Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

Analisis dan Refleksi Asesmen Pembelajaran

Avatar
×

Analisis dan Refleksi Asesmen Pembelajaran

Sebarkan artikel ini
Analisis dan Refleksi Asesmen Pembelajaran

Hai teman, penting bagi kita sebagai calon guru untuk memahami berbagai jenis asesmen pembelajaran beserta kelebihan dan kekurangannya. Salah satu asesmen yang paling umum digunakan adalah ujian tertulis. Kali ini kita akan mendalami penerapan ujian tertulis di kelas melalui analisis dan refleksi, oke?

Apa Itu Asesmen Pembelajaran?

Sebelum masuk ke pembahasan ujian tertulis, izinkan aku menjelaskan terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan asesmen pembelajaran. Menurut Profesor Lukas dari Universitas Cemerlang:

Asesmen pembelajaran adalah proses pengumpulan informasi atau bukti mengenai pencapaian pembelajaran peserta didik. Informasi ini digunakan guru untuk mengevaluasi sejauh mana keefektifan pengajaran dan menentukan tindak lanjut yang diperlukan guna peningkatan hasil belajar.

Jadi, intinya asesmen itu penting buat mengukur seberapa paham murid kita dengan materi yang sudah diajarkan, teman. Lewat asesmen, kita bisa ketahui apakah strategi mengajar kita perlu diperbaiki atau tidak.

Analisis Penerapan Ujian Tertulis

Nah, salah satu bentuk asesmen yang paling jamak digunakan adalah ujian tertulis. Saat observasi di SMP Harapan Bangsa, aku melihat ujian tertulis diterapkan di akhir bab sebagai penilaian akhir (asesmen sumatif). Ujiannya terdiri dari pilihan ganda dan esai untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi pelajaran.

Menurut analisisku, kelebihan ujian tertulis antara lain:

  • Praktis untuk diterapkan di kelas yang jumlah siswanya banyak
  • Sesuai dengan gaya belajar siswa yang cenderung visual

Adapun kelemahannya:

  • Kurang mengakomodasi keragaman gaya belajar siswa
  • Siswa yang lebih suka presentasi lisan mungkin kesulitan menunjukkan pemahamannya

Oleh karena itu, idealnya guru menggunakan beragam teknik asesmen dalam pembelajaran, tidak hanya mengandalkan ujian tertulis saja. Hal ini disampaikan pula oleh Pakar Pendidikan, Atta Mariano:

Guru disarankan menerapkan ragam asesmen autentik seperti penilaian kinerja, portofolio, atau penilaian diri agar dapat mengakomodasi kebutuhan belajar seluruh siswa dengan berbagai gaya belajar yang dimiliki.

Contoh Asesmen Autentik

Refleksi Ujian Tertulis sebagai Instrumen Asesmen

Selanjutnya, mari kita refleksikan bagaimana penerapan ujian tertulis di kelas yang kamu amati. Apakah ujian tertulis sudah memberi manfaat maksimal sebagai instrumen penilaian? Atau justru sebaliknya?

Menurut pengamatanku, ujian tertulis lebih banyak berfungsi sebagai alat ukur pencapaian siswa semata, tanpa memberi kesempatan umpan balik yang memadai. Siswa cenderung langsung diberi nilai dan kunci jawaban setelah ujian selesai. Akibatnya, mereka tidak punya kesempatan untuk mempertanyakan soal yang dianggap sulit atau membingungkan.

Padahal menurut ahli evaluasi Dr. Faizal:

Seharusnya guru memanfaatkan hasil ujian tertulis tidak sekadar untuk penentuan nilai, tetapi juga untuk evaluasi dan perbaikan pembelajaran lebih lanjut. Misalnya dengan mengidentifikasi kelemahan pengajaran berdasarkan soal-soal yang banyak salah jawab, lalu memberi penjelasan ulang pada konsep yang masih membingungkan tersebut.

Jadi, fungsi ideal asesmen semestinya bukan hanya mengukur, tetapi juga memicu diskusi dan refleksi peningkatan kualitas pembelajaran. Sayangnya hal ini belum terlihat dari penerapan ujian tertulis yang kamu amati di kelas observasi, teman.

Rangkuman Analisis dan Refleksi Asesmen Pembelajaran

Berikut rangkuman analisis dan refleksi kita terkait asesmen pembelajaran:

Poin AnalisisUraian
Jenis AsesmenUjian tertulis (pilihan ganda dan esai)
KelebihanPraktis, sesuai gaya belajar visual
KekuranganKurang akomodatif terhadap keragaman cara belajar siswa
RekomendasiPerlu dikombinasikan dengan asesmen autentik
RefleksiBelum dimanfaatkan secara optimal untuk umpan balik dan perbaikan pembelajaran
Rangkuman Analisis dan Refleksi Penerapan Ujian Tertulis sebagai Instrumen Asesmen Pembelajaran

Penutup

Itulah analisis dan refleksi sederhanaku terkait penerapan ujian tertulis sebagai salah satu bentuk asesmen pembelajaran, teman. Kuharap artikel ini bisa menambah wawasanmu tentang beragam jenis penilaian beserta kelebihan dan kekurangannya dalam konteks pembelajaran di kelas.

Selamat belajar dan semangat menggapai cita-cita menjadi guru yang profesional!

Baca Juga!  Quizizz dan Implementasi Kurikulum Merdeka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *