling berkaitan dan sangat penting untuk membekali mahasiswa dalam menganalisis berbagai fenomena sosial yang terjadi di tengah masyarakat.

Teori Komunikasi Memberikan Kerangka Berpikir

Dalam Teori Komunikasi, kita mempelajari berbagai model dan teori yang digunakan untuk menjelaskan proses komunikasi. Misalnya teori S-O-R (Stimulus-Organism-Response) yang menjelaskan efek pesan media terhadap khalayak. Stimulus (pesan media) akan memengaruhi organism (pikiran khalayak) yang kemudian menghasilkan respon tertentu.

Teori lain yang tak kalah penting adalah uses and gratifications yang berfokus pada penggunaan media dan kepuasan yang diperoleh khalayak. Teori ini sangat berguna untuk memahami mengapa orang menggunakan media sosial tertentu dan apa saja kebutuhan psikologis yang dipenuhi.

Berikut adalah contoh penerapan teori uses and gratifications:

Kebutuhan PsikologisKepuasan dari Penggunaan Media Sosial
Kebutuhan kognitif (informasi)Mendapat berita dan informasi terbaru lewat media sosial
Kebutuhan afektif (emosi)Mengungkapkan perasaan dan berempati melalui media sosial
Kebutuhan pribadi (identitas)Membentuk citra diri di media sosial
Kebutuhan integrasi sosialTerhubung dengan teman dan keluarga di media sosial
Kebutuhan melarikan diriPengalihan perhatian dari masalah sehari-hari

Dengan memahami teori-teori komunikasi, kita memiliki kerangka berpikir yang tepat dalam mengkaji perilaku komunikasi masyarakat yang muncul sebagai fenomena sosial.

Perencanaan Program Komunikasi untuk Kampanye Sosial

Mata kuliah Perencanaan Program Komunikasi memberi kita pengetahuan untuk merancang program komunikasi yang efektif dalam rangka menyelesaikan masalah sosial di masyarakat.

Baca Juga!  3 Tipe Organisasi: Fungsional, Pasar/Produk, dan Matriks

Tahapan perencanaan program komunikasi dimulai dari:

  • Analisis Situasi: Mengidentifikasi masalah atau fenomena sosial yang ingin diatasi, termasuk faktor penyebab dan dampaknya.
  • Penetapan Tujuan: Menentukan perubahan sikap dan perilaku apa yang ingin dicapai program.
  • Penentuan Khalayak Sasaran: Mengidentifikasi kelompok masyarakat mana yang akan dijadikan target program.
  • Pemilihan Media: Menentukan media dan saluran komunikasi apa yang tepat untuk menyampaikan pesan ke khalayak sasaran.
  • Penyusunan Pesan: Perancangan pesan yang persuasif dan edukatif untuk khalayak.
  • Implementasi: Pelaksanaan program komunikasi menggunakan media dan saluran yang telah dipilih.
  • Evaluasi: Pengukuran efektivitas program dalam mencapai tujuan.

Dengan tahapan ini, kita dapat merancang kampanye komunikasi yang efektif misalnya untuk menangani fenomena bullying di kalangan pelajar atau untuk mendorong masyarakat mengurangi sampah plastik.

Memahami Akar Masalah Komunikasi Antarbudaya

Memahami Akar Masalah Komunikasi Antarbudaya

Fenomena sosial seringkali muncul dari ketidakharmonisan komunikasi antarbudaya, seperti konflik antarsuku atau antarkelompok masyarakat. Untuk itu, Komunikasi Antarbudaya penting untuk memahami perbedaan pola komunikasi yang dapat memicu kesalahpahaman.

Beberapa contoh perbedaan norma komunikasi antarbudaya:

  • Konteks komunikasi tinggi vs rendah. Masyarakat konteks tinggi (Asia) berkomunikasi dengan banyak isyarat tak langsung. Masyarakat konteks rendah (Barat) cenderung langsung dan terus terang.
  • Kolektivisme vs individualisme. Masyarakat kolektivis (Timur) mengutamakan kepentingan kelompok, sedangkan masyarakat individualis (Barat) mengedepankan kebebasan individu.
  • Waktu monokronik vs polikronik. Masyarakat monokronik (Barat) berorientasi pada tugas dan ketepatan waktu. Masyarakat polikronik (Timur) lebih longgar dalam pengaturan waktu.

Dengan mempelajari perbedaan-perbedaan ini, kita dapat lebih bijaksana dalam berkomunikasi lintas budaya sehingga dapat meminimalisir kesalahpahaman yang berpotensi memicu konflik atau ketegangan sosial.

Memahami Dinamika Komunikasi Organisasi

Fenomena yang kerap mencuat dalam masyarakat adalah terkait dinamika komunikasi internal perusahaan atau institusi. Mulai dari komunikasi krisis akibat kesalahan PR perusahaan, konflik internal organisasi, hingga persoalan komunikasi lintas departemen yang tidak efektif.

Baca Juga!  Kelebihan dan Kekurangan Rangkaian Paralel dalam Dunia Listrik
Dinamika Komunikasi Organisasi

Untuk itu, mata kuliah Komunikasi Organisasi memberi pemahaman mendalam tentang proses komunikasi dalam sebuah organisasi. Misalnya, pentingnya menjaga arus komunikasi top-down dan bottom-up yang seimbang.

Komunikasi top-down diperlukan agar kebijakan manajemen tersampaikan ke karyawan. Sementara komunikasi bottom-up penting untuk menampung aspirasi, ide, dan masukan dari bawahan. Jika keduanya tidak seimbang, dapat memicu persoalan komunikasi internal yang berujung pada turunnya produktivitas organisasi.

Dengan memahami seluk-beluk komunikasi organisasi, kita dapat memberikan masukan yang tepat jika diminta menganalisis kasus yang berkaitan dengan komunikasi perusahaan atau institusi.

Penutup

Itulah artikel yang menjelaskan bagaimana mata kuliah pendukung TAP di Ilmu Komunikasi saling berkaitan dan memberi bekal kuat untuk mengkaji berbagai fenomena sosial di masyarakat dari kacamata ilmu komunikasi. Dengan kerangka teoritis dan metodologis dari keempat mata kuliah tersebut, kita dapat melakukan analisis yang komprehensif terhadap akar penyebab munculnya berbagai persoalan sosial serta merancang solusi komunikasi yang tepat.

Saya berharap artikel ini bermanfaat. Jika Anda tertarik mempelajari lebih dalam terkait penerapan ilmu komunikasi dalam mengkaji fenomena sosial, Anda dapat membaca artikel saya tentang Analisis Isu Hoaks di Media Sosial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *